1. rebus santan tambahkan daun pandan dan garam rebus menggunakan api sedang terus diaduk dan rebus sampai mendidih.
2. Setelah santan mendidih diamkan santan sampai menjadi hangat
3. Kemudian siapkan wadah tambahkan tepung beras tepung tapioka gula pasir ragi instan tape singkong dan 2 butir telur masukkan santan yang hangat-hangat ke dalam bahan kering secara bertahab, sambil diuleni sampai tercampur merata dan semua santan habis.
4. Sering semua adonan.
5. Diamkan adonan kurang lebih 1 sampai 2 jam sampai berbusa dan mengembang dan tutupi adonan.
6. Setelah 1 sampai 2 jam didiamkan aduk-aduk adonan sampai adonan kembali ke volume awal atau sampai busa hilang
7. Siapkan cetakan dan pastikan cetakan panas kemudian kita tuangkan adonan ke dalam cetakan sambil ditekan sehingga keluar renda apem selongnya
8. Setelah permukaan atas apem selong sedikit basah berikan toping buah nangka dan tunggu sampai matang
9. Apem selong matang ditandai bagian permukaan atasnya sudah tidak basah kemudian ambil dan siap disajikan
... Baca selengkapnyaPertama kali coba bikin apem selong nangka, aku juga sempat gagal karena adonan kurang mengembang dan renda di pinggirnya nggak keluar. Setelah beberapa kali coba, akhirnya ketemu cara yang pas. Jadi di sini aku mau share detailnya biar kamu yang baru pertama kali bikin juga bisa berhasil.
Untuk hasil apem selong yang lembut dan bersarang, kuncinya di ragi instan dan proses proofing adonan. Pastikan ragi masih aktif, biasanya aku cek dari tanggal kadaluarsanya dan simpan di wadah tertutup. Saat mencampur bahan, santan harus dalam keadaan hangat suam-suam kuku, jangan masih panas karena bisa mematikan ragi. Setelah adonan jadi, diamkan di tempat yang hangat, misalnya di dekat jendela yang kena sedikit sinar matahari atau di dalam oven yang dimatikan. Tutup adonan dengan kain bersih supaya proses fermentasinya maksimal.
Tekstur apem selong yang ideal itu bagian tengahnya putih lembut dan bersarang halus, sementara pinggirannya coklat keemasan seperti renda. Untuk mendapatkan pinggiran renda yang cantik, aku biasanya panaskan cetakan sampai benar-benar panas dulu, baru tuang adonan. Saat menuang, adonan sedikit "ditekan" ke pinggir cetakan, jadi nanti keluar renda apem selongnya. Kalau cetakan kurang panas, hasilnya biasanya kurang berserat dan renda nggak terlalu kelihatan.
Soal topping, aku suka pakai potongan buah nangka kuning karena bikin wangi dan manis alami. Nangka juga bikin tampilan kue apem selong jadi cantik, mirip yang sering kita lihat di penjual kue tradisional. Kadang aku tambahkan sedikit daun pandan sebagai hiasan di piring saji, biar mirip seperti di gambar: apem selong putih dengan pinggiran coklat keemasan, dihiasi nangka kuning dan daun pandan hijau berjejer rapi.
Kalau mau variasi, selain nangka kamu bisa pakai topping lain seperti kelapa parut yang dikukus dengan sedikit garam, potongan pisang, atau keju parut. Tapi menurutku, versi apem selong nangka tetap yang paling wangi dan klasik. Apem ini enak disajikan hangat dengan teh manis atau kopi. Buat yang berniat jualan, kamu bisa kemas 3–4 buah per kotak dan beri label sederhana, karena kue selong atau apem selong ini termasuk jajanan yang banyak dicari.
Satu tips terakhir, jangan takut kalau adonan terlihat banyak busa setelah didiamkan. Itu justru tanda ragi bekerja dengan baik. Aduk perlahan sampai busanya turun sebelum dicetak, supaya hasil apem selong rata dan tidak terlalu berpori besar. Dengan langkah-langkah ini, apem selong nangka buatan rumah bisa lembut, wangi, dan cantik seperti yang dijual di pasar tradisional.