🚨👇 Everyone’s blaming Iran. But who kept sending ships into the war zone?

On Friday, senior US officials demanded that Iran's leadership publicly state that ship traffic in the Strait of Hormuz has been fully restored and that Iranian forces will stop attacking ships. Moments before those officials spoke, Iran's diplomat at the United Nations told reporters that any activity in the strait "rests exclusively with Iran."

Two governments. Two contradictory statements. Same hour.

Here is the explanation US officials are now offering for why the ceasefire keeps collapsing. The new attacks on ships in the Strait did not come from the Iranian leadership Washington is negotiating with. They came from hardline officials inside Iran's political system who are actively trying to undermine the ceasefire. US officials said Trump is aware of the power struggle and is giving negotiators space, but he will not wait forever.

There is one detail in the AP's own reporting that deserves to sit with you. Part of the reason Iran now faces this power struggle is strikes by the US and Israel that killed Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei early in the war. Washington helped create the vacuum it is now trying to navigate. It struck the top of Iran's command structure, destabilized the political hierarchy, and is now discovering that the leaders it can negotiate with cannot control the elements it cannot negotiate with.

The nuclear issue, the original stated justification for this entire war, remains completely unresolved. US officials confirmed any final deal requires Iran to surrender its highly enriched uranium stockpile. But they are not confident Iran will honor that commitment until Tehran first stops the Strait attacks. The sequencing is revealing. The nuclear question, the thing that started all of this on February 28, is now the last item on a list that cannot get past point one.

Meanwhile, Rubio called Saudi Arabia's foreign minister to discuss "regional security and stability." The Gulf states that absorbed four months of Iranian strikes, were never consulted on the deal, and now watch their energy exports flow under Iranian oversight are being managed by phone call.

And in Bangkok, three former crew members of the Thai cargo ship Mayuree Naree, struck by a projectile north of Oman on March 11, killing three of their colleagues, filed a lawsuit Friday against their shipping company for sailing them into an active war zone. All three have since been diagnosed with post-traumatic stress disorder. One said: "When there are loud noises, I'll get startled. I can't work now, and I have to take medication."

The IMO Secretary General said it plainly: "Behind the figures are seafarers, and in some cases their families, who continue to bear the human cost of this conflict."

The Strait of Hormuz is classified as an international strait under UNCLOS, giving ships the legal right of transit passage even through Iranian and Omani territorial waters. But legal right and sound judgment are not the same thing. Multiple maritime risk advisories had flagged the strait as an active war zone. The IMO had issued warnings. Maritime unions had warned their members. The companies knew. They chose to transit anyway, not because they had no alternative, but because rerouting around the Cape of Good Hope adds approximately 12 days and significant fuel costs to each voyage. That is a commercial calculation. And the crew members who are now filing PTSD lawsuits in Bangkok paid for it with their mental health, their livelihoods, and in three cases, their lives.

The lawsuit is not about Iran's conduct alone. It is against a company that made a financial decision and then dismissed the people who bore the human cost of it with two months' salary and a condolence statement.

Before assigning responsibility to only one actor, ask who kept sending civilian crews through an active war zone after repeated security warnings. Then ask who profited from that decision while the crews paid the price.

