Konten kali ini bukan untuk menghakimi, tapi untuk saling mengingatkan 🤍
Ternyata, ada beberapa dosa yang sering dilakukan istri kepada suami, bahkan tanpa kita sadari dalam keseharian. Mulai dari ucapan, sikap, sampai hal-hal kecil yang sering dianggap sepele.
Semoga setelah baca ini, kita bisa lebih menjaga lisan, sikap, dan hati dalam rumah tangga. Karena pernikahan bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang mau belajar dan memperbaiki diri ✨
Yuk, sama-sama introspeksi diri 🌷
Kalau menurut kamu konten ini bermanfaat, jangan lupa like, save, dan share ya 🍋💛
... Baca selengkapnyaSejujurnya, waktu pertama kali baca dan belajar tentang dosa besar istri terhadap suami, aku lumayan kaget. Banyak hal yang dulu aku anggap "biasa aja" ternyata dalam Islam termasuk dosa dan bisa jadi sebab datangnya azab kalau terus diulang dan nggak tobat. Makanya aku pengin tulis ini sebagai pengingat buat diri sendiri dan teman-teman.
Beberapa ulama menjelaskan, durhaka kepada suami itu termasuk dosa besar kalau sampai istri sengaja meremehkan hak-hak suami. Misalnya, suami sudah berusaha nafkah lahir batin, tapi istri malah sering membentak, merendahkan, atau menolak ajakannya tanpa alasan syar'i. Dulu aku pernah di fase gampang ngomel kalau suami pulang telat, padahal belum ditanya dulu alasannya. Ternyata sikap seperti ini bisa menyakiti hati suami dan masuk kategori menyakiti suami secara batin.
Ada juga masalah berkata kasar. Kadang kita merasa, "Aku cuma jujur kok," tapi cara penyampaiannya menyakitkan. Hadist tentang suami menyakiti istri memang sering dibahas, tapi kadang kita lupa, lisan istri juga bisa jadi sumber dosa kalau sering menghina atau merendahkan suami, apalagi di depan orang lain. Sekali dua kali mungkin suami diam, tapi kalau terus-terusan bisa bikin dia kecewa dan menjauh secara emosional.
Buat yang merasa sering kecewa dengan sikap suami, aku pun pernah ada di posisi itu. Namun pelan-pelan aku belajar bedain antara menasihati dan durhaka. Menyampaikan rasa kecewa itu boleh, tapi dengan adab: pilih waktu yang tepat, nada suara yang lembut, dan niatnya untuk memperbaiki, bukan melampiaskan emosi. Kalau kita meledak-ledak, ujungnya bisa jadi saling menyakiti: suami menyakiti hati istri, istri menyakiti hati suami.
Satu lagi yang sering tanpa sadar dilakukan adalah mengungkit pemberian dan pengorbanan. Misalnya ngomong, "Aku sudah ngurus rumah, anak, ninggalin karier, tapi kamu gitu aja nggak peka." Padahal dalam Islam, mengungkit-ungkit kebaikan bisa menghapus pahala dan termasuk dosa lisan. Begitu juga tidak menjaga kehormatan diri dan harta suami, misalnya curhat keburukan suami ke banyak orang, buka aib suami di media sosial, atau boros memakai uang tanpa izin.
Bukan berarti istri harus selalu diam meski disakiti. Kalau ada suami yang selalu menyakiti hati istri, baik fisik atau mental, Islam juga memberikan hak kepada istri untuk membela diri, minta nasihat keluarga/ustaz, bahkan mengambil langkah hukum kalau sampai kekerasan. Taat bukan berarti rela dizalimi. Bedakan antara sabar dalam ketaatan dan diam terhadap kedzaliman.
Kesimpulannya, durhaka kepada suami bukan cuma soal menolak perintah, tapi juga soal sikap, ucapan, dan cara kita menghormatinya di depan umum maupun ketika berdua. Aku sendiri masih proses belajar: lebih nahan lisan, lebih banyak istighfar, dan rutin evaluasi diri. Semoga kita dijauhkan dari 7 dosa besar istri terhadap suami dan diganti dengan rumah tangga yang saling menyayangi dan menghormati. Yuk, sama-sama perbaiki diri pelan-pelan, bukan buat tampil sempurna di depan orang, tapi supaya hubungan kita dengan Allah dan pasangan makin baik.
bismillah 2026, makin jadi bini yg soft spoken 😂😂