... Baca selengkapnyaSebelum jualan di Mercari, aku selalu mulai dari beberes rumah dulu. Biasanya aku keliling kamar sambil bawa kantong besar, terus pisahin: mana barang yang masih layak pakai, mana yang rusak banget. Di Jepang, banyak banget barang yang sebenernya masih bagus tapi cuma nggak kepakai. Nah, yang masih bagus inilah yang aku siapin buat dijual.
Soal jenis barang yang bisa dijual, pengalaman aku cukup beragam. Paling sering laku itu:
- Pakaian bekas (outer, jaket, baju kerja, tas)
- Barang rumah tangga kecil (gelas lucu, piring, alat dapur)
- Kosmetik atau skincare yang masih baru / belum dibuka
- Buku, majalah, dan komik
- Barang elektronik kecil (earphone, keyboard, mouse)
Selama barangnya bersih, jelas kondisinya, dan nggak termasuk barang terlarang Mercari, biasanya ada saja yang tertarik.
Waktu listing di Mercari, aku manfaatin kamera di aplikasinya. Aku foto barang dari depan, belakang, close-up bagian merek/brand, dan kalau ada cacat sedikit, itu juga aku foto. Justru kalau jujur nunjukin kekurangan, pembeli lebih percaya. Habis foto, fitur AI Mercari biasanya langsung nyaranin kategori dan nama produk, jadi hemat waktu banget. Tinggal cek, bener atau perlu diubah sedikit.
Di bagian deskripsi, aku tulis pakai bahasa Jepang sederhana. Misalnya untuk baju:
- 状態: 目立った傷や汚れなし (kondisi: tidak ada noda atau cacat mencolok)
- サイズ: M
- 使用回数: 数回着用 (dipakai beberapa kali)
Kalau nggak yakin bahasa Jepangnya, aku kadang pakai bantuan translate dulu, lalu sesuaikan biar terdengar natural.
Bagian yang menurutku paling penting itu tentuin harga. Di halaman pengaturan harga, Mercari otomatis nunjukin biaya transaksi 10% dan kira-kira uang bersih yang kita terima. Biasanya aku cek dulu barang sejenis di Mercari, lihat kisaran harga yang sudah terjual, lalu pasang harga sedikit di tengah-tengah. Kalau pengin barang cepat laku, aku turunin sedikit dari harga rata-rata.
Tips kecil lain: aktifin notifikasi. Kalau ada yang komen atau nawar harga, aku usahain balas cepat. Respon cepat bikin pembeli lebih yakin buat checkout. Dan setelah barang laku, jangan lupa packing rapi dan kirim sesuai metode pengiriman yang dipilih. Di Jepang, pembeli sangat menghargai barang yang dibungkus bersih dan aman.
Intinya, jual barang bekas di Mercari itu cocok banget buat yang tinggal di Jepang dan punya tumpukan barang menumpuk. Dari pada dibuang, mending dijadiin uang. Lama-lama, kalau sudah terbiasa, proses foto, listing, sampai barang kejual jadi makin cepat dan gampang.
serius bisa kak