kok bisa anak batita dan Balita dapet MBG ya ?? bahkan ada tabel gizi...
Haiii teman teman lemon8 beberapa minggu belakangan ini anak batita (bawah tiga tahun) ku mendapat MBG nih, cukup membingungkan tp ya alhamdulillah banget... sebagian dari teman teman ku yg pnnya balita/batita jga tanya ke aku kenapa bisa dapat MBG? lah aku jga gatau ya... karna tiba tiba saja aku di datangkan ibu ibu dri puskesmas/posyandu (aku jga kurang paham) mereka datang dan memberi MBG..... aku sih alhamdulillah sekali ya + makanannya pun enak enak...
Kalau ibu ibu di lemon8 kira kira udh ada yg dapat MBG balita?
Boleh sharing ya pengalaman balita yg sdh dapet MBG salam sehat semua 🩷🩷🫰
2025/10/2 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur awalnya aku juga bingung kok anak batita yang belum sekolah bisa dapat MBG. Setelah tanya‑tanya ke petugas puskesmas dan posyandu, ternyata program MBG (Menu Bubur/Gizi, kadang disebut juga Menu Bergizi Seimbang) ini biasanya bagian dari program Germas dan pencegahan stunting di daerah kita. Jadi bukan cuma untuk anak sekolah, tapi juga untuk balita yang dipantau tumbuh kembangnya.
Dari penjelasan mereka, umumnya MBG balita bisa diberikan mulai usia 6 bulan ke atas (saat sudah mulai MPASI) sampai sekitar 5 tahun, tergantung kebijakan daerah dan hasil penimbangan di posyandu. Biasanya yang diutamakan adalah balita dengan berat badan kurang, risiko gizi kurang, atau yang masuk pemantauan khusus. Petugas puskesmas akan cek KMS/buku pink, tinggi badan, berat badan, lalu mereka putuskan apakah anak kita masuk kategori yang berhak dapat MBG.
Cara supaya balita kita bisa ikut program MBG sebenarnya simpel: rutin datang ke posyandu, ikuti jadwal penimbangan dan imunisasi, dan aktif tanya ke kader atau ibu puskesmas tentang program gizi seperti Germas, PMT, atau MBG balita. Dari pengalamanku, aku nggak daftar apa‑apa, tapi karena memang rajin datang ke posyandu, suatu hari ibu‑ibu puskesmas datang ke rumah bawa paket MBG berisi bekal nasi kuning, Rice Ball Ayam Telor Wortel, buah naga, susu Indomilk, sampai minuman merah. Lengkap dengan tabel informasi gizi di labelnya.
Menu germas yang mereka kasih itu bener‑bener menggambarkan makanan bergizi seimbang: ada karbo dari nasi atau bola nasi goreng, protein dari ayam, telur dadar, bakso, lemak sehat, plus serat dari timun dan buah naga. Buat aku ini jadi inspirasi bekal harian di rumah. Kadang aku coba bikin versi sederhana: nasi kuning dengan lauk telur dadar dan bakso, atau rice ball isi ayam, wortel, dan telur, karena anakku lebih semangat makan kalau bentuknya lucu seperti bola nasi.
Satu hal yang menurutku penting: jangan ragu nanya ke petugas tentang komposisi menu germas yang dikasih. Di label "Rice Ball Ayam Telor Wortel" dan "Buah Naga" itu biasanya ada informasi kalori, karbohidrat, protein, dan lemak. Dari situ kita bisa belajar kira‑kira porsi ideal untuk balita, jadi bisa ditiru di menu rumahan. Kalau balita belum sekolah, tetap boleh banget tanyakan apakah ada jatah MBG atau PMT untuk usia di bawah tiga tahun, supaya kita nggak ketinggalan info.
Buat ibu‑ibu yang baru dengar soal MBG balita, saran dari aku: mulai dari rajin ke posyandu, catat jadwal, dan bangun komunikasi baik dengan kader. Kadang info program seperti ini memang nggak selalu diumumkan di grup besar, tapi lebih ke keluarga yang aktif dan balitanya masuk pantauan. Semoga sharing ini bisa bantu jawab rasa penasaran tentang cara mendapatkan MBG balita, dari umur berapa bisa dapat, dan contoh menu germas yang biasanya mereka bagikan.
anakku gk dapet kak..cuma kalo posyandu aja dapet PMT 😂 hahaha tapi itu keren loh ada tabel gizinya juga🥰