Setelah badai menghancurkan tempat tinggalnya, seekor kucing oranye bertahan hidup di dalam lubang got dengan sisa makanan dan air hujan. Kucing itu terbiasa bersembunyi dari manusia, sampai suatu hari seseorang memperhatikannya dan membawakan makanan. Meski sempat diperingatkan agar berhenti memberi makan kucing liar, perempuan itu tak menyerah. Perempuan tersebut meminta bantuan penampungan Tails High, dan dari situlah hidup kucing itu berubah. Kucing yang dulu menggigil di selokan kini tidur di kasur empuk, punya keluarga, dan nama baru Dewey. Dari gelapnya got ke hangatnya rumah, Dewey akhirnya hidup bahagia #cat#kucing#kucingoyen#kucingjalanan#adopsikucing
2025/10/26 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAku sering lihat komentar orang yang bilang, “Ih kucing di got itu jorok, hama, bahaya.” Padahal kalau kita mau luangin waktu buat memperhatikan, kebanyakan kucing got itu cuma korban keadaan. Mereka lari ke got atau selokan karena itu satu-satunya tempat yang terasa aman: ada sedikit atap, ada air hujan yang ngumpul, dan mereka bisa sembunyi dari manusia yang sering bikin takut.
Yang menarik, momen pertama kali sadar ada kucing di dalam got itu biasanya sepele banget. Kadang cuma dengar suara pelan, atau lihat sepasang mata hijau dari kegelapan. Dari situ biasanya muncul dua pilihan: pura-pura nggak lihat, atau mulai peduli. Pengalaman banyak orang (termasuk aku) nunjukin, sekali kamu mulai kasih makan kucing got, kamu bakal susah berhenti karena kamu lihat sendiri perubahannya dari hari ke hari.
Kalau kamu ketemu kucing di got dan pengin bantu, kamu nggak harus langsung angkat dan bawa pulang kok. Bisa mulai pelan-pelan:
1. Datangi dengan tenang
Jangan langsung nunduk atau nyorot lampu ke wajahnya. Duduk agak jauh, biarin dia mengamati kamu dulu. Kucing got biasanya sangat waspada karena sudah sering disakiti atau diusir.
2. Kasih makan di tempat yang sama
Coba taruh makanan basah atau dry food di dekat mulut got, bukan di dalamnya supaya dia mau keluar. Lakuin ini rutin di jam yang mirip setiap hari. Lama-lama kucing bakal percaya kalau kamu “sumber makanan yang aman”.
3. Perhatikan kondisi fisiknya
Kucing got sering kurus, bulu kusut, bahkan luka. Kalau lihat dia pincang, matanya belekan, atau napasnya ngos-ngosan, catat aja dulu. Informasi ini bakal kepake kalau kamu hubungi penampungan atau vet.
4. Hubungi komunitas atau penampungan
Nggak semua orang bisa langsung adopsi, dan itu wajar. Tapi kamu bisa cari akun rescue, penampungan, atau komunitas cat lovers di daerahmu. Kirim foto kucing di got itu, jelaskan lokasi dan kondisinya. Banyak kok yang siap bantu, asal ada yang mau jadi “mata dan tangan” pertama di lapangan.
5. Kalau mau adopsi, siapin ruang aman
Begitu kucing got berhasil diangkat, jangan langsung dilepas keliling rumah. Buat dulu satu ruangan kecil yang tenang, ada litter box, air, dan kasur atau kain empuk. Kucing yang terbiasa hidup di selokan perlu waktu adaptasi dengan suara rumah, bau manusia, dan rutinitas baru.
Yang bikin haru, kucing yang dulu tidur di got bisa berubah jadi kucing super manja setelah merasa aman. Dari yang tadinya gemetar di selokan, pelan-pelan belajar percaya, mulai berani naik ke pangkuan, sampai akhirnya bisa rebahan santai dengan kaki menyilang, bahagia banget seperti di foto-foto kucing oranye bulu lebat yang dipeluk dengan tulisan HAPPY.
Banyak orang pikir kucing got itu kotor dan mengganggu, padahal mereka bisa jadi keluarga kalau dikasih kesempatan. Setiap kali lihat kucing oranye di pinggir selokan sekarang, aku selalu ingat cerita-cerita kucing yang berhasil keluar dari gelapnya got ke hangatnya rumah. Siapa tahu, kucing got yang kamu lihat hari ini bisa jadi “Dewey” berikutnya kalau ada satu orang aja yang mau peduli.