JODOH MAYOR KALINGGA (2)
Part 2
“Seharusnya pernikahan ini tidak pernah terjadi, Mayor," kata Hayna. Wanita yang baru saja sah menjadi istriku beberapa puluh menit yang lalu.
“Apa maksudmu?” pekikku tanpa bisa menahan emosi. “Kamu sudah h4mil. Keluargamu mendesak keluargaku untuk mencari laki-laki yang bisa menggantikan posisi Rendra.”
Suasana kamar pengantin itu seketika terasa lebih sempit. Aku berdiri tepat di hadapannya, sementara dia masih duduk di tepi kasur dengan punggung tegak.
Aneh sekali.
Perempuan yang sedang h4mil di luar nikah… yang seharusnya merasa paling terpojok di ruangan ini… justru terlihat paling tenang.
“Ya,” jawabnya lirih. “Aku tahu itu.”
Aku mendecak kesal. “Tentu saja kamu tahu. Karena semua kekacauan ini terjadi gara-gara kamu.”
Tanganku kembali terlipat di d4da. Rahangku mengeras. “Kalau kamu tidak h4mil duluan, Rendra tidak perlu buru-buru menikahimu. Kalau dia tidak buru-buru, mungkin dia tidak akan mengalami kecel4kaan itu.”
Hayna terdiam beberapa detik. Matanya berkedip pelan. Namun anehnya… tidak ada air mata yang jatuh. Dia hanya menarik napas perlahan, seolah menahan sesuatu di dalam d4danya.
“Anda menyalahkan saya?” tanyanya tiba-tiba.
Pertanyaan itu membuatku mengernyit. “Apa?”
“Anda menyalahkan saya karena semua ini?”
Aku menyeringai tipis. “Bukankah itu jelas?”
“Aku dipanggil pulang dari satgas hanya untuk duduk di kursi pengantin yang bahkan bukan milikku. Aku harus menikahi perempuan yang bahkan tidak pernah kukenal sebelumnya. Dan perempuan itu sedang mengandung anak laki-laki lain.”
Aku menatap perutnya sekilas. Belum terlihat. Tapi aku tahu ada kehidupan kecil di sana. Dan kehidupan kecil itu bukan anakku. Namun, aku di sini yang dipaksa untuk bertanggung jawab.
Hayna mengikuti arah tatapanku sebentar. Tangannya perlahan berpindah menutupi perutnya. Gerakan kecil yang membuat d4daku tiba-tiba terasa aneh. Tapi aku mengabaikannya.
“Karena itu,” lanjutku dingin, “lebih baik kita sama-sama tahu posisi kita di pernikahan ini.”
Aku melangkah mendekat satu langkah lagi. “Begitu b4yi itu lahir, semuanya selesai. Kamu bebas. Aku juga bebas.”
Hayna terdiam beberapa detik. Lalu dia menggeleng pelan. “Bukan itu maksud saya, Mayor.”
Keningku langsung berkerut. “Lalu?”
“Yang saya maksud…” suaranya kembali pelan, “…seharusnya pernikahan ini memang tidak pernah terjadi sejak awal.”
“Berhenti berputar-putar,” geramku. “Kalau ada yang ingin kamu katakan, katakan saja langsung.”
“Mayor,” katanya pelan. “Apa Anda benar-benar percaya b4yi ini anak Rendra?”
Aku berkedip cepat. “Apa?”
“Semua orang langsung menganggap b4yi ini anak Rendra,” lanjutnya pelan. “Keluarga saya. Keluarga Anda. Bahkan Anda sendiri.”
D4daku mulai terasa tidak enak. “Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya?”
Hayna menunduk sebentar. Lalu kembali menatapku. Kali ini sorot matanya jauh lebih serius.
“Hubungan saya dengan Rendra memang sudah dua tahun,” katanya. “Tapi selama dua tahun itu… kami tidak pernah melakukan hal seperti yang semua orang pikirkan.”
Aku menatapnya tanpa berkedip.
Lalu tawa pendek keluar dari mulutku. “Jangan bercanda, Hayna.”
“Ini bukan bercanda, Mayor,” jawabnya tegas.
“Kalau kalian tidak pernah melakukan apa-apa,” kataku t4jam, “lalu bagaimana kamu bisa h4mil?”
Hayna terdiam cukup lama. Sampai aku bisa mendengar detak jam di dinding kamar.
Lalu akhirnya dia berbicara lagi.
“Karena b4yi ini…” suaranya nyaris seperti bisikan, “…bukan anak Rendra.”
Ruangan itu terasa langsung membeku.
Aku menatapnya t4jam. Sementara di dalam kepalaku… sesuatu mulai berputar pelan. Kalimat itu seharusnya membuatku semakin yakin bahwa dia memang perempuan nakal.
Tapi entah kenapa… cara dia mengatakannya terasa berbeda.
“Kalau begitu,” kataku pelan namun t4jam, “b4yi itu anak siapa?”
Bersambung
Baca selengkapnya di aplikasi KBM App ya...
Judul: Jodoh Mayor Kalingga
Penulis: Dewi Diyu











































