ALASAN KENAPA KAMU SERING DIREMEHKAN 🫣
Kenapa kamu sering diremehin dan sulit dihargai? Mungkin karena kamu belum tahu cara bertumbuh seperti tanaman.
Hai, aku Zahra Aluna 🌸
Perempuan yang dulu dianggap gak berguna. Tapi atas izin Allah, sekarang sedang belajar jadi perempuan yang bermanfaat. Mohon doanya ya 🤲
Dulu aku sering diremehkan. Dianggap gak bisa kerja, gak bisa apa-apa.
Awalnya aku overthinking terus. Selalu mikir, “Gimana ya biar keberadaanku dianggap?”
Tapi sekarang aku belajar dari tanaman 🌿
Tanaman gak pernah teriak minta dihargai.
Dia cukup tumbuh.
Akar yang kuat gak kelihatan, tapi itulah pondasi.
Daun yang rimbun gak minta pujian, tapi tetap memberi teduh.
Bunga yang mekar gak memaksa dilihat, tapi tetap indah.
Begitu juga kita.
Yang kita kejar bukan penilaian manusia, tapi ridho Allah 💫
Kerja kerasmu adalah ibadah.
Bukan alat untuk validasi, tapi bentuk syukur dan pengabdian.
Jadi yuk ubah orientasi kita.
Tumbuhlah seperti tanaman.
Diam, tapi kuat.
Tenang, tapi bermanfaat.
Semangat terus yaa 🌻
Follow @consistent.withus — ruang aman perempuan muda untuk bertumbuh, berbagi, dan saling menguatkan 🤍
Jujur, momen ketika kamu diremehkan itu rasanya nyesek banget. Apalagi kalau yang meremehkan orang terdekat: keluarga, teman, bahkan pasangan. Dulu setiap kali ada yang bilang, "kamu nggak bisa apa-apa", aku langsung overthinking dan ngeraguin diri sendiri. Pelan-pelan aku belajar, ternyata cara kita merespon perlakuan orang jauh lebih penting daripada omongan mereka. Waktu diremehkan, biasanya kita punya dua pilihan: sibuk ngebuktiin ke semua orang, atau fokus bertumbuh pelan-pelan. Aku sempat memilih yang pertama, capek banget. Kerja keras bukan karena mau berkembang, tapi cuma biar dianggap. Hasilnya? Tetap ngerasa kosong. Titik baliknya waktu aku mulai belajar "bertumbuh seperti tanaman". Tanaman nggak sibuk jelasin ke dunia kalau dia berharga. Dia fokus punya akar yang kuat dulu. Buat aku, "akar" itu kayak: hubungan sama Allah, self-awareness, dan kesehatan mental. Aku mulai rajin nulis journaling, lebih jujur sama diri sendiri, dan belajar nerima kalau aku memang masih dalam proses. Saat kamu diremehkan, coba tanya ke diri sendiri: benarkah kata mereka? Kadang omongan orang cuma cerminan keterbatasan mereka, bukan batas kemampuan kita. Aku juga mulai pelan-pelan belajar skill baru, sekecil apa pun. Dari ikut kelas gratis online, belajar dari YouTube, sampai baca thread pengalaman orang lain. Nggak kelihatan instan, tapi lama-lama rasa percaya diri tumbuh karena kita sadar: "Aku memang lagi berproses, dan itu cukup." Hal lain yang penting banget adalah lingkungan. Waktu terus-terusan ada di sekitar orang yang meremehkan, kamu bisa jadi ikut percaya kalau kamu nggak mampu. Aku mulai cari "ruang aman" – komunitas, akun, atau teman yang cara ngomongnya bikin aku merasa ditumbuhkan, bukan dijatuhkan. Dari situ aku sadar, ternyata aku nggak sendirian, banyak perempuan muda yang juga pernah merasa nggak dihargai. Kalau sekarang kamu lagi di fase sering diremehkan, jangan buru-buru pengen semua orang berubah. Fokus sama hal yang bisa kamu kendalikan: doa, usaha, cara kamu memperlakukan diri sendiri. Nggak apa-apa kalau prosesmu pelan. Tanaman juga nggak mekar dalam semalam. Yang penting kamu terus tumbuh, meski diam, tetap kuat dan pelan-pelan jadi bermanfaat. Ingat, ketika kamu diremehkan, itu bukan akhir cerita. Kadang justru di situ Allah lagi ngajarin kamu untuk punya akar yang lebih kokoh, sebelum nanti dikasih "mekar" di waktu yang paling tepat.



















































