Lemon8Lifestyle community

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Copy link

Get the full app experience

Discover more posts, hashtags, and features on the app.

Open Lemon8
Open Lemon8
Open Lemon8
Not now
Not now
Not now
  • Category
    • For You
    • Fashion
    • Beauty
    • Food
    • Wellness
    • Fitness
    • Relationship
    • Home
    • Travel
    • Reading
    • Pets
    • Outdoors
    • Photography
    • Cars
  • App version
  • Help
  • US
    • US
    • 日本
    • ไทย
    • Indonesia
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Official websitePrivacy PolicyTerms of ServiceCookies Policy
Pernikahan Batal karena Adikku Hamil Anak Calonku, Kunikahi Bos Calonku Saat itu juga
Lampu kristal di ballroom hotel bintang lima itu berpendar mewah, memantulkan cahaya pada ribuan bunga lili putih yang menghiasi setiap sudut ruangan. Bagi siapa pun, ini adalah pernikahan impian. Namun bagiku, aroma bunga itu terasa mencekik, seperti bau kematian bagi harga diriku. Aku berdiri
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Pernikahan Batal karena Adikku Hamil Anak Calonku, Kunikahi Bos Calonku Saat itu juga
Lampu kristal di ballroom hotel bintang lima itu berpendar mewah, memantulkan cahaya pada ribuan bunga lili putih yang menghiasi setiap sudut ruangan. Bagi siapa pun, ini adalah pernikahan impian. Namun bagiku, aroma bunga itu terasa mencekik, seperti bau kematian bagi harga diriku. Aku berdiri
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Part 4. **** Andaikan benar ini milik ibu, alangkah kasihan ibu dan calon adikku.   HP! Ya Tuhan ... aku dua hari ini belum ngecek HP ibu sama sekali.   Kucari HP ibu alhamdulillah ketemu di laci meja. Karena HP ibu mati maka aku cas terlebih dahulu.   Aku kaget karena ada panggilan tele
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

"Viona jangan!" itu yang dikatakan Afifah . Viona? Dia yang membantu mengasuh Affiia karena Afifah sibuk dengan kegiatan hijrah dan pengajiannya. Mengapa kakakkku harus ketakutan pada seorang pengasuh anak? Apa maksud dari kalimat *'jangan bawa Affiia, dia anakku'*? Sebuah kecurigaan yang menj
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Stroke Setelah Semua Dusta
Darahku mendadak berdesir hebat. Dika? Siapa Dika? Kenapa seorang pria bernama Hendra memanggil suamiku dengan sebutan 'Sayang'. Jariku bergetar saat aku memberanikan diri membuka riwayat percakapan itu. Pesannya bukan berisi soal semen, pasir atau tender proyek. Isinya adalah rangkaian kalimat
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Menukar Jiwa Kembaranku Part 3
Rasa terkejutku menguap dalam sekejap, digantikan oleh cairan es yang membekukan logika, menjadikannya tajam dan mematikan. "Aku ke sana sekarang! Kirimkan detail kamarnya lewat pesan." "Baik. Saya akan tunggu Anda di depan ICU." "Mas!" panggilku serak sebelum panggilan dimatikan. "Ya?"
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Stroke Setelah Semua Dusta
Darahku mendadak berdesir hebat. Dika? Siapa Dika? Kenapa seorang pria bernama Hendra memanggil suamiku dengan sebutan 'Sayang'. Jariku bergetar saat aku memberanikan diri membuka riwayat percakapan itu. Pesannya bukan berisi soal semen, pasir atau tender proyek. Isinya adalah rangkaian kalimat
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Menukar Jiwa dg Kakakku
Aku mungkin bar-bar, tapi bukan orang yang suka menindas orang lain dengan kekuasaan yang kumiliki. Biarlah, Afifah dan suaminya yang mengurusnya. Terserah, jika dia memilih hanya tinggal di rumah sebagai ART, yang penting bisnis jalan berkat suaminya. Nada sambung ke nomor Varel berdering lama
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Menukar Jiwa dengan Kakakku
Kakiku berpihak di Bandara Soekarno-Hatta yang lantainya berkilat memantulkan bayangan seorang wanita dengan jaket denim longgar, celana jins robek di lutut dan rambut hitam sebahu yang sengaja dibiarkan tergerai acak. Aku, Afika. Setelah tujuh tahun menghabiskan waktu di London untuk menyelesa
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Benda yang Terjebak di Perut Istriku
Dia meminum air itu dengan susah payah. Butuh waktu beberapa detik sampai akhirnya dia bisa bernapas lega, meskipun napasnya masih tersengal-sengal. Aku terduduk di sampingnya, mengusap punggungnya yang bergetar karena tangis. "Kamu nggak papa? Ada yang luka? Mas takut banget tadi...." Aku mena
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Benda yang Terje bak di Perut Istriku
"Assalamualaikum! Sayang!" Klik. Pintu itu terkunci rapat dari dalam. Aku mengerutkan kening. Biasanya, Nadira jarang mengunci pintu selarut ini jika ia tahu aku dalam perjalanan pulang. Aku mengetuk pelan, lalu agak keras. "Sayang? Nad? Ini aku, Arhan," panggilku. Hening. Aku melirik jam t
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Akad yang Salah part 2
Subuh pun tiba ..... Saat membuka pintu k a m a r, Ibu yang tertidur dengan duduk di lantai meletakkan kepala di sofa, menoleh. Lantas menghambur ke arahku. Melihat pakaian yang kukenakan berantakan dan kerudung tak beraturan. Pikirannya pasti tak karuan. Tapi kenapa Ibu ada di sini? Apa sema
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Akad Nikah Sama Ibu, tapi Aku yang Jadi Istrinya, Memangnya bisa? Semua orang bahagia, pun dua mempelai yang kini sedang duduk di atas pelaminan. Begitu pun aku, rasa lelah hari ini terbayarkan. Melihat senyum ibu, yang sudah sekian lama tak sebebas sekarang. Resepsi berjalan lancar. Tidak ad
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