#geopolitics #iranwar #breakingnews #trump #usa

7/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang sangat vital untuk perdagangan minyak dunia. Namun, dengan adanya konflik politik dan militer antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, kondisi keamanan di area ini menjadi jauh dari kata stabil. Sebagai pelaut dan pengamat jalur maritim, saya pernah mengikuti beberapa diskusi dan laporan terkait bagaimana perusahaan pelayaran akhirnya harus membuat keputusan sulit menghadapi risiko transit di zona berbahaya seperti Selat Hormuz. Meskipun hukum internasional memberikan hak lintas bagi kapal-kapal asing melalui selat tersebut, keputusan untuk melewati zona perang tetap mengandung risiko besar, termasuk potensi serangan atau kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan awak kapal. Tetapi tekanan komersial dan keuntungan finansial membuat banyak perusahaan tetap memilih jalur ini agar waktu tempuh dan biaya bahan bakar tidak membengkak secara drastis. Kisah para awak kapal asal Thailand yang mengalami trauma pascatrauma (PTSD) setelah serangan di pelayaran mereka menjadi pengingat keras akan harga manusia yang harus dibayar di balik keputusan bisnis tersebut. Mereka bukan hanya menghadapi bahaya fisik, tetapi juga konsekuensi psikologis yang mendalam yang tidak boleh dianggap sepele. Pengalaman ini menimbulkan perdebatan etis mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan dan kesejahteraan awaknya. Lebih lanjut, dinamika kekuasaan di Iran yang terpecah antara faksi moderat dan garis keras memperumit upaya mencapai perdamaian dan keamanan di wilayah ini. Serangan-serangan yang terus terjadi menunjukkan bahwa meskipun ada negosiasi, kontrol terhadap seluruh elemen politik dan militer Iran belum sepenuhnya solid, yang berujung pada kerapuhan gencatan senjata yang diharapkan. Sebagai tambahan, isu nuklir yang menjadi latar belakang konflik masih belum terselesaikan, menambah kompleksitas situasi. Ketidakpastian ini membuat berbagai pihak berhati-hati, namun juga terjebak dalam siklus ketegangan yang sulit dipatahkan. Bagi pembaca yang tertarik mengikuti perkembangan geopolitik dan dampaknya pada industri pelayaran internasional, artikel ini memberikan sudut pandang yang penting: bukan hanya siapa yang menyalahkan Iran, tapi juga siapa yang bertanggung jawab mengirimkan kapal ke wilayah berbahaya dan bagaimana keputusan tersebut memengaruhi nyawa manusia. Memahami hal ini dapat membantu kita melihat bahwa konflik tidak hanya soal negara dan politik, tapi juga soal manusia dan risiko nyata di lapangan.

Posting terkait

F I E kongsi

F I E kongsi

4 suka

Replying to @Yunita T R Purba Pentingnya NPD Awareness untuk seluruh wanita di Indonesia 💪🏻💪🏻💪🏻 Laki-laki yang baik itu adalah laki-laki yang take responsibility/berani bertanggung jawab. Kl kerjaannya nyalahin orang lain/ playing victims. Kabur aja tsay 🏃🏼‍♀️‍➡️🏃🏼‍♀️‍➡️🏃🏼‍♀️‍➡️ #npd #
dr. Intan Rachmita, MKM

dr. Intan Rachmita, MKM

28 suka

DAY 17 Learning English🥰
Thank’s for your likes, comments and shares, guys!🫶🏻 Don't forget to follow for more!🥰 See you tomorrow! 👋🏻 #BelajardiLemon8 #BelajarBareng #belajarbahasainggris #English #englishlearning
Mellyyyyd

Mellyyyyd

1281 suka

STOP Victim Blaming! Cara Islam Cegah Pelecehan!
Hi Lemonade 🍋👋🏻 Assalamualaikum... Ternyata Islam cegah pelecehan nggak cuma soal baju aja lho, Bun! ✋❌ Ada poin penting dari sisi laki-laki, keberanian kita untuk bersuara, sampai penjagaan lewat jalur langit. Stop nyalahin korban yaa! Yuk kita bangun lingkungan yang lebih aman dan salin
anisasismita🎀

anisasismita🎀

16 suka

MEN STOP DOING THESE! #johor #singapore #kualalumpur #ed #erectiledysfunctionsolution #fypviralシ #fypviral #fyp #matipucuk #alatsulit #pembesaranalatsulit #matipucuk #suamiisteri #nexusclinicyberjaya #broshot #pshot #shockwave #ed #erectiledysfunctionsolution
Nexus Clinic Cyberjaya

