Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
PKL Part 5
"Siapa itu? Siapa di sana?!" Gema teriakan itu menggantung di udara malam yang dingin, terasa lebih tajam dari sabetan pisau. Sebelum otak Zea sempat memerintahkan tubuhnya untuk bergerak, tangan Aryan sudah lebih dulu bertindak. Dengan satu tarikan cepat dan kuat, ia menarik Zea turun
ERiyy Alma

ERiyy Alma

0 suka

PKL Part 4
"Diamlah!" Suara itu dalam dan tenang, Zea juga merasa sangat familiar, terdengar persis di samping telinganya. Tubuh Zea menegang sepenuhnya, dan selama beberapa detik yang terasa seperti satu jam, tidak ada yang bergerak. Posisi mereka terkunci. Tangan Aryan masih membekap mulutnya
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

PKL Part 3
"Sekarang turunlah. Atau teman-temanmu akan semakin curiga." Zea tidak menjawab, dengan gerakan kasar, ia memasukkan buku bersampul kuning itu ke dalam tasnya, seolah sedang menjejalkan sampah. Ia tidak mau melihatnya lagi. Sedetik kemudian, ia membuka pintu mobil dengan sentakan cepat l
ERiyy Alma

ERiyy Alma

1 suka

PKL Part 2
"Mati aku." Bisikan putus asa itu nyaris tak terdengar di tengah riuh tepuk tangan, tapi Aida yang duduk persis di sebelahnya menangkap dengan jelas. Wajah Zea pucat pasi, matanya lalu terpaku pada sosok Aryan di podium seolah baru saja melihat hantu di siang bolong. Bahunya yang tadi te
ERiyy Alma

ERiyy Alma

1 suka

PKL 1
"Nanti di pesantren jangan sok kenal ya Ustadz, saya nggak mau ada yang tahu tentang pernikahan kita." Suara Zea terdengar taj am di dalam mobil yang hening. Ia menyilangkan kedua tangan di depan d a d a, dagunya sedikit terangkat, menatap lurus ke jalanan yang ba s ah oleh sisa gerimis
ERiyy Alma

ERiyy Alma

1 suka

Menikahi Sahabat Istriku, cuplikan bab
Pov Izyan Malam itu, ketika langit sudah gelap dan suara jangkrik menjadi latar alam yang sunyi, suasana ndalem belum benar-benar tenang. Hana rewel, tangisnya memecah kesenyapan malam, membuat Anis dan Intan pontang-panting mencoba menenangkannya. Aku keluar ka m ar, mendapati mereka bertiga
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 10
Pov Intan Aku menatap ke luar jendela kamar, langit mulai menghitam tapi belum sepenuhnya gelap. Sinar senja yang redup terpantul di kaca, memperlihatkan bayangan wajahku sendiri yang muram. Hana sudah tertidur pulas sejak satu jam lalu, tapi aku belum bisa memejamkan mata. Pikiran ini terus ber
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 9
Pov Izyan Kadang, manusia baru benar-benar sadar saat sesuatu yang seharusnya sederhana, ternyata menyakitkan. Sama seperti yang terjadi padaku, beberapa saat lalu.  Sejak kejadian itu, wajah Intan tak lepas dari benakku. Ucapannya tentang gelang tasbih itu seperti menusuk masuk ke ruang yang
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 8
Untuk pertama kalinya setelah hari itu, aku diizinkan bertemu Hana lagi. Aku sungguh bersyukur karena ini.  Suara tangisannya tak lagi terdengar, hanya celoteh kecil dari balik pintu yang membuat jantungku berdebar saat Gus Izyan membuka pintu dan membiarkanku masuk kamar. Tanpa banyak kata, bel
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 7
Satu kalimat menya kit kan menyebar seperti api di musim kemarau, bahwa makanan pesantren bikin kera cu nan. Entah siapa yang memulainya, yang pasti aku melihat Lisa sudah beraksi, suaranya cukup lirih, seperti kepedulian tapi menusuk. “Wah, mungkin Ning Intan terlalu lelah ya. Biasanya juga ngg
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 6
Aku membutuhkan alasan untuk bisa tetap tegar, untuk bisa sekedar melupakan kesedihan dalam hati, karena itu aku mulai menyibukkan diri dalam rangkaian acara maulid yang Ummi percayakan padaku. Meski tubuh lelah dan mata sembab sebab hati yang retak, aku butuh alibi agar tidak teringat jeritan Hana
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 5
Kamar ini menjadi saksi betapa sakitnya aku pagi ini. Ummi, Abi, Hana, aku dan dia berkumpul bersama, satu lagi, Anis.  Gadis santri itu menggosok tubuh Hana dengan air hangat, menghilangkan jejak-jejak bau bawang merah yang beberapa jam lalu ku balurkan.  “Hana itu sakit Ummi, badannya panas
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 4
“Aku beri tahu tapi kamu jangan ember ya, aku dengar berita ini dari sumber terpercaya, dia adalah Ustadzah Lisa.” “Ustadzah Lisa, sepupu Gus Izyan?” “Iya lah, kalau bukan dari sumber terpercaya macam beliau, mana berani aku sebarin berita ini.” “Kalau iya sih, kasihan ya Mbak, Ning Intan
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 3
Puas hati rasanya membuat Lisa kicep, kutinggalkan saja dia yang menghentak lantai tanpa henti, sebenarnya gadis itu umur berapa sih? tingkahnya sungguh kekanakan. Kalau tidak karena sering menemani Ning Hasna dulu, mana aku tahu jika Lisa sangat li cik, usut punya usut ternyata gadis itu menyuka
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 2
Di dalam kantor guru, ada sekitar sepuluh orang termasuk gus Izyan yang mendengarkan penjelasan program baruku. Aku mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi mereka, dan sejauh ini, lelaki kulkas itu masih diam.  “Maaf Ning Intan, tapi kami terlanjur nyaman dengan program
ERiyy Alma

ERiyy Alma

2 suka

Menikahi Sahabat Istriku Part 1
"Jangan berpura-pura menjadi ibunya, padahal kamu hanya pengganti!” Dia berderap menjauh setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu, padahal di pangkuanku putrinya masih terisak dalam lelap. Kuusap pelan puncak kepala gadis mungil ini, hidungnya masih memerah akibat tangis yang tak kunjung
ERiyy Alma

ERiyy Alma

3 suka

ERiyy Alma
3Mengikuti
87Pengikut
29Suka dan simpan

ERiyy Alma

Penulis novel, IRT, kang halu