Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Di Balik Balutan Gamis Murah
"Menikah dengan kamu? Tapi kamu anak sulung, harus menanggung dua orang tua yang sudah sakit-sakitan dan adik perempuan yang masih sekolah. Maaf aku gak sanggup bayangin hidup dengan mertua dan ipar yang benalu!" Suara wanita itu cukup keras sampai aku harus menoleh ke arah mereka. "Seenggaknya
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Jangan Berhenti Jadi Ibuku
"Saya terima nikah dan kawinnya Arumi binti Hermawan dengan mas kawin tersebut, tunai." "Bagaimana saksi? Sah?" "SAH!" seru Aldi lantang, suaranya sedikit bergetar namun paling keras di antara yang lain. "Alhamdulillah..." Doa dilantunkan. Air mata haru tak terbendung lagi. Bu Ratih men
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Bayi di Perut Jenzah Istriku masih bergerak
[ Mas masih lama? ] [ Hari iniii aja, jangan ambil lembur, ya! Plisss .... 🥺 ] [ Aku udah ngiler banget pengen makan martabak manis ] "Sarah, Sarah, kapan kamu mandiri, sih? Heuh," gumamku mengeluh, memprotes pesan yang dikirimnya. Aku hanya bisa mengeluh pada diri sendiri. Tak berani membal
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Misteri Ibu Mertua
"Oya, Mas. Tadi malam kamu tidur di mana?" yangku yang membuat Mas Huda terhenyak. Kenapa dia begitu? "Aku tidur di sofa, Nai. Ya, karena kecapekan tau-tau udah pagi jam empat aja." Mas Huda menjawab sambil mengayunkan sendok mengambil sambal ke piringnya. Ya. Jelas saja dia ketiduran karena
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

ISTRIKU TAK SEBODOH DUGAANKU
“Sayang, aku pulang!” Aku membuka kedua lengan tanpa berkata apa pun. Adeva tak ragu sedikit pun. Ia berlari kecil lalu masuk ke dalam pelukan, wajahnya menempel di dada. Tanganku mengusap punggungnya lembut naik turun. Gerakan yang sama. Tekanan yang sama. Suami romantis yang sama. “Aku kang
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Minggir! Jangan halangi jalan kalau nggak mau ketularan ba u minyak jelantah!" BAB 5 Suara cempreng itu menggema di koridor Fakultas Teknik yang ramai. Mentari yang sedang keberatan membawa tumpukan buku diktat 'Mekanika Rekayasa' nyaris terjungkal karena bahunya disenggol kasar. Buku-buku t
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Brankas Rahasia Almarhum Suamiku Part 2
"Eh, begini, Bu Naura. Berdasarkan dokumen yang kami miliki, tanah tempat rumah ini berdiri... umm... adalah tanah hibah dari Ibu Rus kepada putranya, Bapak Zidan Prakoso." "Iya, dan?" tanyaku, bingung dengan arah pembicaraan mereka. "Mas Zidan yang membangun rumah ini di atas tanah itu dengan u
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Heh! Tukang insinyur! Kamu ngukur tembok apa melamun? Dari tadi saya lihat meteran itu tidak bergerak dari angka sepuluh senti." Bab 4 Teguran keras itu membuyarkan lamunan Mentari. Ia nyaris menjatuhkan pensil dari telinganya. Di ambang pintu pos jaga yang sedang ia ukur, Wira berdiri denga
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Rumah Almarhum Suamiku Dibul Dozer.....😭
Lantai marmer ruang tamu ini terasa sedingin es di bawah telapak kaki telanjangku. Rasa dingin itu menjalar, merasuk hingga ke tulang, seolah menegaskan kekosongan yang kini menguasai rumah megah yang dulu begitu hangat. Sudah empat puluh hari berlalu sejak sore jaha nam itu, hari di mana duniaku r
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Wira! Kamu dengar Mama tidak? Letakkan garpu itu pelan-pelan. Jangan bikin gaduh!" BAB 3 Suara denting perak beradu dengan piring porselen terdengar nyaring. Wira meletakkan sendoknya dengan sedikit tenaga, membuat ibunya, Nyonya Elvara, memelototkan ma ta. Di seberang meja, Diana tampak pur
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

