Lemon8Komuniti gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin pautan

Dapatkan pengalaman aplikasi yang penuh

Temui lebih banyak siaran, hashtag dan ciri pada aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Bukan sekarang
Bukan sekarang
Bukan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Kecantikan
    • Fesyen
    • Makanan
    • Kediaman
    • Pelancongan
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Malaysia
    • Malaysia
    • 日本
    • ไทย
    • Indonesia
    • Việt Nam
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Laman web rasmiDasar privasiTerma PerkhidmatanCookies Policy
Saya pernah berada di titik merasa sangat butuh ditolong
Di fase ini, saya pernah merasa sangat butuh ditolong. Saya berharap suami selalu ada saat saya membutuhkan, tapi di sisi lain saya sadar, suami juga harus bekerja dari pagi hingga petang. Rasanya tidak tega jika harus membebankan semuanya kepadanya. Namun sebagai istri dan ibu, saya juga butuh
u n n a

u n n a

4 suka

Usia 20 th, dulu ngapain aja?
Jika saja kita diberi waktu untuk kembali ke usia 20 tahun, apa hal pertama yang ingin kamu lakukan?
u n n a

u n n a

1 suka

“Pel mini viral vs sponge 10 ribuan yang beneran bersihin sink itu yang mana?”
“Udah keluar 100 ribu, tapi balik lagi ke yang 10 ribuan 😅 Awalnya aku kira pel mini ini bakal jadi game changer. Estetik, praktis, tinggal semprot—cleaning jadi lebih effortless. Tapi setelah dipakai beberapa kali, kok ya hasilnya nggak se-wow itu. Justru yang sederhana kayak sponge biasa m
u n n a

u n n a

2 suka

DEMI ESTETIK
Jujur, aku pernah beli barang bukan karena butuh tapi karena sering lihat di sosmed. Awalnya cuma merasa “punyaku kurang” lama-lama jadi pengen ganti semua. Padahal kalau dipikir lagi yang berubah cuma tampilan bukan kehidupan. Dan dari situ aku belajar. Kadang yang bikin kita gak puas b
u n n a

u n n a

17 suka

Rumah tetap bersih, hati tetap tenang, tanpa kehilangan waktu bersama anak.
Alhamdulillah, cara di atas kami terapkan sejak anak-anak masih dalam buaian. Sekarang cara yang sama masih kami lakukan, bedanya anak-anak sudah mandiri. Mereka punya tugas dan tanggungjawab masing-masing dalam menjaga kebersihan dan kerapihan rumah. Tugas dibagi kedalam kegiatan morning dan nig
u n n a

u n n a

5 suka

Rumahku dulu Rapi, tapi hatiku tidak
Aku pernah ada di fase di mana semua harus sempurna. Lantai harus kinclong, barang harus di tempatnya, bahkan hal kecil pun terasa tidak boleh salah. Aku pikir, itulah tanda aku menjadi ibu yang baik. Tapi tanpa sadar, aku menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk rumah, hingga aku kehi
u n n a

u n n a

135 suka

coba-coba main template
u n n a

u n n a

2 suka

Belajar Menabung untuk Anak : Dari Uang Jajan ke Target Impian
Ngajarin anak soal uang ternyata nggak harus ribet. Cukup dari uang jajan 5.000 per hari dan satu kebiasaan kecil yang diulang terus. Anak kami mulai belajar menabung sejak usia 7 tahun. Bukan dipaksa, tapi diajak pelan-pelan paham. Waktu itu dia punya keinginan sederhana: mau beli Lego City
u n n a

u n n a

4 suka

“Bukan menabung, tapi berbelanja"
Seringkali kita ingin anak langsung “bisa menabung”. Padahal, sebelum sampai ke sana ada proses yang perlu dilewati. Kami memulainya dari hal yang sederhana : mengenalkan uang lewat aktivitas belanja. Dari situ anak belajar bahwa tidak semua yang diinginkan harus dibeli, bahwa ada batasan
u n n a

u n n a

69 suka

Masih kecil, ngapain diajarin soal uang?
Kami tidak ingin menunda membekali anak dengan ilmu mengelola uang. Kami sadar, kami tidak akan selamanya hidup dan membersamai mereka. Tidak ada anak yang tiba-tiba pandai mengelola uang. Dan tidak ada laki-laki yang tiba-tiba siap menanggung nafkah. Semua dimulai dari hal kecil yang sering
u n n a

u n n a

4 suka

“Kok pembagian THR anak cuma 4 pos?”
Setiap keluarga pasti punya cara masing-masing dalam mengajarkan anak tentang uang. Dan itu tidak harus selalu sama. Untuk kami, pembagian ini disesuaikan dengan fase anak kami saat ini. Sebagai anak laki-laki usia 12 tahun yang belum baligh, kebutuhan hidupnya masih menjadi tanggung jawab ayahn
u n n a

u n n a

9 suka

“Anak dapat THR, sebaiknya dibagi berapa persen?”
Setiap lebaran, anak-anak pulang dengan amplop di tangan. Wajahnya senang, matanya berbinar. Anak seringnya fokus pada satu hal : “THRnya dapat berapa ya?” Padahal, ada hal yang jauh lebih penting dari itu. Bukan tentang jumlahnya. Tapi tentang apa yang mereka pelajari dari uang itu. Karena
u n n a

u n n a

119 suka

setelah dapat THR harus ngapain?
THR itu bukan cuma rezeki tapi juga latihan pertama anak dalam mengambil keputusan. Kalau tidak diarahkan, anak akan belajar dari kebiasaan impulsif. Tapi kalau dibimbing, dia akan belajar berpikir sebelum bertindak. Pelan-pelan saja dulu yang penting konsisten. #CeritaLebaran #anakmelekfi
u n n a

u n n a

5 suka

Tentang THR anak
Hari ini masih suasana lebaran, rumah ramai, tamu datang silih berganti, dan anak-anak pun senang menerima THR 🤭 Tapi buat saya, ini bukan sekadar tentang uang. Ini adalah momen belajar. Belajar mengenal rezeki, belajar mengelola dan belajar bertanggung jawab sejak dini. Apalagi untuk anak
u n n a

u n n a

11 suka

Banana oat choco muffin ini favorit anak-anak Unna
Lebaran tahun ini, kami sengaja tidak menyiapkan kue berbahan tepung. Dulu, waktu anak pertama masih usia 6–7 tahun, sebagai ibu yang masih minim ilmu. Unna sering mengiyakan saat dia minta burger, roti, cake, dan aneka kue berbahan tepung. Sampai akhirnya muncul tanda-tanda kalau dia mulai i
u n n a

u n n a

5 suka

Hai ini postingan pertamaku di Lemon8 🍋
Mulai lembar baru..... Belakangan ini lagi pelan-pelan geser bacaan… dari yang dulu fokus ke parenting, sekarang mulai banyak belajar tentang diri sendiri & cara mengelola uang. Karena sadar, bukan cuma anak yang lagi bertumbuh… ibunya juga harus ikut belajar 🌱 3 buku ini jadi teman
u n n a

u n n a

4 suka

u n n a
10Mengikuti
47Pengikut
660Suka dan simpanan

u n n a

Ibu bertumbuh Mendampingi anak menuju baligh Belajar uang & hidup sederhana