... Baca selengkapnyaPertama kali dengar "getuk Semar" aku kira ini cuma getuk biasa, tapi ternyata beda banget. Versi crispy-nya itu luarannya beneran garing keemasan, tapi bagian dalam masih empuk khas getuk singkong. Waktu pertama buka bungkusnya, aromanya wangi legit, kayak perpaduan gula dan margarin. Rasanya manis tapi ada sedikit asin gurih, jadi nggak bikin eneg.
Biasanya aku makan getuk itu yang versi tradisional, disajikan di daun pisang dan ditaburi kelapa parut. Nah, getuk crispy Semar ini menurutku cocok buat yang pengin cemilan jadul tapi dengan sensasi modern. Enaknya dimakan masih hangat, sekitar jam-jam sarapan kayak yang tertulis di kemasannya "7:30AM Crispy". Aku sendiri suka makan bareng teh tawar hangat biar rasa manis-gurihnya lebih kerasa.
Kalau kamu mau jadikan getuk Semar sebagai oleh-oleh, tips dariku: pilih yang kemasannya masih rapat dan nggak ada uap air di dalam plastik, supaya tetap renyah. Sesampainya di rumah, simpan di tempat yang kering dan tertutup. Kalau mulai agak melempem, bisa dihangatkan sebentar di air fryer atau oven biar kembali crispy di luar.
Buat teman-teman yang penasaran, getuk Semar ini cocok dimakan sebagai teman ngopi pagi, cemilan sore hari, atau suguhan kalau ada tamu. Banyak yang jadikan ini sebagai buah tangan dari kota tertentu karena bentuknya praktis, nggak gampang hancur, dan punya rasa unik: manis, sedikit asin, renyah di luar, lembut di dalam. Kalau kamu biasanya hanya kenal getuk tradisional, cobain versi crispy-nya ini, sensasinya beda dan menurutku lebih disukai anak-anak maupun orang tua.
Kalau lagi pesan, aku juga biasanya nanya ke penjual soal varian rasa. Ada toko yang jual versi original, cokelat, sampai keju. Tapi favoritku tetap yang original karena rasa singkong dan gulanya lebih berasa. Jadi, kalau kamu lihat tulisan "getuk crispy Semar" di etalase atau online shop, nggak ada salahnya coba satu bungkus dulu. Siapa tahu malah ketagihan dan jadikan ini oleh-oleh wajib tiap bepergian.