Kalian pastinya ga asing kan ya sama istilah 'pinjol' ?
Aku kalau lagi kepepet terus ga pegang uang sama sekali,aku larinya ke pinjol😭
Ehhh tapi tempatku ini terjamin aman loh, soalnya aku minjemnya ke adik aku sendiri🙈 Karena secara finansial dia lebih mampu dibandingkan aku. Jadi kalau ada keperluan mendesak aku langsung minta bantuan dia hehe. Tapi tenang, setelah uang bulanan cair,aku langsung bayar ko.
Pinjamnya suruh aku TF ke spay ku, setelah itu aku tarik ke Indomaret terdekat heheh.
... Baca selengkapnyaAku tuh sempat juga kayak kalian, kepo banget sama yang namanya aplikasi pinjol teraman. Di iklan kelihatannya enak banget: cair cepat, syarat gampang, bisa ditarik di Indomaret, dll. Tapi makin sering baca curhatan orang-orang yang dikejar debt collector, bunganya mencekik, data disebar, aku jadi mikir ulang sebelum nekat daftar.
Makanya buat aku, "pinjol" teraman versi IRT tuh ya tetap dari orang terdekat yang benar-benar kita percaya. Aku biasanya pinjam ke adik, terus dia transfer ke spay aku, baru aku tarik tunai di Indomaret. Secara teknis sih kelihatan kayak pinjol (ada transfer, ada penarikan, ada chat WhatsApp minta pinjaman), tapi bedanya: bunganya nol, nggak ada ancaman, dan batas waktunya bisa dibicarakan baik-baik.
Kalau pun kalian lagi cari aplikasi pinjol teraman beneran (bukan cuma ke saudara), ada beberapa hal yang aku pelajari dari pengalaman teman-teman:
1. Pastikan aplikasi pinjol terdaftar dan berizin OJK. Jangan cuma lihat rating di Play Store, tapi cek langsung di website resmi OJK. Aplikasi ilegal biasanya bunganya tinggi dan cara nagihnya kasar.
2. Hitung total cicilan sebelum klik "setuju". Banyak yang cuma lihat "cicilan per bulan" tanpa sadar bunganya besar, ada biaya admin, biaya layanan, dan lain-lain. Kalau total pengembalian bisa dua kali lipat dari pinjaman awal, mending pikir-pikir lagi.
3. Jangan ambil lebih dari kebutuhan mendesak. Aku pribadi kalau kepepet, pinjam secukupnya aja. Misal butuh 100 ribu ya pinjam segitu, jangan sekalian 500 ribu hanya karena limitnya besar. Ingat, nanti yang pusing bayar itu kita sendiri pas gajian atau uang bulanan cair.
4. Siapkan rencana bayar dari awal. Aku selalu pasang mindset: begitu uang bulanan masuk, utang harus diberesin dulu. Jadi nggak keburu kepake buat yang lain. Kalau nggak disiplin, gampang banget kejebak gali lubang tutup lubang.
5. Pertimbangkan opsi lain sebelum pinjol. Misalnya jual barang yang sudah jarang dipakai, kerja freelance kecil-kecilan, atau pinjam ke keluarga/teman dekat dengan perjanjian jelas. Buat aku, ini tetap "pinjol teraman" karena tekanannya jauh lebih kecil.
Sekarang setiap kali tergoda download aplikasi pinjol yang katanya paling aman, aku ingat lagi riwayat transaksi di ponsel: tarik tunai Rp100.000 di Indomaret, isi saldo dari transfer bank Rp105.000, dan chat WhatsApp minta tolong ke adik yang jawab, "Ndak ngrepotne budhe". Rasanya jauh lebih tenang dibanding harus berurusan sama aplikasi yang nggak jelas.
Intinya, apa pun pilihannya, entah itu pinjam ke orang terdekat atau pakai aplikasi pinjol teraman, yang penting tetap sadar risiko dan tahu batas kemampuan bayar. Jangan sampai demi solusi cepat, kita malah dapat drama panjang di belakang hari.
puji Tuhan sejauh ini ngak pernah pinjam ke siapapun tapi suadar2 aku kalau lagi perlu pasti larinya ke aku tanpa babibu langsung tak tf karena aku tipe yg ngak tegaan sama saudara 😁😁😁
puji Tuhan sejauh ini ngak pernah pinjam ke siapapun tapi suadar2 aku kalau lagi perlu pasti larinya ke aku tanpa babibu langsung tak tf karena aku tipe yg ngak tegaan sama saudara 😁😁😁