CIRI CIRI KAMU PUNYA MENTAL MISKIN !
Semua dalama hidup ini rasanya sebuah pembelajaran yg patut kita ambil hikmahnya..
Jujur salah satunya ada mental miskin ini..Dulu aku takut banget apalagi keluar dari zona nyaman..Makanya aku bertahun2 kerja disitu mulu betah..Tapi saat aku memutuskan menjadi pengusaha Semua rasa takutku aku tinggalkan untuk bisa berkembang..
Dan nyatanya dunia lain tdk begitu menakutkan saat kita bisa Mengendalikan dgn baik..meski banyak hal dan kerugian pernah aku lalui..tapi tdk pa2 itu adalah bagian dari pada prosess hidup
Nahh coba baca apakah teman2 ada ciri2 mental miskin 😁 ?Dan btw aku udah pernah alami jg boros2 dan hura2 tapi skrang tdk karena sudah banyak belajar 😁
jadi menurutku saat kamu ingin berkembang tdk ada hal yg perlu kamu takuti ..
#TentangKehidupan #PerasaanKu #BahasMental #ViralTerbaru #mentalhealthawareness
Dulu aku baru sadar punya "mental miskin" saat berkali-kali maksa kehendak sendiri dan ujung-ujungnya capek sendiri. Di kepala aku, maunya semua ikut cara pikirku, termasuk soal uang dan keputusan hidup. Padahal, makin sering kita memaksakan kehendak, makin kelihatan kalau kita belum siap menerima realita dan belum mau berkembang. Menurutku, salah satu ciri mental miskin itu ketika kita selalu mau menang sendiri. Misalnya, kalau teman kasih saran buat hemat atau belajar investasi, kita malah ngeyel: "hidup cuma sekali, ya dihabisin aja". Padahal yang mereka bilang itu demi kebaikan kita. Sikap keras kepala dan nggak mau dengar orang lain bikin kita stuck di situ-situ aja. Lalu soal "enggan". Banyak orang tanya, apa itu enggan? Buat aku, enggan itu rasa malas bercampur takut dan ragu. Kita tahu harus berubah, tahu harus belajar hal baru, tahu harus keluar dari zona nyaman, tapi selalu bilang, "nanti aja", "belum siap", atau "takut gagal". Itulah bentuk enggan yang pelan-pelan menghambat rezeki dan perkembangan diri. Contohnya, dulu aku enggan banget belajar tentang rencana keuangan. Gajian habis buat jajan, ngopi, hura-hura, FOMO belanja karena promo. Setiap diajak bikin catatan keuangan atau ikut tantangan menabung, aku selalu cari alasan. Dalam hati, aku memaksakan kehendak: "aku kerja capek, wajar dong kalau aku foya-foya". Akhirnya ya gitu, pas ada kebutuhan mendadak, panik sendiri. Aku juga pernah enggan ambil risiko dan perubahan. Padahal di dalam hati pengin jadi pengusaha. Tapi selama bertahun-tahun aku bertahan di zona nyaman kerjaan yang sama, padahal udah nggak berkembang. Di titik itu, aku sadar: rasa enggan ini ternyata bagian dari mental miskin. Bukan cuma soal uang, tapi juga pola pikir yang takut gagal dan terlalu fokus pada kekurangan. Pelan-pelan aku belajar untuk tidak memaksakan kehendak ke orang lain maupun ke diri sendiri. Aku mulai dengar saran orang yang lebih berpengalaman, belajar menerima kalau pendapatku belum tentu paling benar. Dari situ, aku jadi lebih terbuka untuk belajar hal baru, ikut kelas, baca buku, sampai bikin tantangan menabung sendiri. Sekarang kalau merasa enggan, aku tanya ke diri sendiri: "Aku beneran nggak mau, atau cuma takut dan malas?". Kalau jawabannya cuma takut, aku paksa sedikit diri sendiri untuk melangkah. Bukan memaksakan kehendak ke orang lain, tapi ke diri sendiri supaya nggak stuck. Menurutku, keluar dari mental miskin itu proses. Mulai dari berhenti fokus pada kekurangan, kurangi mengeluh, belajar terima risiko kecil, berhenti berpikir instan, dan yang paling penting: jangan memaksakan kehendak saat kondisi belum mendukung. Belajar bedain mana keinginan, mana kebutuhan. Dan jangan terlalu enggan untuk berubah, karena justru di perubahan itu peluang baru biasanya muncul.




Semuanya Kak Yasa 😂