Ada yg ngerasa relate gak sih kalo diusia 20an ini kita gampang bgt futur krn ngeliat tren tren yg viral saat ini :(
Imannya sering goyah? kepengen jg ikut style hijab yg mungkin cocok di muka kita tapi maafđđ» gak nutup dada atau bahkan gak sesuai syariatđ„Č
Mari saling mengingatkan ya untuk stay istiqomah belajar lebih baik. Belum syar'i gpp sih kataku ASAL jgn diluar batas aturan dong ya. Proses hijrah tuh gak seserem itu kok kalo kita bisa kuat sekali lagiđ
Berat sih jujur, tapi semoga itu lah yg bkin smngat kita naik lagi. Sebagai perempuan memang prosesnya akan jauh beda sama laki laki terutama hal berpakaian. Dan perempuan bisa dikatakan sedikit lebih ribet dan tentu akan sangat mencolok ya di perubahan kecilnyađ
Mulai konsisten pakai hijab tutup dada aja pasti ada aja yg bakal nyenggol hehe
Dalam hadispun sdh di peringatkanđđ»
"Dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang, dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku kira yang penting udah "asal pakai hijab" aja. Tapi lama-lama aku sadar, kok malah banyak gaya jilbab yang justru bisa bikin nafsu laki-laki ya? Hijab ketat, baju nempel badan, celana pensil, bahkan kadang bajunya udah syarâi tapi bahannya nerawang. Dari luar kelihatan sopan, tapi ternyata masih bisa masuk kategori "berpakaian tapi tidak berpakaian".
Kalimat itu pertama kali aku dengar dari hadits tentang wanita yang berpakaian tapi telanjang. Awalnya terdengar ekstrem, tapi makin ke sini aku jadi paham: kita ini memang kelihatan pakai baju, tapi kalau bentuk tubuh masih kelihatan jelas, ya tetap aja menarik pandangan dan bisa memicu nafsu pria.
Di fase hijrah, aku mulai pelan-pelan banget. Pertama, aku belajar bedain mana hijab yang benar-benar nutup dada dan mana yang cuma jadi aksesoris. Aku ganti pashmina tipis yang gampang melambai-lambai ke bahan yang lebih tebal dan jatuhnya nggak membentuk leher dan dada. Lalu mulai coba baju longgarâbukan berarti harus langsung gamis besar, tapi atasan yang jatuhnya lebar dan nggak mengikuti lekuk tubuh.
Soal bawahan, aku juga pelan-pelan pindah ke rok atau kulot longgar. Awalnya risih karena biasa pakai jeans ketat. Tapi ternyata kalau dipaduin dengan atasan yang manis, masih bisa kelihatan stylish tanpa mengundang tatapan aneh. Tambah ciput biar rambut dan jidat poni nggak keluar-keluar, plus kaos kaki supaya betis dan kaki nggak terbuka saat jalan atau naik motor.
Yang paling kerasa tantangannya justru komentar orang sekitar. Ada yang bilang, "Lebay amat, kan udah nutup rambut" atau "Nanti juga balik lagi style lamanya". Di situ imanku sering goyah, apalagi kalau lihat gambar kartun muslimah di sosmed yang kelihatan cantik banget dengan style yang sebenarnya kurang syarâi. Bikin mikir, "Apa aku harus gitu juga biar kelihatan estetik?"
Tapi aku ingat lagi niat awal: bukan sekadar ikut tren, tapi pengen jaga diri dan jaga pandangan laki-laki. Bukan berarti kita bertanggung jawab penuh atas nafsu orang lain, tapi pakaian kita memang bisa jadi salah satu pemicu. Jadi aku memilih untuk ambil bagian yang bisa aku kontrol: cara berpakaian.
Kalau kamu lagi di fase ini juga, nggak apa-apa kok kalau belum sempurna. Mulai saja dari satu perubahan kecil: hijab tutup dada dulu, atau ganti celana ketat ke kulot, atau mulai disiplin pakai kaos kaki. Jangan lupa sering-sering muhasabah: apakah outfit hari ini masih bikin lekuk tubuh kelihatan? Apakah kalau berdiri di depan cermin dan agak membungkuk, baju masih menempel di badan?
Intinya, hijrah soal hijab dan pakaian itu proses panjang. Yang penting, kita terus belajar biar nggak termasuk golongan "berpakaian tapi telanjang" dan nggak sengaja bikin nafsu pria terundang lewat outfit yang kita pakai. Keep pelan-pelan, tapi jangan berhenti.
Semoga Allah memberkahimu ,memberimu hidayah selalu baarakallahu fiiki saudariku,smg istikomah ,dan sabar,di hampiri org orang baik yg berkarakter baikđ„°
kak, kalo pake pashmina tapi gak pake jarum tuh juga gak disarankan kan? aku kadang gemes liat di kampusku banyak yg pake pashmina tanpa jarum. kayak pengen aku lepas sekalian aja pashminanyađkeliatan bgt lehernya astaga. padahal jarum enggak mahal.
Semoga Allah memberkahimu ,memberimu hidayah selalu baarakallahu fiiki saudariku,smg istikomah ,dan sabar,di hampiri org orang baik yg berkarakter baikđ„°