buat wargi cianjur yg punya pejabat publik seorang artis,dan presenter
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik mengenai aktivitasnya yang masih aktif menjadi pembawa acara (presenter) di televisi nasional. Menanggapi polemik tersebut, Ramzi menegaskan bahwa kegiatannya di dunia hiburan sama sekali tidak membentur aturan hukum maupun tugasnya di pemerintahan.
Ramzi mengaku sudah mempelajari seluruh regulasi sebelum memutuskan untuk tetap mengambil pekerjaan di layar kaca. la bahkan melakukan konsultasi dengan berbagai lembaga terkait guna memastikan integritasnya sebagai pejabat publik tetap terjaga.
"Isu ini sebenarnya sudah lama saya tunggu. Yang jelas, semuanya sudah saya pelajari dan tidak ada aturan yang dilanggar. Saya tanya ke semua pihak, termasuk ke KPK juga saya tanyakan, hasilnya tidak ada masalah," tegas Ramzi Wakil Bupati Cianjur saat ditemui di Pendopo Cianjur
Politisi Partai NasDem tersebut memberikan jaminan bahwa agenda pemerintahan tetap menjadi prioritas utama. Jika terdapat jadwal syuting yang bentrok dengan agenda penting daerah, ia memastikan akan memilih tetap berada di Cianjur.
"Jika ada acara yang bentrok dan sangat penting di Cianjur, saya pasti memilih Cianjur. Itu sudah menjadi komitmen saya dengan pihak stasiun TV, dan mereka memahaminya. Skala prioritas saya tetap di sini," ungkapnya.
... Baca selengkapnyaSebagai seorang pejabat publik yang juga aktif sebagai presenter televisi, Ramzi menunjukkan contoh unik bagaimana seseorang dapat membagi dua profesi yang berbeda tanpa mengorbankan tanggung jawab utama mereka. Saya pernah mengikuti beberapa kasus serupa di berbagai daerah dimana pejabat publik memiliki pekerjaan sampingan, dan tantangan utamanya adalah menjaga transparansi dan komitmen terhadap tugas utama.
Dalam pengalaman saya, komunikasi terbuka seperti yang dilakukan Ramzi sangat penting untuk menghilangkan prasangka publik. Dengan melakukan konsultasi ke berbagai lembaga termasuk KPK, Ramzi bisa membuktikan bahwa aktivitasnya tidak mengganggu integritasnya sebagai pejabat. Hal ini memperlihatkan bahwa seseorang yang menjalankan dua peran sekaligus harus proaktif dalam mengklarifikasi situasi agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, keberanian Ramzi untuk memilih prioritas ketika ada benturan jadwal antara pemerintahan dan pekerjaan di dunia hiburan juga merupakan sikap yang patut diapresiasi. Dalam praktiknya, seorang pejabat publik harus cermat dalam mengatur waktu agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, apalagi ketika posisinya krusial seperti Wakil Bupati.
Saya pribadi pernah mengenal sosok pejabat yang mencoba menjalankan profesi kedua tanpa mempertimbangkan risiko bentrokan kepentingan. Akibatnya, reputasi mereka turun dan kepercayaan masyarakat berkurang. Hal ini menjadi pembelajaran bahwa kejelasan aturan dan penerapan profesionalisme adalah kunci dalam menghindari konflik kepentingan.
Mengingat slogan "Daripada korupsi, mending cari duit halal" yang muncul dari Ramzi, ini juga memberikan pesan positif bahwa pejabat publik harus kreatif dan transparan dalam mencari penghasilan yang halal tanpa merugikan tugas utama mereka. Bagi warga Cianjur, adanya figur seperti Ramzi tentu menjadi hal yang menarik dan bisa menjadi contoh bahwa integritas dan profesionalitas pejabat bisa dipertahankan bahkan saat menekuni profesi lain.