5b Ayah Senja menatap Angkasa ta jam. “Sejak kapan?” “Sebelum saya studi ke luar negeri, empat tahun lalu.” “Dan baru sekarang disampaikan?” suara ayah Senja meninggi. Angkasa mengangguk. “Saya ingin jujur sebelum melangkah lebih jauh.” “Ini bukan kejujuran,” potong ibu Senja. “Ini j
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
Wira duduk di kursi kerjanya yang berlapis kulit hitam. Pendingin ruangan di markas Batalyon 305 mendesis pelan, kontras dengan udara panas Karawang di luar sana. Di atas meja mahoni yang bersih dari debu, tergeletak dua benda yang sejak tadi menyita perhatian sang perwira muda. Sebuah SIM C atas n
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Misteri Ibu Mertua 1
"Dek, setelah ini. Ibu kita bawa ke kota saja, ya," ucap suami. Aku tahu itu bukan pernyataan meminta izin, tapi hanya sekedar formalitas memberitahu. Aku bisa apa selain mengiyakan? Lagi pula .... Suasana masih berkabung, lantaran bapak mertua baru meninggal beberapa hari lalu. Entah, beliau
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Tabungan Almarhum Suamiku part 9
Ternyata, layar ponsel lama itu menampilkan nama "Ibu Mertua". Jantungku berdesir, bukan karena rindu, tapi karena rasa muak yang mendadak naik ke kerongkongan. Aku menggeser tombol hijau dengan tangan gemetar sisa emosi tadi. "Halo, Hanum! Kamu itu di mana sebenarnya? Dicariin Panji nggak
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

CINTA BEDA KASTA SANG LETDA
"Heh! Kalau jalan pakai ma ta dong! Dasar u dik!" BAB 1 Bentakan ka sar itu memecah konsentrasi Mentari. Belum sempat gadis itu mencerna apa yang terjadi, tu buhnya sudah terhuyung ke samping. Motor matic tua bu tut yang dikendarainya kehilangan keseimbangan. Brak! Bunyi besi beradu den
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Dokterku Mantan Suamiku
“Silakan tiduran, Mbak. Dan buka kancing baju bagian atas.” Aku langsung tercekat. Aku mendongak, dan melihat pria bersetelan jas putih itu. Aryasa, mantan suamiku. Aku tidak menyangka dia bekerja di rumah sakit ini di Semarang. Tanganku refleks menutup dada. Tapi aku memang datang karena ada
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Sumpah yang Terbelah
“Sayang?” Apa maksudnya sayang? Sesaat aku belum mengerti karena terlalu syok. Bukankah Mas Pandu bilang sedang bekerja dan mendistribusikan kayu ke Jogja? Kenapa malah ada di sini? Seingatku, aku belum pernah bercerita pada Mas Pandu tentang Endang yang pindah ke Magelang sejak menikah. Jadi
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Tabungan Almarhum Suamiku part 8
Meski sangat menyenangkan mendapat kejutan, hari ini juga menjadi hari yang melelahkan. Aku harus membersihkan rumah ini sendiri selagi menunggu ART yang kupesan dari aplikasi datang. Walaupun mustahil akan bersih semua, setidaknya aku tak bisa diam melihat debu di mana-mana karena rumah ini l
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Yang Mereka Kira M a t i
"Benar. Aku harus pecat dia, Ma!" "Nah, lakukan itu! Apa lagi yang kamu tunggu?!" “Huft. Nggak semudah itu, Ma. Ibu mertuaku menyukainya. Menyukai cara kerjanya. Katanya Kirana makin ceria. Makin nurut. Terus si Rani telaten, katanya. Bersih. Nggak banyak bicara. Ibu mertua bahkan bilang, cuk
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Tabungan Almarhum Suamiku 7
Ia lantas memberikan senyum tipis yang entah mengapa terasa sangat familiar di mataku, sebelum ia masuk ke gerbang rumahnya yang megah. Aku masih berdiri mematung. Apakah ini kebetulan? Mengapa Allah mempertemukanku dengan pria yang memiliki nama yang sama dengan cinta sejatiku di saat aku baru saj
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Lihat lainnya
Wafa Farha
0Mengikuti
405Pengikut
8Suka dan simpan

Wafa Farha