Hay Lemonade! udah tau belum kalau sebenernya membeli atau memilih daging ayam dengan kualitas terbaik itu mudah loh!😉 nahh ada beberapa tips dari aku yang bisa dicoba saat membeli daging ayam dipasar biar gak zonk. Sebagai pembeli kita harus bijak yaa apalagi para moms harus tau yaa!
coba siapa nih yang udah tau tips ini dan udah pernah coba dan berhasil? boleh dong komen dibawah!
... Baca selengkapnyaKalau ngomongin daging ayam segar, yang pertama banget aku lihat biasanya warnanya. Daging segar itu umumnya warna merah muda atau putih agak kemerahan, bukan pucat keabu-abuan atau kusam. Kalau dagingnya sudah keabuan, mengering di pinggir, atau ada bercak kehijauan, mending skip aja. Lemaknya juga kelihatan lebih putih kekuningan bersih, bukan kuning tua pekat yang aneh.
Tekstur juga penting banget. Daging segar kalau dipegang terasa kenyal dan padat, bukan lembek dan becek. Cobain deh tekan pelan pakai jari: kalau dagingnya kembali ke bentuk semula, berarti masih oke. Tapi kalau cekung dan nggak balik-balik, kemungkinan sudah tidak segar. Kulit ayam juga biasanya masih kencang dan nggak gampang sobek.
Bau atau aroma adalah ciri daging segar yang sering disepelein. Daging ayam segar itu baunya normal, agak anyep khas ayam tapi nggak menusuk. Kalau baru dideketin aja udah kecium bau asam, amis menyengat, atau kayak bau busuk, jangan ragu buat nggak jadi beli. Di pasar tradisional, aku juga suka perhatiin ada lalat atau nggak; kalau banyak lalat beterbangan di sekitar daging, aku lebih pilih lapak lain yang lebih bersih.
Selain itu, aku juga perhatiin darah di daging ayam. Biasanya aku pilih yang darahnya nggak terlalu banyak menggenang. Daging yang terlalu banjir darah bisa jadi penyimpanannya kurang oke atau proses penyembelihannya kurang bersih. Apalagi kalau beli ayam potong di supermarket, cek juga kemasannya: pastikan plastiknya rapi, nggak sobek, dan nggak ada cairan berlebihan di dalam tray.
Buat yang masih suka bingung, daging ayam itu termasuk ke dalam kategori bahan pangan hewani yang sangat mudah rusak, jadi harus ekstra hati-hati. Dari mulai beli, simpan di kulkas atau freezer, sampai cara ngolahnya. Supaya aman dikonsumsi, suhu pemasakan makanan hewani seperti daging atau ayam idealnya minimal mencapai sekitar 75°C di bagian terdalam. Bahasa gampangnya, pastikan daging nggak ada bagian yang masih merah atau berair, dan kalau ditusuk nggak keluar jus merah muda lagi.
Kadang juga suka muncul kekhawatiran soal ayam cacingan. Kalau secara kasat mata, daging ayam yang sehat itu permukaannya mulus, nggak ada bintik atau benjolan aneh, dan nggak ada "tamu tak diundang" yang kelihatan. Kalau sampai nemu daging dengan bercak aneh, benjolan kecil-kecil, atau cacing, mending jangan diambil sama sekali. Walaupun ada yang bilang setelah dimasak matang bakteri dan parasit bisa mati, tapi buat keamanan dan kenyamanan, aku pribadi lebih pilih buang dan cari daging lain yang jelas-jelas bersih.
Intinya, waktu beli ayam aku selalu pakai rumus sederhana: warna merah muda cerah, tekstur kenyal, bau nggak anyir, nggak banyak lalat, darah nggak menggenang, dan kalau kemasan harus rapi tanpa sobek. Ditambah lagi dimasaknya sampai benar-benar matang dengan suhu cukup, insyaallah lebih aman buat keluarga. Kalau kalian punya trik lain buat cek ciri daging segar, share di kolom komentar ya, biar kita sama-sama belajar.
suka deh artikel bermanfaat kaya gini semangat terus kak