... Baca selengkapnyaSerius deh, dulu aku selalu mikir lento kacang tolo itu jajanan rumit yang cuma bisa dibikin ibu-ibu jago masak. Ternyata setelah dicoba sendiri, prosesnya nggak seseram itu. Kuncinya ada di cara ngolah kacang tolo dan takaran bumbunya.
Pertama, soal kacang tolo. Aku biasanya rendam kacang tolo minimal 3–4 jam, kalau sempat malah aku rendam semalaman biar lebih empuk dan cepat matang. Setelah direndam, kacang direbus dulu sampai benar-benar empuk, tapi jangan kelembekan banget ya biar tekstur lentonya masih kerasa. Kalau sudah matang, tiriskan sampai nggak terlalu berair, ini penting supaya adonan lentonya nggak terlalu lembek.
Untuk bumbunya, yang basic banget menurutku: bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, dan sedikit kaldu bubuk kalau suka. Kadang aku tambahin daun jeruk diiris halus biar wangi, plus sedikit merica kalau pengen ada sensasi hangat. Bumbunya aku haluskan, lalu dicampur ke kacang tolo yang sudah direbus dan dicincang atau diulek kasar. Aku lebih suka tekstur agak kasar, jadi masih kerasa potongan kacangnya pas digigit.
Supaya lento kacang tolo lebih padat dan nggak gampang hancur saat digoreng, aku suka tambahin sedikit tepung: bisa tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung beras. Nggak usah banyak-banyak, kira-kira 1–2 sdm saja, secukupnya sampai adonan bisa dipulung. Kalau adonannya masih terlalu lembek, tinggal tambah tepung sedikit lagi sampai pas.
Bentuk lentonya bebas, bisa lonjong, bulat pipih, atau sesuai selera. Aku biasanya bentuk memanjang dikit biar mirip lento tradisional. Waktu menggoreng, pastikan minyak sudah panas dengan api sedang cenderung kecil. Kalau api terlalu besar, luar cepat cokelat tapi dalamnya belum kering. Goreng pelan-pelan, jangan langsung sering dibolak-balik biar nggak hancur.
Tekstur lento kacang tolo yang enak menurutku: luar cokelat keemasan, renyah, tapi dalamnya masih lembut dan berasa kacangnya. Enak banget dimakan sama nasi hangat, sambel terasi, atau dijadikan lauk pelengkap sayur bening. Kadang aku juga suka jadikan camilan, tinggal cocol saos sambal.
Kalau kalian baru pertama kali coba, wajar banget kalau sampai 2–3 kali percobaan baru nemu tekstur dan rasa yang pas. Aku pun gitu, awalnya ada yang terlalu asin, ada yang gampang hancur, sampai akhirnya nemu formula yang cocok buat keluarga di rumah. Cobain pelan-pelan, catat apa yang kurang atau berlebihan, nanti lama-lama kalian punya versi lento kacang tolo andalan sendiri.
Buat yang suaminya suka request menu aneh-aneh kayak aku, lento kacang tolo ini bisa masuk ke daftar andalan. Bahan kacang tolo juga biasanya lebih murah dan awet, jadi bisa stok di rumah. Kalau lagi bingung mau masak apa, tinggal rendam kacang dari malam, besoknya sudah siap dibikin lento gurih dan renyah.
dimakan anget kayanya enak ya ka