jujur, setahun lalu aku malu banget untuk datang ke Poli Jiwa karna yang ada di otakku Poli Jiwa ya orang gil* ternyata tidak, penyakit mental itu banyak sekali jenisnya dan sekarang aku sudah satu tahun lebih dalam pengobatan..
Aku ingin bilang, tidak ada yang salah dengan mencari bantuan untuk kesehatan mental. Sebenarnya, itu adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
Yuck, semangat bangkit dan pulih jangan malu untuk datang ke psikiater, kamu hebat dan kuat sudah bertahan sejauh ini 🖤
... Baca selengkapnyaDulu tiap lewat tulisan "POLIKLINIK KESEHATAN JIWA", rasanya campur aduk: takut, malu, gengsi. Di kepala sudah kebayang stigma orang: "kok ke poli jiwa sih, emang separah itu?" Padahal, setelah aku berani datang, baru sadar kalau poli jiwa itu sama saja kayak poli lain: tempat kita cek kesehatan, cuma bedanya lebih fokus ke pikiran dan perasaan.
Buat kamu yang lagi cari poli jiwa terdekat dari lokasi kamu, biasanya aku mulai dari hal simpel: cek di Google Maps dengan kata kunci "poli jiwa" atau "klinik kesehatan jiwa". Biasanya yang muncul itu RSUD, RS swasta, atau klinik dengan layanan psikiater. Aku selalu baca review dulu, lihat jam praktik, terus telepon bagian pendaftaran buat nanya detail: perlu rujukan BPJS atau bisa langsung datang, biaya kira-kira berapa, dan jadwal poli jiwa yang pasti.
Waktu pertama kali datang ke poli jiwa, jujur aku tegang. Tapi ternyata di ruang tunggu isinya orang-orang biasa: ada yang datang sendiri, ada yang ditemani keluarga. Nggak ada yang aneh-aneh. Petugasnya juga ramah, nggak menghakimi. Psikiaternya nanya pelan-pelan: tidur gimana, makan gimana, lagi banyak pikiran apa, pernah kepikiran nyakitin diri sendiri atau nggak. Rasanya kayak akhirnya ada orang yang bener-bener mau denger tanpa nge-judge.
Kalau kamu masih mikir, "poli jiwa adalah tempat orang gila", mungkin itu karena kita kebanyakan dapet info dari film atau candaan orang. Nyatanya, banyak pasien poli jiwa yang tetap kerja, kuliah, jadi orang tua, dan kelihatan "baik-baik saja" dari luar. Mereka datang karena cemas berlebihan, sulit tidur, trauma, burnout kerja, serangan panik, depresi, sampai yang cuma mau konsultasi karena ngerasa hidupnya sudah terlalu berat dijalani sendiri.
Tips dari aku kalau mau mulai berobat jiwa:
1. Tulis dulu keluhan di catatan HP: perasaan apa yang sering muncul, kapan mulai, apa pemicunya.
2. Cari tahu poli jiwa terdekat, jangan ragu tanya ke CS rumah sakit.
3. Kalau pakai BPJS, cek dulu apakah perlu rujukan dari puskesmas.
4. Boleh banget ajak teman/keluarga yang kamu percaya biar nggak terlalu gugup.
Soal malu, pelan-pelan aku belajar mikir gini: orang yang mau ke poli jiwa itu justru lagi berusaha sehat. Sama kayak orang yang cek darah tinggi atau diabetes. Maunya apa sih hidup ini? Ya kalau bisa, maunya kita merasa lebih ringan, bisa tidur nyenyak, nggak dikejar-kejar cemas tiap hari. Dan salah satu jalan ke sana ya, datang ke tempat yang memang khusus bantu kesehatan jiwa.
Kalau kamu lagi di fase galau, maju mundur mau ke poli jiwa, anggap aja ini tanda dari semesta: kamu layak dibantu, bukan harus terus kuat sendirian. Pelan-pelan, satu langkah kecil ke poli jiwa bisa jadi titik balik yang besar buat hidup kamu.