Ramadhan setan di ikat, kenapa masih ada maksiat⁉️
Pernah bayangkan nggak, sosok Rasulullah yang paling penyayang dan lembut, tiba-tiba mengucapkan kalimat yang "keras"?
Di menit 04:44 khutbahnya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) membongkar sebuah hadits yang bikin merinding. Saat Nabi SAW naik mimbar, beliau mengucapkan "Amin" untuk doa Malaikat Jibril.
Isi doanya? Kecelakaan dan kehinaan bagi seorang Muslim.
Siapa mereka? Yaitu:
"Raghima Anfu Rajulin..." (Orang yang hidungnya tersungkur/tercoreng).
Kenapa mereka disebut celaka?
Karena mereka mendapati bulan Ramadhan, mereka ada di dalamnya, tapi mereka keluar dari bulan suci tanpa membawa AMPUNAN dari Allah SWT.
Kok bisa?
Fasilitas diabaikan: Allah sudah buka pintu ampunan 24 jam (siang-malam), tapi dia pilih tetap sibuk dengan dunianya.
Puasa sekadar lapar: Menahan makan-minum, tapi lisan masih ghibah, mata masih maksiat, dan hati masih sombong.
Enggan bertaubat: Merasa dosanya sedikit atau merasa masih punya banyak waktu di tahun depan.
UAH mengingatkan kita dengan tegas: "Keterlaluan orang itu." Ibarat dikasih hadiah 100 juta di depan mata tapi malah buang muka.
Ramadhan bukan cuma soal pindah jam makan, tapi soal RESET DOSA. Jangan sampai kita jadi orang yang "tercoreng" wajahnya di hadapan Allah karena menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Yuk, mumpung masih ada waktu, kita maksimalkan setiap detiknya. Minimal, jangan lewatkan doa minta ampunan di setiap sujud kita.
Tag sahabat atau keluarga kamu buat saling mengingatkan. Jangan sampai kita jadi golongan yang merugi! 🙏✨





























