"Fathan belum bangun, Sayang?" Aku bergeming. Lidahku kelu. Buliran air mata tidak sanggup lagi aku bendung. Pandanganku terasa kabur saat menatap punggung tegap suamiku dari pantulan cermin. Punggung yang sering aku pe luk, yang aku yakini sebagai pelindung, ternyata adalah tembok tinggi yang
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Benda yang Terje* bak di Per *ut Istriku
Jantungku berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari rongga da da. Mataku terpaku pada layar ponsel, menunggu detik demi detik rekaman itu berputar. Sangat penasaran, siapa yang datang? Pukul sepuluh malam. Seharusnya ada sesuatu di sana. Seharusnya ada sesosok manusia, sebuah kendaraan, a
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Stroke Setelah Semua Dusta
Part 2 Darahku mendadak berdesir hebat. Dika? Siapa Dika? Kenapa seorang pria bernama Hendra memanggil suamiku dengan sebutan 'Sayang'. Jariku bergetar saat aku memberanikan diri membuka riwayat percakapan itu. Pesannya bukan berisi soal semen, pasir atau tender proyek. Isinya adalah rangkaia
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Benda yang Terje *bak di Pe *rut Istriku
"Assalamualaikum! Sayang!" Klik. Pintu itu terkunci rapat dari dalam. Aku mengerutkan kening. Biasanya, Nadira jarang mengunci pintu selarut ini jika ia tahu aku dalam perjalanan pulang. Aku mengetuk pelan, lalu agak keras. "Sayang? Nad? Ini aku, Arhan," panggilku. Hening. Aku melirik jam t
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Stroke Setelah Semua Dusta
“Mas, kopinya nanti dingin,” tegurku lembut sambil meletakkan cangkir porselen di dekat tangannya. Hasnur mendongak, membalas dengan senyum tipis yang selalu berhasil menghangatkan hatiku. Kerutan di sudut matanya justru membuatnya terlihat semakin berwibawa di mataku. Di usia pernikahan kami ya
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Tabungan Almarhum Suamiku part 14
"Tunggu... siapa tadi namanya, Pak?" tanyaku memastikan, berharap aku salah dengar. "Umar Faruq," ulang Aditya, tampak sedikit heran dengan reaksiku yang tiba-tiba berubah. "Beliau salah satu pengacara senior yang paling disegani di kota ini. Kenapa, Bu? Ibu sudah mengenalnya?" Aku
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

Akad yang Salah
Semua orang bahagia, pun dua mempelai yang kini sedang duduk di atas pelaminan. Begitu pun aku, rasa lelah hari ini terbayarkan. Melihat senyum ibu, yang sudah sekian lama tak sebebas sekarang. Resepsi berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti dalam acara ini. Aku yang mengajukan diri langsung
Wafa Farha

Wafa Farha

0 likes

See more
Wafa Farha
1Following
732Followers
11Likes and saves

Wafa Farha