Jujur Dimana Kasta Kopi kalian ? 🥰

🤣 "Ngopi tuh ada levelnya guys…

☕ Pro: ngopi kayak lagi ujian skripsi, serius banget.

😎 Medium: yang penting ada foam sama latte art.

🤭 Beginner: baru kenalan sama kopi, masih manis2 aja.

📱 FOMO: kopi = properti foto story, rasanya nomor 2.

Jadi… jujur aja, kalian di level mana nih? 👀👇"

#LifeBingo #ViralTerbaru #coffeeaddict #kopi #ViralOnLemon8

2025/8/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau ngomongin kasta kopi di Indonesia, ternyata bukan cuma soal mahal atau murah ya, tapi lebih ke gaya ngopi masing-masing. Aku pribadi pernah lewat semua level: dari yang cuma cari kopi aesthetic buat foto sampai akhirnya jatuh cinta sama menu manual brew. Dulu banget aku tipe FOMO: lihat gambar kopi di Instagram yang cantik, langsung pengen coba. Yang penting ada foam, latte art lucu, gelasnya cakep, dan bisa jadi properti foto story. Rasanya nomor dua, asal nggak terlalu pahit. Kopi hitam dingin? Lewat. Lebih milih yang manis-manis, warna hijau matcha atau latte dingin yang aesthetic di atas meja kayu atau kain kotak-kotak. Pelan-pelan, mulai naik kasta ke level beginner. Di sini aku baru kenalan sama dunia kopi Indonesia: mulai coba menu kopi Indonesia yang basic dulu, kayak kopi susu gula aren, es kopi tubruk, sampai kopi sachet di rumah. Jujur, fase ini seru banget karena tiap hari rasanya kayak eksplor, tapi lidah masih belum kuat nerima pahit yang ekstrim. Terus ada satu momen penting: ngopi di alfamart malam hari. Ini pengalaman yang relatable banget kan? Habis pulang, lihat mesin kopi kecil di minimarket, iseng beli kopi hitam dingin sambil duduk di depan toko. Rasanya mungkin nggak sekompleks manual brew di coffee shop, tapi vibe-nya beda: sepi, lampu neon, dan momen sendirian yang bikin kamu mikir, "Eh, enak juga ya kopi pahit kayak gini." Dari sini baru berani naik level. Masuk ke kasta medium, mulai aware soal tulisan coffee shop yang benar, cara barista nulis menu manual brew apa saja di papan: V60, Kalita, French Press, Aeropress, sampai Cold Brew. Awalnya cuma baca sekilas, lama-lama penasaran, apa sih bedanya manual brew setiap metode? Coba satu-satu, sambil ngobrol sama barista. Ternyata kopi itu nggak cuma pahit, ada rasa fruity, floral, nutty tergantung biji dan cara brewing-nya. Sekarang kalau ngopi di cafe siang hari, aku sudah lebih pilih-pilih. Kadang pengen nongkrong sambil kerja, pesan menu manual brew, ditemani biji kopi yang di-grind fresh dan alat-alat kopi yang dipajang rapi di bar. Tapi sisi FOMO-nya masih ada: tetap suka kalau minumanku kelihatan kopi aesthetic, apalagi kalau ada latte art yang niat. Foto dulu, minum belakangan. Menurut aku, nggak ada kasta kopi yang benar atau salah. Mau kamu pecinta kopi Indonesia tradisional, anak cafe yang doyan manual brew, atau tim FOMO yang ngopi cuma buat foto, semuanya sah-sah aja. Yang penting kamu menikmati prosesnya dan pelan-pelan belajar soal kopi sesuai kenyamanan kamu sendiri. Kalau kamu sendiri gimana? Lebih sering ngopi di cafe siang hari, nongkrong di coffee shop, atau justru tim ngopi di alfamart malam hari? Dan dari semua menu manual brew yang pernah kamu lihat, mana yang paling bikin kamu penasaran buat dicoba?

Cari ·
resep sayur

74 komentar

Gambar Klsm Trench
Klsm Trench

kalo aku apapun asal jgn kopi item tanpa gula, gk ketelen. 😂 minimal harus ada manis2 ny dikit lah ya.

Gambar EnoID 👩‍🍳
EnoID 👩‍🍳

Espresso ga kuat, americano kek air kobokan doang, alhasil manual brew. Khusus kopi gayo ya tapii, ga doyan kopi lain

Lihat lainnya(4)

Lihat komentar lainnya