Jadi, buat kalian yang tanya kenapa dulu aku bisa sampai pakai bawang putih di wajah… gini ceritanya. Waktu aku masih SMK kelas 2, aku emang lagi jerawatan. Biasalah masa-masa puber, walaupun sebenarnya jerawatku cuma 1–2 biji. Tapi karena aku gemes banget pengen jerawatnya cepat sembuh, aku coba semua cara, mulai dari masker alami kayak lidah buaya, tomat, dan lain-lain. Tapi nggak ada yang ngefek.
Akhirnya aku cari-cari di Google, dan ketemulah “cara menghilangkan jerawat pakai bawang putih”. Karena aku nggak tahu kalau bawang putih itu punya kandungan yang bisa memicu radang, sedangkan kulitku ternyata memang udah sensitif, aku pakai lah bawang putih itu setiap hari. Dan hasilnya? Bukannya sembuh, malah bikin wajahku meradang parah.
Iya sih, jerawatnya jadi kering… tapi setelah itu muncul kayak luka bakar hitam, terus mengelupas sendiri, dan jadi merah meradang yang lama banget hilangnya.
Dulu aku juga masih sekolah, masih minta uang jajan, belum kenal skincare, dan nggak ngerti kalau kulitku yang sensitif itu sebenarnya butuh perawatan yang tepat. Jadi aku bener-bener nggak aware sama kondisi kulitku sendiri waktu itu.
Beberapa bulan terakhir ini baru aku mulai benar-benar aware, mulai pakai skincare yang cocok buat kulitku, mulai dari facial wash sampai produk yang bantu nyembuhin bekas jerawat. Sekarang Alhamdulillah jerawat aktif udah nggak ada. Tinggal bekas PIE dan PIH aja yang paling susah hilangnya, tapi pelan-pelan membaik kok.
Segitu aja pengalaman aku. Semoga ini bisa jadi pembelajaran berharga, biar kalian lebih peduli sama kulit kalian dari awal dan nggak mengulang kesalahan yang sama kayak aku.
Semoga bermanfaat, dan see you next time! Bye-bye 👋💛🍋
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sempat mikir, "Kalau bawang putih bagus buat kesehatan, pasti aman dong buat jerawat?" Apalagi di Google dan TikTok banyak banget yang share bawang putih untuk jerawat batu sebagai obat alami. Tapi setelah ngalamin sendiri breakout parah, aku jadi jauh lebih hati-hati sama semua DIY skincare, terutama yang langsung ditempel ke kulit.
Kalau kamu lagi kepikiran pakai bawang putih untuk jerawat, apalagi jerawat batu, coba pertimbangkan dulu beberapa hal dari pengalamanku:
1. Kulit sensitif itu gampang banget marah
Kulitku ternyata tipe sensitif dan gampang merah. Waktu aku tempel bawang putih langsung di jerawat, awalnya cuma rasa panas dikit, aku cuekin karena mikir, "Oh ini tandanya obatnya lagi bekerja." Ternyata itu justru awal dari iritasi. Besoknya muncul kemerahan, perih, dan kayak luka bakar hitam kecil. Jadi buat kamu yang kulitnya suka merah, gatal, atau gampang perih, please jangan coba-coba pakai bawang putih langsung di kulit.
2. Bawang putih itu terlalu keras buat dipakai mentah di wajah
Dari yang aku pelajari belakangan, bawang putih mengandung allicin dan sulfur yang memang bagus sebagai antimikroba, tapi di kulit wajah yang tipis bisa jadi terlalu keras. Enzimnya juga sifatnya kayak eksfoliasi agresif: ngelupasin sel kulit mati tapi nggak terukur. Hasilnya, skin barrier bisa rusak, kulit jadi kering, mengelupas, dan makin sensitif. Di aku, jerawat bukannya kempes cantik, tapi malah jadi merah meradang dan muncul noda hitam bekas luka.
3. Risiko "chemical burn" itu nyata, bukan lebay
Waktu aku baca istilah chemical burn dari bawang putih, awalnya aku kira lebay. Tapi setelah ngalamin sendiri, aku baru paham: kulitku jadi kayak kebakar—hitam, lalu mengelupas, terus merah lama banget. Kalau sekarang aku lihat foto lamaku, rasanya nyesel banget kenapa dulu segitu nekatnya.
4. Alternatif aman selain bawang putih & bawang merah untuk jerawat
Kalau kamu lagi cari pengganti bawang putih atau bawang merah untuk jerawat, ini beberapa hal yang menurutku jauh lebih aman (tapi tetap sesuaikan sama kondisi kulit ya):
- Pakai face wash yang lembut dan khusus kulit berjerawat, jangan sabun badan.
- Cari bahan aktif yang sudah banyak diteliti, kayak salicylic acid, benzoyl peroxide (pelan-pelan dulu pemakaiannya), atau niacinamide.
- Untuk jerawat batu, kadang butuh produk dengan bahan seperti retinoid (misalnya adapalene), tapi ini sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.
- Kompres dingin di area jerawat yang meradang bisa bantu mengurangi bengkak tanpa bikin kulit makin iritasi.
5. Kapan sebaiknya ke dokter kulit?
Dulu aku pikir ke dokter itu cuma buat yang jerawatnya parah banget. Padahal, kalau dari awal aku konsultasi, mungkin kulitku nggak akan sampai breakout separah waktu pakai bawang putih. Kalau jerawat kamu:
- Sering muncul jerawat batu yang sakit banget,
- Sudah lama nggak membaik walau ganti-ganti produk,
- Atau mulai ninggalin bekas hitam dan merah (PIH/PIE) di mana-mana,
menurutku nggak ada salahnya banget buat coba periksa ke dokter kulit. Kadang butuh obat dari dalam atau treatment khusus supaya lebih terkontrol.
6. Tips kalau sudah telanjur iritasi gara-gara bawang putih
Kalau kamu baca ini dalam kondisi kulit sudah keburu iritasi karena bawang putih atau bahan DIY lain, ini yang dulu cukup membantu aku:
- Stop dulu semua bahan keras (scrub, AHA/BHA tinggi, dan lain-lain).
- Fokus ke basic: cleanser lembut, moisturizer yang menenangkan, dan sunscreen.
- Cari moisturizer yang ada kandungan soothing seperti centella asiatica, panthenol, atau ceramide buat bantu perbaiki skin barrier.
- Jangan kupas atau colek kulit yang lagi menghitam atau mengelupas, biarin dia lepas sendiri.
Sekarang, kalau ada yang tanya ke aku, "Gimana cara menggunakan bawang putih untuk jerawat?" Jawabanku jujur: aku pribadi nggak rekomendasi pakai langsung ke kulit, apalagi di wajah. Pengalaman breakout dan luka bakar ringan yang aku alami cukup jadi pelajaran besar. Lebih baik pelan-pelan pakai skincare yang jelas kandungannya, sabar nunggu hasil, daripada nyesel karena bekasnya susah banget hilang.
Semoga cerita tambahanku ini bisa jadi warning sign sebelum kamu nekat coba-coba bawang putih atau bawang merah di jerawat. Kulit kita cuma satu, sayang banget kalau rusak gara-gara eksperimen yang belum tentu cocok buat semua orang.
semangat kaka, aku juga mantan acne fighter