... Baca selengkapnyaMembandingkan diri dengan orang lain memang sering menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan, terutama bagi banyak perempuan yang aktif di media sosial. Dari pengalaman saya pribadi, kebiasaan ini sering menimbulkan perasaan insecure dan overthinking yang tidak perlu. Awalnya, saya merasa tertinggal saat melihat keberhasilan teman atau orang dikenal, namun saya belajar bahwa apa yang kita lihat hanyalah sebagian kecil kisah mereka.
Menghadapi perasaan "kenapa aku gak kayak dia?" memang menantang, tapi dengan pendekatan afirmasi positif, saya mulai berfokus pada proses hidup saya sendiri. Saya menyadari setiap orang punya waktu dan perjalanan berbeda yang tidak bisa dibandingkan secara langsung. Misalnya, saya mulai rutin mengingatkan diri bahwa "aku cukup tanpa harus menjadi seperti siapa pun," agar terlepas dari tekanan sosial dan mampu menerima diri dengan tulus.
Salah satu kunci penting adalah mengalihkan perhatian dari kehidupan orang lain ke diri sendiri. Hal ini membantu saya menemukan inner peace dan meningkatkan selflove, dua hal yang krusial dalam perjalanan healing dan growth mindset. Dengan konsisten berlatih afirmasi seperti "Aku berjalan di jalanku sendiri" dan "Apa yang aku lihat bukan keseluruhan cerita mereka," saya semakin kuat menghadapi rasa insecure dan overthinking.
Melalui pengalaman pribadi ini, saya ingin mengajak kamu yang sering merasa kurang dengan diri sendiri untuk mencoba cara yang sama: berhenti membandingkan dan mulai merayakan siapa dirimu hari ini. Ingatlah bahwa setiap perjalanan itu unik, tidak ada yang tertinggal, dan setiap orang punya proses serta cerita yang berbeda. Dengan begini, kita bisa lebih menghargai diri sendiri dan membangun kepercayaan diri yang sehat. Jangan lupa, memberi ruang untuk diri sendiri adalah bentuk selflove paling indah yang bisa kita lakukan.