Jagonya pork ribs di Malang
Ini loh jagonya pork ribs di Kota Malang. Dagingnya empuk, bumbunya meresap dengan aroma smoky. Porsi jumbo cocok buat sharing. Pantesan baru buka 3 tahun aja sudah buka cabang di Alam Sutera dan Gading Serpong.
🏠Warung Ahog
📍Jl. Merbabu No.4 Malang
⏰11.00-21.00
⛔️Senin libur
⭐️Rate: 5/5
Waktu pertama kali diajak teman ke Warung Ahog di Jl Merbabu 4 Malang, aku sebenarnya nggak berekspektasi banyak. Tapi begitu pork ribs-nya datang, langsung paham kenapa tempat ini sering disebut jagonya pork ribs Malang. Porsinya gede banget, satu porsi bisa buat berdua bahkan bertiga kalau makannya santai. Tekstur pork ribs-nya empuk, gampang banget lepas dari tulang, dan bumbunya benar-benar meresap. Ada aroma smoky yang khas, mirip pork ribs ala BBQ tetapi rasa bumbunya tetap cocok di lidah orang Indonesia. Buat kamu yang suka daging agak berlemak, bagian fat-nya juga bikin nagih karena juicy tapi nggak bikin eneg. Selain pork ribs, mereka biasanya juga punya menu lain yang cocok buat sharing, jadi kalau datang ramean bisa pesan beberapa jenis. Tips dari aku, datangnya jangan terlalu mepet jam makan siang atau makan malam, soalnya sering rame. Apalagi lokasinya strategis di area kota Malang, jadi banyak yang sengaja mampir. Buat yang cari "pork ribs Malang" atau lagi hunting non halal food di sekitar sini, Warung Ahog ini bisa banget masuk list. Jam bukanya sekitar 11.00–21.00 dan biasanya Senin libur, jadi pastikan cek dulu sebelum datang. Kalau kamu tipe yang suka sarapan berat, mereka juga punya info soal "Pagi-Pagi Ahog" di akun lain, tapi jam regular pork ribs di warung utama ini lebih ke siang–malam. Menariknya, meski base-nya di Malang, Warung Ahog sudah buka cabang di Alam Sutera, Tangsel dan di Maggiore, Gading Serpong. Jadi kalau kamu asal Jakarta–Tangerang dan penasaran sama rasa pork ribs Malang yang terkenal ini, nggak harus jauh-jauh ke Malang dulu, bisa cobain di cabang-cabangnya. Kalau kamu biasanya cari "toko guling terdekat" buat makan daging babi, cobain sesekali ganti ke pork ribs ala Warung Ahog. Sensasinya beda: bukan babi guling, tapi daging iga babi yang dipanggang dengan bumbu manis-gurih dan sedikit smoky. Menurutku, ini salah satu alternatif non-halal yang wajib dicoba kalau lagi main ke Malang atau tinggal di sekitar Jl Merbabu. Saran terakhir, datang bareng teman atau keluarga biar bisa sharing dan nyobain lebih dari satu menu. Dengan porsi jumbo dan rasa yang rich, pengalaman makan di Warung Ahog ini berasa lebih seru kalau dinikmati ramean sambil ngobrol.


























