aq kenal banci,,dia pedagang es teh,,dulu awal nya aq selalu beli dan g pernah ngobrol..lama kelamaan aq deket,,trus dia suka curhat y aq dengerin
sampai akhirnya ada kata2 dia yg nyeletuk bukan sekali 2 kali..udah berkali2..
dia selalu bilang,, "rok mu lho nggilani i,,plisket sampek ilang plisket e"
suakit bgt rasane..
y aq mmg buka org yg suka shoping..dan aq g terlalu mikirin penampilan..selama itu g robek/g nerawang/masih bisa d pakai..pasti ttp aq pakai..
mmg rok ini aq dlu beli 1 lusin beda2 warna..y mmg suda hilang semua plisket nya,,tapi aq g masalah,,toh untuk d area lingkungan rumah,,bukan buat kondangan
dan 1 yg slalu aq ingat..beli kalau butuh,,karna semua ada hisab nya..
... Baca selengkapnyaDalam kehidupan sehari-hari, ejekan atau komentar negatif mengenai penampilan seringkali menjadi ujian bagi setiap individu. Seperti yang dialami oleh penulis cerita ini, ejekan tentang "plisket roknya yang sudah hilang" bisa sangat menyakitkan, terutama jika datangnya dari orang yang dianggap dekat.
Namun, pengalaman ini juga mengajarkan banyak hal berharga. Pertama, soal menerima diri sendiri apa adanya. Tidak semua orang harus selalu tampil sempurna atau sesuai standar orang lain. Mengenakan rok plisket yang sudah hilang motif plisketnya, misalnya, bukan berarti kita kurang perhatian terhadap penampilan, melainkan memilih sesuatu yang fungsional dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari, seperti di lingkungan rumah.
Kedua, soal pentingnya menghargai pilihan orang lain. Seringkali komentar negatif datang dari ketidaktahuan atau kebiasaan menilai secara cepat. Padahal, setiap orang punya alasan masing-masing dalam memilih pakaian, termasuk pertimbangan ekonomi dan kepraktisan.
Ketiga, cerita ini juga menyinggung prinsip berbelanja yang bijak, yaitu "beli kalau butuh" dan menyadari bahwa setiap pengeluaran pasti ada pertanggungjawaban atau hisabnya. Ini adalah nilai penting yang sering terlupakan dalam budaya konsumsi modern yang cenderung mendorong pembelian berlebih.
Bagi yang mengalami hal serupa, penting untuk menguatkan diri dengan lingkungan positif dan terus fokus pada nilai-nilai yang benar. Menggunakan pakaian adalah ekspresi diri, bukan alat untuk dihakimi. Selain itu, empati terhadap orang lain yang berbeda dengan kita juga sangat penting agar kita tidak menjadi sumber luka bagi sesama.
Akhirnya, kisah ini mengingatkan bahwa ejekan atau kata-kata negatif tidak harus menjadi beban. Justru, bisa menjadi inspirasi untuk lebih memahami diri sendiri dan membangun kepercayaan diri yang tidak tergantung dari penilaian orang lain. Tetaplah setia pada prinsip dan nilai yang kita anut dalam menjalani hidup.
loh sampe segitunya yaa🥺aku juga gak terlalu merhatiin baju, selama bisa dipakai yaa tak pakai kak