Selama 3 Tahun, Covid Era Pernah Bikin Aku Seminder itu Sama Diri Sendiri
Karena aku punya kumis tipis, di tempat kerjaku yg penginapan sempat di ejek dan dijadikan bahan candaan oleh atasanku.
Setelah pindah ke pekerjaan yg baru, dengan lingkungan yg berbanding terbalik dengan area penginapan yg sunyi berubah menjadi suasana lingkungan yg ramai karena jabatanku sebagai kasir di tempat wisata yg sedang ramai dikunjungi.
Dengan rekan kerja yg semuanya terlihat cantik di mataku, dan lingkungannya yg memang berbeda dari yg sebelumnya. Disitu aku mulai merasa minder sama diri aku yg sempat di jadikan bahan ejekan dan candaan. Dari situlah awal mula aku ga pernah buka masker selama jam kerja, dari awal sampai jam pulang. Aku ga makan dan minum atau nge meal padahal keadaannya sangat ramai oleh pengunjung, kerja penuh dengan keringat dan transaksi yg tak kunjung berhenti sampai tutupnya tempat wisata tersebut.
Sampai aku bisa marah kalo ada yg tarik masker aku, karena mereka penasaran sama muka aku yg terus menerus ditutupi masker selama 3 tahun bekerja🥲
... Baca selengkapnyaSelama pandemi Covid-19, banyak dari kita mengalami perubahan besar dalam kehidupan sosial dan pekerjaan. Aku sendiri merasa sangat terbantu dengan adanya masker, bukan hanya sebagai pelindung dari virus, tetapi juga sebagai pelindung emosional. Masker menjadi bentengku ketika aku merasa minder dengan kumisku yang tipis dan ejekan dari lingkungan kerja sebelumnya.
Pengalaman ini mengajarkan aku banyak hal tentang pentingnya mencintai diri sendiri dan berani menerima kekurangan. Di lingkungan baru yang penuh dengan rekan kerja yang mempesona, aku sempat merasa terasing dan takut terlihat berbeda. Meskipun begitu, aku belajar bahwa setiap orang memiliki keunikan yang harus dihargai, dan penampilan bukanlah segalanya.
Aku juga menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik, meskipun memakai masker terus menerus melelahkan. Kadang aku memang melewatkan makan atau minum saat kerja, yang sebenarnya tidak baik untuk tubuh. Dari pengalaman ini, aku mulai berusaha mencari cara agar tetap bisa menjaga kesehatan tanpa mengorbankan rasa percaya diri, misalnya dengan memilih masker yang nyaman dan belajar untuk lebih menerima diriku apa adanya.
Pengalaman selama 3 tahun ini menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan mental dan pentingnya empati dari lingkungan sekitar. Kadang candaan atau ejekan kecil bisa sangat berpengaruh, jadi penting bagi kita untuk lebih sensitif terhadap perasaan orang lain dan memberikan dukungan positif.
Kalau ada yang mengalami hal serupa, aku ingin bilang jangan takut untuk menunjukkan siapa diri kalian sebenarnya. Rasa minder memang wajar, tapi jangan sampai mempengaruhi kebahagiaan dan produktivitas kita. Cobalah untuk mencari dukungan, baik dari teman dekat, keluarga, atau profesional jika perlu. Ingat, setiap orang berharga dan unik, dan kamu pantas untuk dihargai tanpa harus menutupi diri dengan masker terus menerus.