Kue Pekpok ala Ulfa Afy #kuepekpok #pekpok #kudapanlokal #saniangbaka #ulfaafy
Banyak yang nanya, sebenernya pekpok artinya apa sih? Dari yang aku tahu dan dengar langsung dari orang tua di kampung, “kue pekpok” itu bukan cuma sekadar nama kue, tapi juga identik dengan suasana kebersamaan di acara pesta, khususnya di daerah Saniangbaka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di sana, kue pekpok hampir selalu ada di acara pesta pernikahan atau acara adat. Biasanya yang masak itu pihak keluarga perempuan, dan proses membuatnya sering dilakukan secara gotong royong. Jadi waktu bikin pekpok, rumah itu rame banget: ada yang ngukus pisang godok, ada yang ngaduk unti kelapa dari gula aren dan daun pandan, ada yang ngadon tepung ketan, sampai ada yang khusus bagian bentuk dan goreng. Buat aku pribadi, arti pekpok itu ya kue tradisional yang merekatkan keluarga dan tetangga, karena dikerjakan bareng-bareng sambil cerita dan ketawa. Kalau ditanya "pekpok artinya apa" dalam bahasa sehari-hari, orang kampung biasanya langsung kepikiran ke kue pisang yang digoreng dengan isian unti kelapa manis. Ciri khasnya: pakai pisang yang dikukus dulu (di sini sering disebut pisang godok), teksturnya lembut banget, bagian luar cokelat keemasan karena digoreng sampai matang, dan isiannya wangi gula aren plus pandan. Yang menarik, bahan kue pekpok itu sebenarnya sederhana dan mirip dengan banyak kudapan lokal lain di Indonesia: pisang, kelapa, gula aren, tepung ketan, dan sedikit garam. Bedanya, cara olah dan momen ketika kue ini disajikan yang membuat pekpok punya makna khusus. Di beberapa keluarga, pekpok juga dijadikan buah tangan ketika berkunjung ke rumah mintuo (mertua), jadi kesannya lebih istimewa. Kalau kamu di daerah lain mungkin punya kue yang mirip, tapi namanya berbeda. Ada yang bentuknya sama-sama dari pisang dan kelapa, tapi disebut nagasari, lemet, atau kue pisang. Jadi, ketika kamu cari “pekpok artinya” di Google, bisa dibilang ini adalah kue tradisional khas Saniangbaka berbahan dasar pisang godok, kelapa, gula aren, dan tepung ketan, yang biasa hadir di acara pesta dan dikerjakan secara gotong royong. Versi rumahan yang aku buat di konten ini ya terinspirasi dari kebiasaan di kampung. Bedanya, aku bikin dalam porsi lebih kecil dan bisa dinikmati sebagai camilan sore bareng teh manis hangat. Kalau kamu penasaran sama pekpok, kamu bisa coba adaptasi dengan pisang yang ada di daerahmu, yang penting teksturnya lembut dan manis. Siapa tahu, lama-lama kue pekpok ini juga jadi kudapan favorit di rumahmu.
























