Hai bund, Kali ini sharing tentang perilaku ansk yuk bund. Anak-anak terkadang banyak maunya ya bund. Gak tau kondisi keuangan ortu atau penting gak penting dengan permintaannya😁.
Pernah gak nolak permintaan anak minta dibelikan sesuatu, dengan refleks jawab 'gak ada uang', alias bokek bahasa now nya😁?. Terkadang memang lagi gak ada uang atau sebenarnya ada, cuma itu cara simpel dan mudah menolak permintaan anak.
Ternyata kalau sering alasan gak punya uang 'bokek', lama-lama anak akan berpikir selalu kekurangan.
Kalau bund, gimana biasanya cara nolak permintaan anak?
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga tipe ibu yang gampang banget bilang, “Ibu bokek, nggak ada uang,” tiap anak minta sesuatu. Rasanya jawaban itu paling simpel, cepat, dan anak langsung berhenti merengek. Tapi makin ke sini aku sadar, kalau kalimat sesederhana itu ternyata bisa kebawa ke cara anak memandang uang dan hidup.
Dari yang aku perhatiin, anak yang sering dengar orang tuanya ngomong bokek bisa jadi punya mindset kalau keluarganya selalu kekurangan. Lama-lama dia bisa merasa minder dibanding teman-temannya, takut minta sesuatu, atau sebaliknya malah jadi sangat terobsesi sama uang karena merasa uang itu sesuatu yang selalu kurang dan sulit didapat. Inilah yang sering disebut bermental miskin: selalu fokus ke kekurangan, bukan ke cara mengelola apa yang ada.
Sekarang aku coba ganti cara jawab. Misalnya saat anak minta mainan:
- Bukan lagi: “Ibu bokek, nggak punya uang.”
- Tapi: “Sekarang uang ibu lagi dipakai buat hal yang lebih penting, ya. Nanti kalau sudah terkumpul, kita bisa nabung bareng buat beli itu.”
Dengan cara ini, anak pelan-pelan belajar kalau uang itu terbatas, harus ada prioritas, dan kadang harus sabar menunggu. Dia juga belajar konsep menabung: kalau mau sesuatu, bukan berarti nggak bisa sama sekali, tapi perlu proses. Aku juga sesekali ajak dia lihat langsung: misalnya tunjukin daftar belanja, bilang, “Ini uang ibu, sebagian buat belanja kebutuhan, sebagian buat nabung, jadi belum bisa beli mainan dulu.”
Ada juga momen ketika anak minta sesuatu yang sebenarnya tidak dia butuhkan. Di situ aku biasanya jelasin, “Menurut ibu, ini belum terlalu penting. Kalau kebutuhanmu yang utama sudah terpenuhi, baru kita pikirkan yang ini, ya.” Ternyata kalau dijelasin pelan-pelan, anak lebih mudah menerima daripada sekadar dengar kata “bokek”.
Buat ibu-ibu yang suka merasa bersalah kalau nggak bisa mengabulkan permintaan anak, menurutku penting banget ingat kalau tugas kita bukan cuma memenuhi keinginan mereka, tapi juga membentuk cara berpikir mereka soal uang. Mereka perlu tahu bahwa uang terbatas, harus diprioritaskan, dan ada saatnya kita menahan diri. Bukan karena keluarganya ‘selalu miskin’, tapi karena semua orang memang perlu mengatur uang.
Sekarang tiap anak minta sesuatu, aku coba berhenti sejenak sebelum jawab. Aku tanya dulu ke diri sendiri: ini murni nggak mampu, belum prioritas, atau sebenarnya bisa jadi momen buat ngajarin dia soal sabar dan mengelola keinginan. Jawabanku ke anak jadi lebih jujur dan mendidik, bukan sekadar refleks bilang “bokek”.
Kalau kamu juga sering merasa bokek sebagai ibu, boleh banget mulai pelan-pelan ubah cara ngomong ke anak. Bukan pura-pura kaya, tapi mengajarkan kalau kekurangan itu bukan identitas, hanya kondisi sementara yang bisa dikelola dengan bijak.
Aku biasanya bilang ditunda dulu, nanti kalau udah waktunya baru dibeliin 🤗