Kebiasaan kita yg kurang baik tapi jarang disadari

Hai... Hai lemonade 🍋 apa kabar hari ini... 🤗

semoga pada sehat dan bahagia y.. 🥰

siapa disini yg kalo pas keluar makan ntah itu sama anak", suami atau keluarga atau juga teman ha ha Hi Hi... 😂 selalu kalap semua makanan kalo bisa kita pesan... yg ujung "nya mubadzir tidak kemakan krn kekenyangan atau emang makananya/minumannya kurang worth it. atau juga krn gengsi pingin dilihat orang, klo kita mampu🤭🤭🤭

trus pas pulang sampe rumah ada rasa penyesalan,kita bahas... ;klo gak krn 💵 Harga: kemahalan ✅

rasa yg kurang enak✅

tempat yang kurang bersih atau aesthetic ✅

pelayanan yg kurang ramah atau kurang gercep ✅

kita nyalahin orang. padahal semua kebiasaan belanja atau makan yg berlebihan itu sebenarnya hanya didasarkan emosi yang terpendam tp gak tau harus di lampiaskan kesiapa ??? jadinya lapar mata dan kalap.

Hayoo cung... ☝☝☝siapa disini yg masih punya kebiasaan kurang baik seperti diatas...

ngaku... 🤭🤭🤭

tapi aku juga kadang masih ada juga sesekali seperti itu lemoners🫣#kebiasaanjelek #TipsLemon8 #PengalamanKu

2/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam pengalaman pribadi, saya sering menyadari kalau kebiasaan 'lapar mata' ini memang susah untuk dihilangkan sepenuhnya. Kadang ketika makan bersama keluarga atau teman, kita tanpa sadar ingin memesan banyak makanan supaya terlihat mampu atau karena takut ketinggalan sesuatu yang enak. Ini menyebabkan pemborosan serta rasa kurang puas karena tidak semua makanan habis dimakan. Saya belajar untuk lebih sadar dan mengatur keinginan saat berada di restoran dengan beberapa cara. Salah satunya adalah membuat perencanaan sebelumnya, memikirkan apa yang benar-benar ingin saya makan dan sesuaikan dengan kebutuhan saja. Selain itu, saya juga mencoba untuk mengurangi gengsi yang sebenarnya cuma membawa beban mental dan finansial. Memilih tempat makan yang nyaman dan pelayanan ramah ternyata juga memengaruhi kepuasan yang kita rasakan, sehingga tidak perlu berlebihan dalam memesan makanan yang berpotensi mubazir. Jika ada rasa emosi terpendam yang memicu kebiasaan kalap ini, saya sarankan untuk mencari cara lain melampiaskannya, misalnya dengan olahraga atau hobi lain yang positif. Kebiasaan sarapan pagi berlebihan juga merupakan contoh bagaimana 'lapar mata' bisa terjadi di waktu yang berbeda. Mengurangi kebiasaan kurang baik ini memang butuh kesadaran diri dan dukungan lingkungan. Tapi dengan latihan dan refleksi, perlahan kita bisa lebih bijak dalam mengelola nafsu makan dan pengeluaran kita. Semoga sharing ini dapat memberikan tambahan perspektif dan motivasi bagi teman-teman lemoners untuk lebih mindful dan hemat—karena kebahagiaan sejati adalah saat kita bisa menikmati makanan tanpa ada penyesalan di kemudian hari.