Nexus Clinic Cyberjaya

71 suka

3 Kesan buruk anak ketagih phone
Setuju tak dengan 3 kesan buruk ni?😊 #parentingtips #ilmuparenting #newparents #parenthood #fatherhood
papa_jiajen

papa_jiajen

12 suka

Gambar menunjukkan pelbagai produk solekan seperti krim pelembap, cecair asas solekan, dan primer, bersama dengan swatches di tangan yang menunjukkan hasil akhir matte, velvet, dan satin. Teks utama menyatakan 'Foundation Hacks 3 Skin Type'.
Gambar menunjukkan krim pelembap dan cecair asas solekan. Teks menyatakan 'Satin Finish Foundation + Moisturiser'. Swatch di tangan menunjukkan campuran produk dan hasil akhir yang lembap dan glowing, sesuai untuk kulit kering.
Gambar menunjukkan cecair asas solekan dan bedak tabur. Teks menyatakan 'Matte Finish Foundation + Loose Powder'. Swatch di tangan menunjukkan campuran produk dan hasil akhir matte yang mengawal minyak, sesuai untuk kulit berminyak.
Foundation HACKS (MUA SECRET)👀
Hi love ✨ Stop blaming your foundation 😭 Actually cara you apply tu yang salah… Same foundation tapi result boleh jadi: ✨ Satin (glowy healthy skin) ✨ Matte (oil control, blur pores) ✨ Velvet (smooth filter skin) Rahsia dia bukan brand mahal… but how you mix + prep your skin 👀 Save
Love, Myn

Love, Myn

340 suka

6️⃣ Reasons Why People Stay Poor❓🤔
1️⃣) Comfort Zone. . 2️⃣) No Hobbies. . 3️⃣) Watch TV all days. . 4️⃣) No Life Passion. . 5️⃣) Waiting For Magic. . 6️⃣) Blaming Others. . . . . . #RamadanBermakna #miskin #richdadpoordad #IsiJer #ShoppingHaul
adrisri

adrisri

32 suka

Adam & Hawa jatuh dalam dosa penetapan Allah ?
#
Wisdom_Revelation Ministry

Wisdom_Revelation Ministry

0 suka

agung

agung

0 suka

Gambar menampilkan seorang pria mengenakan kaus multi-warna dengan tulisan "Bedanya Perhatian dan Over Controlling (Terkesan mirip, tapi beda banget)" di bagian tengah.
Teks membandingkan perhatian dan over controlling dengan contoh dialog, seperti "Hati-hati di jalan ya" vs "Kok baru bales? Daritadi ngapain aja?". Latar belakang menunjukkan lampu jalan.
Teks menjelaskan perbedaan perhatian yang memberi ruang dan controlling yang menuntut laporan detail, dengan contoh dialog. Latar belakang adalah bangunan dan jalanan kota.
Yang satu bikin nyaman, yang satunya lagi bikin deg-degan🥲
#lifeafterbreakup #overcontrolling #toxicrelationship #redflagrelationship
miramirrrrr

miramirrrrr

4 suka

You don’t need more motivation. you need a new identity #motivationdaily #mindsetgrowth #successmindset
aboutsomething31_

aboutsomething31_

0 suka

Imej menunjukkan tajuk "R*PE CULTURE Betul Wujud Ke?" dengan siluet kepala dan simbol 18+. Teks bawah menyatakan "Bila Masyarakat Normalisasi Salah Inilah R*pe Culture>>>", menekankan normalisasi kesalahan.
Imej ini mendefinisikan "R*pe Culture" sebagai budaya yang menormalisasi, memaafkan atau meremehkan kesalahan s*ksual, di mana mangsa disalahkan dan pelaku dibela.
Imej ini membincangkan frasa "Dia yang salah, pakai seksi sangat." dan menjelaskan bahawa ia adalah 'victim blaming', menegaskan tiada pakaian yang "mengundang" r*gol.
Betul Ke R*pe Culture Wujud❓😱
💔 R*pe culture takkan berubah kalau kita terus diam. Mulakan dengan: 🗣️ Percaya mangsa 🚫 Berhenti salahkan pakaian 💪 Berani tegur lawak luc*h ❤️ Didik anak tentang consent Kadang-kadang “r*pe culture” tak nampak secara jelas — tapi dia hidup dalam cara kita bercakap, bergurau & menilai
Amalia Aishah

