Si Penulis BPJS (Belum Punya? Jalanin Saja!)
Kamu penulis BPJS juga, Dears?
Sama dong.
Atau, masih merasa belum siap untuk memulai apa pun yang kamu ingin coba mulai?
Sini ... kita gandengan yuk!
Jyujyur, aku belum pernah nyicip asiknya nulis di cafe, di perpus, atau tempat estetik lainnya. Persis yang ada dibayanganku waktu masih bocil dulu. When yaaaa ....
Sebagai anak yang sejak awal nggak didukung penuh, aku paham rasanya sering dibiarkan berjuang tanpa banyak sokongan pas lagi butuh-butuhnya. Itu ... menyakitkan. I know.
Nggak punya ruang aman untuk menunjukkan betapa skill butuh fasilitas penunjang di masa awal memulai. Bahwa naik tingkat selalu ada "modal" yang perlu dikeluarkan.
Orang dewasa "di sekitar" seolah cuma mau lihat, apakah perjalananku ada hasilnya, tanpa bertanya lembut, apa sih yang sedang kuperlukan. Kemudian setelah hasil dari proses itu kelihatan, mereka memamerkan seolah aku serba mampu, berbakat, padahal ... aku hanya punya diriku sendiri sebelumnya.
Namun mungkin dari situ, bila keadaan kita serupa, kamu jadi belajar untuk nggak mudah menyerah pada rasa inginmu yang begitu kuat. Pasrah? Kamu sering menolak kalah pada keadaanmu, bukan?
Nggak perlu diromantisasi lah ya. Kalau nanti makin nyaman untuk "naik kelas", ya masa bertahan di tempat yang bikin aku -- juga kamu -- terus-menerus pasang mode keras? Ya kan?
Cuma saat ini, nikmati. One day, jadi hari yang punya sisi manis tersendiri.
Kita doain hari itu bareng-bareng ya. Aamiin.
#bloggerlife #authorlife #copywriterlife #writer #freelancewriter
Menjadi penulis BPJS (Belum Punya, Jalanin Saja) adalah tantangan yang penuh lika-liku, terutama saat kita belum memiliki peralatan menulis yang ideal. Dari pengalamanku sendiri, menggunakan ponsel sebagai alat utama menulis memang terasa kurang nyaman dibandingkan laptop, tapi hal itu bukan alasan untuk berhenti berkarya. Aku ingat ketika laptopku mulai bermasalah, aku tak langsung menyerah atau menunggu untuk memiliki perangkat baru. Sebaliknya, aku memanfaatkan ponselku sebaik mungkin untuk menyelesaikan berbagai proyek menulis, mulai dari copywriting, blogpost, hingga mengerjakan novel. Memang, ada kendala seperti layar yang kecil dan ergonomi yang kurang mendukung, tapi dengan manajemen waktu dan lingkungan yang kondusif, tetap bisa produktif. Kunci utama adalah memanfaatkan modal seadanya dan terus konsisten berproses. Aku juga belajar pentingnya mengisi paket data internet sebagai modal operasional agar tetap bisa mengakses sumber informasi dan mengirimkan hasil karya tepat waktu. Perlahan, tabungan keuntungan menulis aku sisihkan untuk membeli perlengkapan yang lebih menunjang, meskipun masih harus berbagi dengan keluarga, seperti tablet yang kadang dipakai bersama-sama. Perjalanan ini mengajarkan bahwa menulis bukan soal alat semata, melainkan tekad dan konsistensi yang kita tanamkan. Jangan biarkan keterbatasan materil membuatmu ragu atau malas untuk mulai. Cari ruang amanmu, walaupun itu hanya sudut kecil di rumah, gunakan segala fasilitas yang kamu punya, dan fokus pada progres setiap hari. Berani untuk terus melangkah dengan modal seadanya akan membentuk mental yang tangguh dan kreatif. Nantinya, saat kamu sudah punya peralatan yang lebih baik, hasil karya dan kepercayaan dirimu akan ikut naik kelas. Jadi, jangan takut untuk mulai sekarang juga walau 'Belum Punya' segalanya. Jalanin saja, nikmati prosesnya, dan suatu saat kamu bisa memetik hasil manis dari perjalanan ini bersama banyak penulis BPJS lainnya yang juga terus berjuang.


























