... Baca selengkapnyaKalau dibilang tahta tertinggi di dalam keluarga itu cucu, aku cukup mengangguk setuju. Sejak punya anak, aku baru benar-benar paham maksud tulisan seperti di foto: "Tahta Tertinggi Seorang Kakek dan Nenek Adalah Cucu nya". Begitu kita main ke rumah orang tua atau mertua, suasana langsung berubah: anak bukan lagi sekadar anak kita, tapi raja kecil di rumah Mbah.
Biasanya sebelum berangkat aku sudah sounding aturan ke anak: nggak boleh jajan sembarangan, nggak boleh main gadget lama-lama, dan lain-lain. Tapi sesampainya di rumah Mbah, semua aturan itu kayak lenyap. Yang tadi nggak boleh jajan, tiba-tiba dibeliin. Yang tadi nggak boleh minum es, tahu-tahu sudah ada es di tangannya. Kadang sebagai orang tua aku jadi serba salah, antara kesal karena aturan dilanggar, tapi di sisi lain lihat wajah bahagia anak dan orang tua sendiri juga luluh.
Pengalaman paling sering itu waktu aku lagi negur anak di rumah orang tuaku. Misal anak terlalu heboh, lari-larian, atau nangis kejer. Refleks aku marahin, eh malah aku yang ditegur balik sama Mbahnya. Katanya, "Namanya juga cucu, biarin aja sekali-sekali." Di situ aku sadar, buat mereka, cucu itu semacam kesempatan kedua untuk menikmati masa kecil anak tanpa terlalu banyak beban.
Supaya nggak sering bentrok soal aturan, aku mulai coba cara lain. Biasanya sebelum main ke rumah Mbah, aku ngobrol dulu pelan-pelan: jelasin kalau misalnya anak lagi batuk, jadi tolong jangan dikasih es dulu, atau minta batasan jajan. Nggak selalu berhasil sih, tapi lumayan mengurangi drama. Kadang aku juga kasih pengertian ke anak, kalau di rumah Mbah itu boleh dimanja, tapi begitu pulang ke rumah, aturan tetap berlaku. Jadi mereka tahu bedanya suasana di rumah dan di rumah kakek nenek.
Yang lucu, setiap diajak pulang dari rumah Mbah, anakku sering nggak mau. Katanya, di rumah Mbah lebih enak, apa-apa boleh. Di situ aku cuma bisa ketawa pahit, tapi juga bersyukur. Artinya, anak merasa dicintai dan diterima sepenuhnya di sana. Walau kadang bikin pusing, tapi momen-momen bersama kakek nenek ini sebenarnya berharga banget, karena nggak akan terulang.
Menurutku, tahta tertinggi di keluarga yang dipegang cucu ini bukan cuma soal dimanja, tapi soal hubungan emosional. Orang tua kita yang dulu sibuk mencari nafkah, sekarang punya waktu menikmati tumbuh kembang cucu. Mereka bahagia ketika rumah ramai, ada suara tawa dan tangis bocah. Kita sebagai orang tua kadang perlu sedikit melonggarkan standar, selama tidak membahayakan anak.
Kalau kamu juga merasa cucu jadi pusat perhatian di keluarga, mungkin kamu sedang mengalami hal yang sama: melihat sendiri bagaimana kakek nenek mengalihkan cinta mereka ke generasi berikutnya. Capek iya, gemas juga iya, tapi di balik itu semua ada rasa hangat yang bikin kita sadar kalau keluarga itu memang tempat tahta tertinggi untuk saling sayang.
valid banget lagi hahahaha