Allah ngendikan :
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۗ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Maka orang-orang yang dzolim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam" (Qs. Al An'am 45)
Dan Kanjeng Nabi mengingatkan :
إِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya kedzoliman adalah kegelapan pada hari kiamat"
Jadi.. kalau kamu lagi didzolimi tetaplah tenang...
Ya dzolim cuma lagi menunda jatuhnya sendiri...
Pengalaman pribadi saya mengajarkan bahwa menghadapi kedzoliman memang berat, tetapi mengingat ajaran dalam Al-Qur'an dan hadis sangat menenangkan hati. Seperti yang disebutkan dalam QS. Al An'am ayat 45, orang-orang yang berbuat dzalim tidak akan luput dari kehancuran hingga akar-akarnya. Ini menguatkan keyakinan saya bahwa keadilan akan ditegakkan, meskipun mungkin tertunda. Selain itu, hadis Nabi yang menyatakan bahwa kedzoliman adalah kegelapan di hari kiamat memberikan gambaran betapa seriusnya dampak perilaku dzalim. Dari sini saya belajar pentingnya kesabaran dan ketenangan ketika sedang didzolimi. Kedzoliman yang terlihat kuat saat ini hanyalah sementara, seperti dikatakan dalam gambar "Kedzoliman itu mungkin terlihat kuat, tapi ujungnya selalu hancur." Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering menghadapi situasi ketika merasa diperlakukan tidak adil, baik secara personal maupun sosial. Dengan mengingat pesan ini, saya berusaha menjaga sikap dan tidak membalas dengan kedzoliman. Saya percaya bahwa membalas dengan baik dan tetap sabar adalah cara terbaik untuk melawan ketidakadilan. Secara praktis, berdoa dan memperkuat iman sangat membantu dalam menghadapi kesulitan tersebut. Membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan mengingat sunnah Rasulullah menjadi sumber kekuatan spiritual yang mampu menumbuhkan ketenangan jiwa. Hal ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mengalami tekanan akibat penindasan atau ketidakadilan. Pesan ini juga relevan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kedzoliman tidak boleh dibiarkan berlarut. Masyarakat harus saling mengingatkan dan berupaya menegakkan keadilan agar keharmonisan dan kedamaian dapat terwujud. Jadi, dengan memahami ajaran ini, kita tidak hanya menjaga diri tapi juga berkontribusi pada perbaikan sosial yang lebih luas.






































