Prosesi siraman El Rumi digelar bersamaan dengan Syifa Hadju pada Jumat, 24 April 2026, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari rangkaian menjelang pernikahan.
Acara berlangsung tertutup dan khidmat, diawali dengan pengajian bersama keluarga dan kerabat terdekat.
Suasana haru pun terasa saat El Rumi menjalani prosesi sungkeman kepada kedua Bunda Maia Estianty, memohon maaf serta restu sebelum memasuki jenjang pernikahan.
🎥 Yt/KapanLagiDotCom
#maiaestianty #elrumi #elrumisyifahadju #syifahadju #maiaestiantyreal
Prosesi siraman dan sungkeman memang merupakan tradisi penting dalam budaya Jawa yang masih banyak dipertahankan di kalangan masyarakat Indonesia hingga kini. Pengalaman pribadi saya pernah menghadiri acara siraman keluarga dekat, dan suasana yang tercipta sangat hangat dan penuh makna. Prosesi ini bukan hanya ritual, tetapi juga sebagai simbol penyucian dan permohonan restu dari orang tua serta leluhur. Dalam kasus El Rumi yang menjalani sungkeman kepada Bunda Maia Estianty, terlihat betapa emosional dan mendalamnya hubungan kekeluargaan yang terjalin. Air mata yang pecah saat sungkeman menggambarkan rasa hormat, syukur, sekaligus harapan untuk berkeluarga bahagia. Momen penuh haru tersebut menunjukkan bahwa menikah bukan sekadar mengikat janji, tapi juga perjalanan hidup yang memerlukan dukungan dan doa dari keluarga. Tidak kalah penting, prosesi ini juga mempererat ikatan batin antara calon pasangan dan keluarga besar. Pengajian yang diselenggarakan pendahuluan menjadi wadah untuk bersama-sama memohon perlindungan dan keberkahan dalam memasuki hidup baru. Saya percaya, tradisi yang dipertahankan dengan penuh kesungguhan seperti ini memberikan landasan emosional yang kuat bagi pasangan pengantin. Selain itu, suasana tertutup dan kehadiran kerabat dekat menambah keintiman acara, membuat kenangan tersebut terasa lebih personal dan bernilai. Seperti dalam prosesi El Rumi dan Syifa Hadju, perasaan haru dan syukur tidak hanya dirasakan oleh mereka, tapi juga keluarga dan sahabat yang ikut menyaksikan. Sebagai tambahan, menangkap momen seperti ini dalam bentuk video atau foto yang didokumentasikan secara profesional sangat penting agar kisah perjalanan cinta dan komitmen ini bisa dikenang sepanjang masa. Saya sangat menyarankan siapa pun yang akan menjalani proses siraman dan sungkeman untuk berniat tulus, menghargai nilai keluarga, dan menjaga tradisi sebagai salah satu cara menghormati akar budaya kita.











































