... Baca selengkapnyaKue lumpang ijo ini termasuk salah satu kue basah tradisional yang selalu bikin nostalgia suasana pasar pagi. Pertama kali aku coba bikin sendiri, jujur sempat beberapa kali gagal: pernah terlalu keras, pernah juga warnanya pucat. Setelah beberapa kali otak-atik resep, akhirnya ketemu komposisi yang pas antara tepung sagu, tepung beras, santan, dan sari pandan suji.
Biasanya aku pakai santan kental dari 1/2 butir kelapa yang diperas dengan air hangat, supaya rasa gurihnya lebih berasa. Buat sari pandan dan suji, aku blender daun pandan dan daun suji dengan sedikit air, lalu saring. Campuran dua daun ini yang bikin warna hijau cerah dan wangi khas kue ijo. Kalau mau praktis, bisa pakai pasta pandan, tapi menurutku wangi daun asli tetap beda dan lebih enak.
Tips penting waktu mengaduk adonan: pastikan gula pasir benar-benar larut dulu dalam santan, baru masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil disaring supaya tidak bergerindil. Adonan kue lumpang yang bagus teksturnya halus, agak kental tapi masih bisa dituang. Sebelum dikukus, aku selalu saring sekali lagi agar hasil kue lebih lembut.
Untuk cetakan, aku pakai cetakan kecil-kecil khusus kue lumpang; kalau tidak punya, bisa pakai cetakan kue talam atau cetakan plastik kecil tahan panas. Olesi tipis dengan minyak supaya mudah dilepas. Kukus dalam kukusan yang sudah dipanaskan, jangan lupa bungkus tutup kukusan dengan kain bersih supaya uap air tidak menetes ke permukaan kue dan bikin bolong-bolong.
Toping kelapa parut kukus juga penting. Aku biasa pakai kelapa parut agak muda, dikukus sekitar 10 menit dengan sedikit garam. Selain bikin lebih awet, rasanya juga jadi gurih pas. Taburkan kelapa parut di atas kue lumpang ijo sesaat setelah kue agak hangat, jadi tidak langsung menyerap terlalu banyak air.
Kalau teman-teman lagi cari ide 100 kue tradisional Indonesia beserta gambarnya, kue lumpang ijo ini wajib masuk daftar. Bentuknya imut, warna hijau pandan suji dengan taburan kelapa putih kontras, cantik banget difoto buat katalog jualan atau konten. Di daerahku, Cikarang – Kabupaten Bekasi, kue ini sering banget muncul di snack box acara arisan dan pengajian.
Versi yang aku share ini cocok juga kalau mau dijual, karena hasilnya bisa sekitar 16 pcs dari satu resep. Tinggal atur cetakan dan ukuran sesuai kebutuhan. Kalau mau variasi, bisa ditambah sedikit pasta pandan supaya warna hijanya lebih ngejreng, atau diberi lapisan tipis gula merah cair di bagian bawah untuk rasa yang lebih kompleks.
Buat yang baru pertama kali bikin kue basah tradisional, jangan takut mencoba. Kuncinya di api kukusan yang stabil, adonan yang halus, dan santan yang tidak pecah. Dari pengalaman pribadi, begitu sekali berhasil, bikin kue lumpang ijo ini jadi nagih dan sering jadi andalan setiap ada pesanan snack atau sekadar camilan sore di rumah.