Day 6 MPASI (Metode MPASI Jepang)

Hari keenam Baby Arkan MPASI. Menu hari ini adalah Nasi dan Buncis. Dan menu ini untuk makan 2 kali sehari (pagi dan sore).

Noted: Untuk serat panjang di sisi buncis atau biasa disebut sulur/benang buncis harus dibuang terlebih dahulu. Kenapa harus dibuang? Karena sulur adalah serat yang keras, susah dicerna, dan berisiko menyebabkan bayi sembelit serta tersedak karena teksturnya yang berserabut.

Ini dia resepnya :

🤍 Nasi 40 gr (2 sendok makan)

🤍 Buncis 10 gr

🤍 Air 250 Ml

Kemudian blender halus ya bun. Dan MPASI siap di berikan pada si kecil. Sesuaikan tekstur dengan usia ya bun jangan terlalu kental untuk pertama kali MPASI ✨️

#MyJourney #mpasi #bayi #bayigemoy #newmomlife

5/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMemasuki hari keenam pemberian MPASI untuk bayi, sangat penting untuk memberikan variasi makanan yang tidak hanya lezat tapi juga bergizi dan mudah dicerna. Dalam pengalaman saya, menggunakan metode MPASI Jepang memberikan pendekatan yang sangat praktis dan efektif, terutama dalam pengolahan bahan makanan seperti nasi dan buncis. Salah satu hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana cara mempersiapkan buncis dengan benar, karena serat panjang pada buncis dapat menyulitkan pencernaan bayi dan berpotensi menyebabkan tersedak. Oleh karena itu, membuang sulur atau benang buncis menjadi langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Ini memang sedikit memakan waktu, tapi demi keamanan dan kenyamanan bayi, upaya ini sangat bernilai. Dalam praktiknya, saya menggunakan takaran sekitar 40 gram nasi dan 10 gram buncis dengan air sebanyak 250 ml, lalu semuanya saya blender hingga halus. Tekstur makanan ini harus disesuaikan dengan usia bayi—jangan terlalu kental agar lebih mudah dicerna terutama di awal pemberian MPASI. Selain memastikan tekstur yang tepat, memperhatikan frekuensi makan juga penting. Memberikan makanan dua kali sehari pagi dan sore seperti ini membantu bayi terbiasa dengan pola makan baru tanpa membuatnya merasa terbebani. Saya juga menyadari manfaat dari pembagian jadwal MPASI yang konsisten, dimana bayi memiliki waktu cukup untuk mencerna makanan sebelum menerima menu berikutnya. Hal ini ternyata membantu meningkatkan nafsu makan dan mengurangi risiko sembelit. Mengadaptasi metode MPASI Jepang ini sangat berguna karena menekankan kesederhanaan bahan dan proses, yang cocok untuk para orang tua baru yang mungkin masih belajar memahami kebutuhan nutrisi bayi. Saya percaya dengan pendekatan yang tepat, MPASI bukan hanya soal memberikan makanan, tapi juga membangun fondasi kebiasaan makan sehat yang akan berguna seumur hidup anak.