TERPAKSA MENIKAHI PACAR SAHABAT 1
Suamiku men je'jal kehorm*tanku agar tak ru gi telah memberikan mahar, setelah mengetahui itu membuatku nelangsa sekaligus den dam.
Aku menikah dengan Mas Rio, pacar dari sahabatku Marta. Kami dijodohkan orang tua.
Atas nama berbakti, kami tak menentang pernikahan berlangsung.
Sebulan setelah pesta meriah akad nikahku dengan Mas Rio, pria yg smestinya mengayomi itu, menikah siri dengan pacarnya sekaligus sahabatku.
Kami hidup seatap bertiga. Namun, sikap Mas Rio dan Marta hanya menganggapku setan, menjadi yang ketiga.
Aku diperlakukan tak selayak istri, pun tak sebagai pembantu. Intinya aku hanya dianggap pajangan. Pajangan yang hanya mengambil tempat namun tak berarti sama sekali. Hiks ....
"Kamulah yang merusak persahabatanmu dengan Marta dan juga merusak masa depanku," ujar Mas Rio suatu hari ketika kami memenuhi undangan orang tuanya.
Betapa egois pria itu, memang dia saja yang punya cita-cita di dunia ini?
Entah apa yang merasuki Mas Rio, hingga suatu malam dia mendatangi kamarku dan mengambil pak-sa kehorm*tan yang selama ini kujunjung tinggi.
Di pagi hari barulah aku tahu jawabannya saat istri terkasihnya Marta berteriak histe-ris akibat cemburu. "Aku mengijinkan kamu mendatangi Bulan hanya sekali saja, agar maharmu tak sia-sia."
Jantungku seakan berhenti berdetak mendengar kalimat itu. Har ga diriku sebagai istri dan wanita, sungguh telah terinjak terinjak menjadi kepingan-kepingan.
Aku melajukan motor di pagi buta untuk menceritakan kebobbrokan rumah tangga kepada orang tuaku dan orang tua Mas Rio. Namun sayang, jauh panggang dari api.
Pernikahan itu memang direncakanan karena ketiadaan cinta.
Kemanakah hendak mengadu? Jika memang aku hanya dijadikan tum-bal?
Baiklah, aku akan pergi. Mencari obat pada luka di hati, mencari penawar pada lara di sukmaku.
[Maafkan semua salah, dosa, laku, dan ucapan Bulan selama menjadi istri Mas Rio. Aku bebaskan Mas, dari pernikahan yang katamu b*doh. Bulan tak akan lagi menjadi dinding antara engkau dan Marta. Semoga kalian berbahagia selamanya. Dariku yang berusaha ikhlas]
Kukirim tulisan pesan itu ke nomor Mas Rio sebelum menghilangkan semua jejak tentang di mana keberadaanku.
Selamat tinggal tanah kelahiran.
*baca tamat di kbm app
jdl: terpaksa menikahi pacar sahabat
pnulis: kafom ana

