Amalia Aishah

437 suka

you have to remind yourself that you allowed to feel hurt. Because empathy doesn’t cancel impact.
alumnimsindependent

alumnimsindependent

0 suka

Abuse itu gak selalu kasar atau teriak. Kadang bentuknya dibikin ragu sama perasaan sendiri. Kalau kamu harus mengecilkan diri biar relasi tetap damai, kalau kamu lebih sering koreksi diri daripada merasa didengar— itu bukan dewasa, itu tanda ada yang gak sehat. Capek yang kamu rasain itu
Megan Mansion

Megan Mansion

1 suka

I LOST 40KG+… AND I MAKAN NASI 😳🍚
Yes, I eat nasi. Yes, I eat carbs. No, I didn’t gain it back. 👀 The secret? Protein tinggi. Portion control. Tak makan macam esok tak ada. Stop blaming rice babe… start blaming over-eating. 💅🔥 Carbs aren’t the enemy. No discipline is. 😉🍗🥚🥦
Get Fit with Zara!

Get Fit with Zara!

322 suka

😱 Sabotage in Love
😠 So many of the ways we "sabotage" love aren't really sabotage. They're old survival patterns disguised as protection. 😌 Most people don't push love away because they don't care. They push it away because somewhere along the way, closeness felt unsafe, unpredictable, or to
🤍

🤍

2 suka

Alasan lo kenapa ga maju-maju
#mentalhealthindonesia #selfgrowth #mindsetgenz #generasipemikir #stopblaming
Plinz Room

Plinz Room

2 suka

Imej menunjukkan komputer riba dan segelas kopi ais di atas meja kayu, dengan tajuk 'How To Recover From A Bad Grade Step by Step'.
Latar belakang kabur dengan kotak teks putih bertulis '1. Feel it - then let it go' dan nasihat untuk meluahkan perasaan tetapi tidak berlarutan.
Latar belakang kabur dengan kotak teks putih bertulis '2. Reflect without blaming' dan soalan untuk mengenal pasti punca masalah gred.
How To Recover From A Bad Grade 🅰️✅
Hi lemonades ! ✨ Got a bad grade? 🖇️ it’s not the end - it’s a new beginning. Take a breath, reflect, adjust your plan, and comeback even stronger 🥰 Growth ➡️ Perfection always 🌱 #studygram #studymotivaton #studylife #student #PendapatKu
dnshsmr

dnshsmr

92 suka

🇲🇾✨How to study when you feel tired 😴
You’re not lazy. You’re not unmotivated. Your brain is probably just depleted. 🧠📚 And honestly, a lot of students keep blaming themselves when the real issue is exhaustion. If you’ve been staring at your notes for 20 minutes and still can’t focus, here’s what actually helps instead of f
huiqiennnnn

huiqiennnnn

16 suka

Blaming is one of manipulative technique #CapCut #foryoupage #fyp
dr. Intan Rachmita, MKM

dr. Intan Rachmita, MKM

0 suka

Gambar menampilkan judul "It's your own fault Kenapa korban masih sering disalahkan?" dengan emoji menangis dan seorang wanita muda di latar depan, membahas victim blaming.
Gambar menjelaskan victim blaming, di mana korban kejahatan, terutama kekerasan seksual, disalahkan dengan pertanyaan seperti "Kenapa kamu pakai baju begitu?". Terdapat ilustrasi buku terbuka di bawah teks.
Gambar menjelaskan asal victim blaming menurut Laura Bates, yang menyatakan bahwa itu bukan kesalahan individu melainkan sistem yang dibentuk oleh purity culture dan stereotip lama.
Salah sendiri...
Hi sobat Lemoners Di #fypanalysis kali ini aku mau ngebahas sedikit tentang victim blaming. #CurcolanHati #CeweBanget
Rin

Rin

0 suka

Imej menunjukkan petikan Al-Quran 'Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Al-A'raf 7:156' dari Deen Buddy, dengan latar belakang hijau bercorak daun dan cahaya. Terdapat juga logo Lemon8 dan nama pengguna @fat.skater.
DAY 104
I want to ask... How can I love myself?? Been trying all of the things that I like but I still feel not enough for myself... I kept blaming myself for what's happening although many ppl say it's not me who is the problem... I tried to forgive myself but it always ends up with why?
NR

NR

2 suka

Lihat lainnya