... Baca selengkapnyaAku dulu juga bingung pas pertama kali coba ngitung biaya skincare per bulan. Kerasa banget antara pengen kulit makin bagus, tapi gaji dan uang jajan juga harus cukup buat kebutuhan lain. Dari situlah aku mulai serius nyatet dan bikin estimasi biaya skincare yang realistis.
Buat kamu yang masih pemula atau pakai skincare sederhana/lokal, biasanya biaya skincare bisa diatur di sekitar Rp 200.000–Rp 400.000 per bulan. Dengan budget segini, kamu udah bisa punya basic routine lengkap: facial wash, toner, moisturizer, sunscreen, plus mungkin satu produk bodycare sederhana seperti body lotion atau sabun mandi yang lembut. Kuncinya pilih brand yang harganya terjangkau tapi ingredients-nya jelas dan aman.
Kalau kamu mulai masuk ke level skincare menengah atau aktif, misalnya sudah pakai serum aktif, niacinamide, AHA/BHA, atau retinol, otomatis biaya skincare biasanya naik. Dari pengalamanku, anggaran bisa tembus sekitar Rp 400.000–Rp 800.000 per bulan, apalagi kalau kamu juga pakai paket anti-aging (serum, eye cream, dan moisturizer yang spesifik untuk anti-aging). Di tahap ini, penting banget buat beli produk yang benar-benar kepakai, bukan cuma ikut tren.
Satu hal yang sering ke-skip adalah biaya bodycare. Padahal sabun mandi, body scrub, body lotion, sampai sunscreen badan juga masuk kategori perawatan kulit. Kalau aku, biasanya pisahin antara skincare wajah dan bodycare. Misalnya Rp 200.000–Rp 300.000 untuk wajah, lalu Rp 100.000–Rp 200.000 untuk bodycare, disesuaikan sama kebutuhan dan kondisi dompet.
Supaya biaya skincare nggak jebol, aku punya beberapa tips hemat pengeluaran:
1. Fokus ke rutinitas dasar dulu: cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Ini fondasi kulit sehat dengan anggaran paling aman.
2. Tambah serum aktif pelan-pelan. Misalnya mulai dari satu serum dulu yang paling kamu butuhin, entah itu brightening, hydrating, atau anti-aging.
3. Manfaatkan diskon bulanan di e-commerce, tapi tetap cek expired date dan review.
4. Bandingkan harga antara official store dan toko lain, tapi tetap pilih yang terpercaya.
5. Habisin dulu produk lama sebelum beli yang baru, biar nggak numpuk dan terbuang.
Menurutku, nggak ada patokan tunggal soal biaya skincare yang "benar". Ada yang nyaman di Rp 200.000 per bulan, ada juga yang rela keluar di atas Rp 800.000 karena pakai banyak serum dan paket anti-aging. Yang penting, anggaran skincare tetap sejalan sama kondisi finansial kamu. Pelan-pelan aja, yang penting konsisten, bukan mahalnya. Dengan nyatet dan sadar pengeluaran skincare per bulan, kamu bisa tetap merawat kulit tanpa merasa bersalah tiap lihat mutasi rekening.