RE-UPLOAD video lama (2023) waktu ngajar di kelas 5 dan masih kurtilas. Nyoba ngajarin nembang macapat ke murid.
Selama mengajarkan macapat di kelas 5, saya menyadari bahwa mengenalkan jenis-jenis tembang seperti Sekar Pangkur dengan laras Pelog pathet Enem sangat menarik bagi murid. Tembang ini bukan hanya membawa nilai seni, tetapi juga mengandung pesan dan tata krama yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Saran saya, guru dapat memulai dengan mengenalkan makna kata-kata dalam tembang yang diajarkan. Misalnya, dalam Sekar Pangkur ada frasa seperti "Lelabuhan kang kanggo wong aurip" yang mengajarkan tentang kehidupan dan peran manusia. Pendekatan ini membuat murid lebih mudah menangkap isi tembang dan mengapresiasi nilai budaya. Selain itu, mempraktikkan nembang bersama-sama juga meningkatkan rasa percaya diri murid. Mereka bisa mencoba membuka suara dan mengikuti irama laras pelog yang khas. Saya juga menggunakan gambar dan materi visual terkait supaya murid lebih cepat mengingat dan memahami. Tidak lupa, penting untuk menanamkan bahwa macapat bukan hanya lagu, tapi juga sarana menyampaikan adat dan tata krama seperti yang tertulis di materi "Ala lan becik puniku" dan "Adat waton puniku". Dengan cara ini, pelajaran menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan. Pengalaman saya mengajar dengan metode ini sangat positif, murid-murid jadi lebih tertarik dan termotivasi untuk mempelajari budaya Jawa melalui macapat, khususnya Sekar Pangkur. Semoga sharing ini bermanfaat untuk guru lain yang ingin mengembangkan pembelajaran kurikulum 2013 dengan cara yang menyenangkan dan efektif.




























































