Nah di bulan puasa ini kebanyakan pada gamau olahraga alasannya takut gakuat, padahal ada tips nyaaa 🤗✨️
Apa aku gapernah blackout(?) tentu pernah, itu kesalahan ku sendiri habis lari aku langsung war takjil saat itu tanpa memberi jeda istirahat buat duduk pada badanku, alhasil mata hampir seluruhnya gelap, aku keringat dingin, dan mual.
pertama kali yang aku lakukan itu duduk, dan kepala menengadah ke langit sebentar aja untuk menetralisir rasa mual ku.
abis itu aku cari tempat buat gantung kaki ku (posisi kaki lebih tinggi dari badan) ini worth bgt buat ngelancarin peredaran darah ke tubuh kita.
ganyampe setengah jam aku sudah oke, dan pulang kerumah.
Jangan ditiru sikap gegabah ku ini, jadi aku ada tips buat kalian yang suka olahraga, dan masih terus dilakukan saat puasa. semoga tips ini membantu kalian ya, aku sudah cobain dan yappp worth bgt. 🤗
jangan paksain kudu lari jauh dengan pace cepat. yang paling utama adalah, kamu tetap hadir dan menjaga habit olahragamu ✨️💐
... Baca selengkapnyaBerpuasa saat Ramadhan memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari, terutama soal menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Dari pengalaman pribadi selama menjalani puasa sambil tetap berlari, hal paling penting adalah mendengarkan tubuh. Jika merasa pusing, mual, atau sangat lemas, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat, bukan memaksakan diri. Fokus utama saat berolahraga di bulan puasa bukan untuk membakar kalori secara berlebihan, tapi lebih ke menjaga kebiasaan dan disiplin.
Berdasarkan tips dari pengalaman dan beberapa panduan, memilih waktu berlari sekitar 30-45 menit sebelum waktu berbuka puasa sangat ideal. Ini memungkinkan tubuh untuk segera mengisi energi kembali setelah lari dengan makanan dan minuman yang tepat. Pada sahur, penting mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi atau roti gandum, protein dari telur atau sumber lainnya, serta buah dan cairan yang cukup agar tubuh memiliki energi cukup untuk aktivitas dan berlari tanpa mudah lelah.
Selama berlari, jangan paksakan diri untuk berlari dengan kecepatan tinggi atau jarak jauh, apalagi saat berpuasa. Slow run tetap efektif dan membantu membangun kebiasaan olahraga yang konsisten. Jika merasa lelah atau kurang enak badan, jangan ragu untuk berhenti sejenak, duduk, dan mungkin juga mengangkat kaki lebih tinggi agar peredaran darah lancar dan tubuh cepat pulih. Teknik ini dapat membantu menghindari blackout atau sensasi pusing yang tidak diinginkan.
Yang terpenting, memandang olahraga selama puasa sebagai bentuk self-love dan menjaga kebugaran tubuh, bukan sebagai hukuman atau kompetisi. Kesabaran dan konsistensi dalam berolahraga akan membantu menjaga stamina selama puasa dan bahkan meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.