Kitab karya Gubes Abuya
Kitab minhatul muin wal mubin permasalahan penting dari kitab fathul muin ,ianatut tolobin dan irtibat kitab lainnya ,cocok untuk semua kalangan dan pengamalan untuk ibadah sehari hari
#buku #kitab #original #abuyamukhtar #kesimpulanmasalahfathulmuin
Banyak yang ngaji kitab Fathul Muin tapi masih bingung: sebenarnya siapa sih nama pengarang kitab Fathul Muin itu? Dulu aku juga cuma tahu judulnya saja, tidak terlalu memperhatikan siapa ulama besar di balik kitab yang sering dikaji di pesantren ini. Nama pengarang kitab Fathul Muin adalah Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari, ulama besar mazhab Syafi’i yang berasal dari Malabar (India). Di beberapa kitab biasanya ditulis “Zainuddin al-Malibari”. Beliau termasuk ulama yang karya-karyanya dipelajari luas di pesantren, terutama di bidang fikih ibadah dan muamalah. Fathul Muin sendiri adalah syarah (penjelasan) dari kitab Qurratul ‘Ain, dan kemudian banyak ulama lain membuat hasyiah dan ringkasan dari Fathul Muin agar lebih mudah dipahami santri. Kenapa penting tahu nama pengarang kitab Fathul Muin? Dari pengalaman pribadi, begitu aku tahu siapa penulisnya dan bagaimana latar belakang keilmuannya, rasa hormat dan semangatku ketika ngaji kitab ini jadi beda. Kita jadi sadar kalau yang kita baca bukan sekadar buku pelajaran, tapi warisan ilmu dari ulama yang menghabiskan hidupnya untuk menulis, meneliti, dan mengajarkan fikih. Ini juga membantu kalau kita mau cari referensi kitab lain karya beliau. Kitab seperti Minhatul Muin wal Mubiin yang kamu sebut itu biasanya berisi kesimpulan atau penjelasan permasalahan penting dari Fathul Muin, I’anatut Thalibin, dan kitab-kitab terkait lainnya. Menurutku, kitab ringkasan begini sangat membantu untuk yang baru mulai ngaji atau untuk orang awam yang ingin fokus ke pengamalan ibadah sehari-hari, seperti wudhu, shalat, puasa, zakat, sampai adab-adab yang sering kita temui di kehidupan harian. Kalau kamu baru tertarik belajar, saran dari aku: 1. Mulai dengan tahu dulu siapa pengarang kitabnya, misalnya Syaikh Zainuddin al-Malibari untuk Fathul Muin. 2. Pakai kitab ringkasan seperti Minhatul Muin wal Mubin sebagai pintu masuk, jadi tidak langsung kaget dengan pembahasan yang terlalu detail. 3. Ngaji dengan guru atau ustaz, jangan hanya baca sendiri, karena gaya bahasa kitab kuning itu padat dan butuh penjelasan. Dengan cara ini, insyaAllah kita bukan cuma kenal judul Fathul Muin, tapi juga mengenal ulama yang menulisnya dan bisa lebih menghayati isi kitab ketika diamalkan dalam ibadah harian kita.










































