#TentangKehidupan Hai Lemoners.. hidup di desa itu asiknya gini... banyak bahan makanan yg bisa ambil langsung dari alam.
salah satunya ini nih... Daun ubi jalar atau ketela rambat.
Nah, dari pada di tumis, kalau aku lebih suka direbus trus di cocolin ke sambal gula jawa. Nyami bener deh. Makan banyak ngga takut gendut bonus sehat, kenyang tahan lama pula.
Kalau kalian tim suka di tumis atau direbus + sambel 🤤
... Baca selengkapnyaSejak pindah ke desa, aku jadi lebih sering eksplor sayuran yang dulu jarang kusentuh, salah satunya daun ubi jalar rebus. Kalau dulu aku tahunya cuma umbinya yang direbus atau digoreng, ternyata daunnya juga enak banget dan bisa jadi andalan kalau lagi pengen makan tapi takut gendut.
Biasanya aku petik daun ubi jalar yang masih muda, cuci bersih, lalu direbus sebentar aja sampai warnanya hijau tua tapi masih segar. Jangan kelamaan ya, nanti jadi terlalu lembek dan gizinya bisa banyak yang hilang. Setelah itu ditiriskan, tinggal disajikan dengan sambal gula jawa kesukaan aku. Kombinasi rasa pahit-pahit segar dari daun ubi jalar rebus ketemu manis pedas gurih dari sambal gula jawa tuh bener-bener bikin nagih.
Kenapa aku suka banget daun ubi jalar rebus? Karena dia rendah kalori, kaya serat, dan bikin rasa kenyang tahan lama. Jadi kalau lagi program nurunin berat badan atau cuma sekadar jaga-jaga biar nggak cepat naik, daun ini bisa jadi lauk atau cemilan pengganti gorengan. Aku sering banget makan ini sore-sore sebagai pengganti snack manis. Perut tetap terisi, tapi nggak merasa bersalah.
Selain bantu kenyang lebih lama, daun ubi jalar juga punya banyak manfaat lain. Di beberapa artikel kesehatan yang aku baca, daun ini disebut bisa membantu menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan karena seratnya tinggi, dan mendukung daya tahan tubuh karena mengandung vitamin dan antioksidan. Katanya juga bagus buat kesehatan mata dan bisa bantu mempercepat penyembuhan luka. Jadi sekali makan, rasanya kayak dapat banyak bonus kesehatan.
Kalau kamu kurang suka direbus polos, bisa juga dikreasikan. Misalnya setelah direbus, daun ubi jalar dipotong-potong lalu dicampur dengan irisan tomat, bawang merah, dan sedikit perasan jeruk nipis. Jadinya semacam salad sederhana versi rumahan, tetap rendah kalori tapi rasanya lebih segar. Atau kalau kamu tetap tim tumis, bisa tumis cepat dengan sedikit minyak dan banyak bawang putih, tapi porsinya jangan kebanyakan minyak biar tetap ramah buat yang lagi diet.
Tips dari aku, kalau mau menjadikan daun ubi jalar rebus sebagai menu andalan diet, padukan dengan sumber protein yang sehat seperti telur rebus, tempe kukus, atau tahu. Jadi satu piring isinya lengkap: serat dari daun ubi jalar, protein dari lauk, dan sambal gula jawa secukupnya buat penyemangat makan. Dengan pola makan begini, aku pribadi merasa lebih jarang lapar tiba-tiba dan ngemil yang nggak perlu pun berkurang.
Jadi, buat kamu yang sering mikir, "Pengen makan takut gendut?", coba deh kasih kesempatan ke daun ubi jalar rebus ini. Simple, murah, gampang dicari di desa, dan kalau udah cocok di lidah, bisa banget jadi menu andalan harian. Kamu tim daun ubi jalar ditumis atau direbus dicocol sambal gula jawa?
wenak nih kak🤩