Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
part 6 Tak lama kemudian, Kak Fikri kembali membawa dua bungkus nasi hangat dengan lauk komplit, dua teh manis panas, serta beberapa roti kemasan. Dia menyerahkan satu porsi kepadaku dengan tatapan yang teramat teduh. Bau harum masakan yang menyeruak di dalam mobil langsung membuat perutku menag
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

--- Misteri Ibu Mertua 3 "Assalamualaikum, Bu," sapaku lembut pada orang tuanya melahirkan Mas Huda itu. "Huek!" "Ibu gak papa?" Ponselku berdering. Saat kulirik benda pipih di atas meja itu, tampak nama Ibu. Kuklik save data yang telah terketik di laptop, lalu mengangkat telepon dar
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Part 5 cap Dia menatap lurus ke mataku, lalu menggelengkan kepala perlahan. Sudah lama aku tak mendapat tatapan itu dari seseorang. "Adek tahu? Tiga hari yang lalu... Kakak baru saja menguburkan Ibu Kakak," bisiknya dengan suara bergetar tipis. "Ibu Kakak meninggal karena sakit, dan rasanya.
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Misteri Ibu Mertua 2 "Oya, Mas. Tadi malam kamu tidur di mana?" yangku yang membuat Mas Huda terhenyak. Kenapa dia begitu? "Aku tidur di sofa, Nai. Ya, karena kecapekan tau-tau udah pagi jam empat aja." Mas Huda menjawab sambil mengayunkan sendok mengambil sambal ke piringnya. Ya. Jelas s
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

part 4 Hujan badai seolah makin brutal menghempas halte tua tempatku berteduh. Ujung baju seragam sekolahku yang basah meneteskan air dingin ke ubin semen yang retak-retak. Di atas telapak tanganku yang gemetar, dua lembar uang seratus ribuan terasa begitu tipis, licin dan menghina. Dua ratus
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Misteri Ibu Mertua 1 "Dek, setelah ini. Ibu kita bawa ke kota saja, ya," ucap suami. Aku tahu itu bukan pernyataan meminta izin, tapi hanya sekedar formalitas memberitahu. Aku bisa apa selain mengiyakan? Lagi pula .... Suasana masih berkabung, lantaran bapak mertua baru meninggal beberapa
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

part 4 Hujan badai seolah makin brutal menghempas halte tua tempatku berteduh. Ujung baju seragam sekolahku yang basah meneteskan air dingin ke ubin semen yang retak-retak. Di atas telapak tanganku yang gemetar, dua lembar uang seratus ribuan terasa begitu tipis, licin dan menghina. Dua ratus
Wafa Farha

Wafa Farha

1 suka

Cap 3 Ayah tidak menjawab pertanyaanku tentang kesalahanku. Beliau bahkan tidak mau menatap mataku secara langsung. Setiap kali mataku mencoba mencari secercah kehangatan di manik matanya, Ayah selalu memalingkan wajahnya ke arah halaman samping, memandang lurus ke kegelapan hujan tanpa sudi ber
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

part 2 "Biarkan saja dia! Anak pencuri seperti Syafiqa tak boleh dipelihara. Dia akan seperti tikus yang menghabiskan seluruh isi lumbung kita." Mataku begitu perih mendengar kata-kata Ayah yang menyebutku sebagai pencuri. Aku hanya mengambil hakkku yang dititipkan kepada Tante Maya, tapi bah
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Awalnya aku tak mengerti kenapa belakangan Ayah tampak gelisah dan tiba-tiba berbalik menyerangku. Dia sepenuhnya da di pihak ibu dan dua saudara tiriku. Yang tak pernah aku tahu ternyata…. Hujan gerimis mulai membasahi pelataran rumah megah berlantai dua yang berdiri kokoh di kawasan perumahan
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

--- Misteri Ibu Mertua 3 "Assalamualaikum, Bu," sapaku lembut pada orang tuanya melahirkan Mas Huda itu. "Huek!" "Ibu gak papa?" Ponselku berdering. Saat kulirik benda pipih di atas meja itu, tampak nama Ibu. Kuklik save data yang telah terketik di laptop, lalu mengangkat telepon dar
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

"Naura! Kamu gi* la, ya! Kenapa anak-anakku belum kamu mandiin? Aku udah telat kerja lho ini!" teriak Sarah. Wanita yang sudah berjam-jam ada di kamar untuk dandan. Aku sedang duduk di sofa. Tangan kiri scroll ponsel, tangan satunya lagi memakan biskuit yang selama ini kubeli pakai uangku sendi
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Part 2 Dia meminum air itu dengan susah payah. Butuh waktu beberapa detik sampai akhirnya dia bisa bernapas lega, meskipun napasnya masih tersengal-sengal. Aku terduduk di sampingnya, mengusap punggungnya yang bergetar karena tangis. "Kamu nggak papa? Ada yang luka? Mas takut banget tadi...
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

"Dek, setelah ini. Ibu kita bawa ke kota saja, ya," ucap suami. Aku tahu itu bukan pernyataan meminta izin, tapi hanya sekedar formalitas memberitahu. Aku bisa apa selain mengiyakan? Lagi pula .... Suasana masih berkabung, lantaran bapak mertua baru meninggal beberapa hari lalu. Entah, beliau
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

“Papa tidak akan datang kan, Ma?” tanya Jenaira dengan bahasa isyarat. Sorot matanya redup, menyiratkan kekecewaan. D ada Larasati rasanya seperti diha n ta m batu besar. Sesak sekali. Pertanyaan itu begitu sederhana, tetapi efeknya sanggup men go y ak luka lama yang belum juga mengering di hati
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

“Kamu ngapain, Sayang? Ngapain pegang HPku?” nada Mas Fahmi meninggi, jauh dari lembut yang biasa aku dengar. Aku ter ke jut. Tanganku refleks melepas. Hingga ponsel itu berpindah ka sar ke tangan Mas Fahmi. Detak jan tung ku seketika melonjak, bukan karena ketahuan, tapi karena suara ke ras. Su
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Stroke Setelah Semua Dusta
sudah end di KBM app penulis: Wafa Farha @TikTok Promosi Indonesia
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Sudah end di KBM app penulis: Wafa Farha @TikTok Promosi Indonesia
Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Wafa Farha

Wafa Farha

0 suka

Lihat lainnya
Wafa Farha
1Mengikuti
755Pengikut
12Suka dan simpan

Wafa Farha