keseharianku sebagai penjual jajanan
tiap pagi produksi ada wonton, tahu aci,dan topping mir ayam semua aku hand made ya...
repot sch tapi demi ngasih kualitas yang trbaik ya harus semua aku siapain sendiri
ada yang sama ga sama aku? pagi" sibuk bikin jajanan ya belum jumlah besar tapi lumanyan bnyak menu.
ya semua terbayar ketika jualan ku laris manis ya#KeseharianKu #ViralTerbaru #jualanku
Kalau ngomongin jualan jajanan rumahan, selain rasa yang enak dan konsisten, ternyata banyak banget yang kepo soal satu hal: nama kedai yang bagus. Dulu aku juga cuek, pikir yang penting rasanya enak. Tapi setelah jalanin usaha beberapa waktu, aku sadar nama kedai itu ngaruh ke orang gampang inget atau enggak. Dari pengalamanku, ada beberapa hal yang aku perhatiin waktu mikirin nama kedai: 1. Sesuaikan dengan jenis jualan Karena aku jualan jajanan kayak wonton, tahu aci, dan topping ayam, aku pengin nama kedai yang kesannya ringan, ramah, dan gampang diucap. Hindari nama yang terlalu ribet atau kepanjangan. Nama yang nyambung sama produk bikin orang langsung ngeh, "Oh ini tempat jajanan." 2. Mudah diingat dan diucapkan Aku sering lihat pembeli mau rekomendasiin ke temannya, tapi kalau namanya susah diucap, jadi pada lupa. Jadi usahain nama kedai: - Pendek - Nggak ribet pelafalannya - Nggak mirip banget sama kedai lain di sekitar 3. Boleh pakai unsur lokasi atau ciri khas Kalau jualan di kampung, komplek, atau dekat sekolah, bisa banget masukin nama daerah atau ciri khas ke nama kedai. Misalnya "Kedai Jajan Pagi Bambu", "Jajan Sore Gang 3", atau semacamnya. Ini bikin pembeli mudah ingat posisi kedai dan berasa lebih dekat. 4. Pakai kata yang kesannya enak dan bikin laper Kata-kata kayak "gurih", "crispy", "lumer", "manis", "pedas", itu ampuh banget bikin orang kebayang rasanya. Contoh: "Wonton Crispy Bambu", "Tahu Aci Gurih", dll. Nggak harus semuanya dipakai, tapi satu dua kata pemancing selera itu cukup. 5. Cek dulu di sekitar, jangan sampai kembar Sebelum mantap pilih nama kedai yang bagus, aku biasanya keliling dulu lihat ada nggak kedai dengan nama mirip di daerah situ. Soalnya kalau sama, nanti bingung sendiri dan bisa ke-skip pelanggan gara-gara salah tempat. 6. Tes ke teman dan pelanggan Sebelum fix, aku suka tanya ke teman dekat atau pelanggan langganan: "Kalau dengar nama ini, kepikirannya apa?" Dari situ kelihatan apakah nama kedai ini sudah mewakili jajanan yang aku jual atau belum. Bonus: sedikit tips biar kedai lebih dilirik Selain nama kedai yang bagus, tulis juga nama kedai di kemasan, banner kecil, atau bahkan di status WhatsApp dan media sosial. Jadi tiap upload foto wonton, tahu aci, atau topping ayam buatan sendiri, orang bakal kebiasa lihat nama kedai dan lama-lama nempel di kepala. Intinya, pilih nama kedai itu nggak harus mewah, yang penting nyambung sama jualan, gampang diingat, dan bikin orang penasaran pengin coba. Dari situ pelan-pelan jualan bisa ikut kebawa laris manis.
















































































