jangan memihak siapapun
Aku dulu termasuk orang yang gampang banget memihak. Kalau ada teman curhat dan cerita dia disakiti orang lain, otomatis aku langsung percaya 100% dan ikut benci orang yang dia ceritain. Padahal aku sama sekali belum dengar versi cerita dari orang itu. Baru belakangan aku sadar, beberapa orang memang sangat berbakat dalam membuat orang lain terlihat buruk. Satu kejadian yang bikin aku mikir ulang adalah saat dua teman dekatku berkonflik. Awalnya aku cuma dengar dari satu sisi, yang nangis-nangis dan kelihatan paling tersakiti. Aku langsung memihak, ngejauh dari temanku yang satu lagi, bahkan ikut ngomongin hal-hal negatif tentang dia. Beberapa minggu kemudian, tanpa sengaja aku dengar cerita dari sisi yang berbeda. Ternyata masalahnya nggak sesederhana yang aku bayangkan. Ada kesalahpahaman, ada pesan yang kepotong, dan ada emosi yang tidak tersampaikan dengan baik. Di situ aku malu banget karena sadar kalau aku sudah ikut menghakimi tanpa data lengkap. Dari pengalaman itu, aku mulai belajar buat nggak gampang memihak. Kalau ada yang curhat, aku dengerin, tapi di dalam hati aku selalu ingetin diri sendiri: ini baru satu versi cerita. Bukan berarti dia bohong, tapi bisa jadi sudut pandangnya aja yang berbeda. Kadang, orang cerita pas lagi emosi, jadi yang keluar itu versi paling menyakitkan yang dia rasain, bukan gambaran real 100%. Sekarang, setiap kali dengar konflik, aku berusaha netral dulu. Kalau ada yang nanya, "kamu di pihak siapa?" aku jawab, "aku di pihak kebenaran aja". Kedengarannya klise, tapi memang lebih aman begitu. Aku juga belajar untuk tidak cepat menyebarkan cerita yang aku dengar, apalagi kalau itu bisa bikin nama orang lain jadi buruk. Lebih baik tahan diri, karena sekali kita ikut menyebarkan, kita sudah ikut andil dalam merusak reputasi seseorang. Memihak itu manusiawi, apalagi kalau kita sayang sama orang yang curhat ke kita. Tapi sekarang aku sadar, sayang itu bukan berarti selalu membenarkan atau ikut menyerang orang lain. Kadang, bentuk sayang terbaik adalah ngingetin pelan-pelan supaya dia juga mau lihat situasi dari sisi lain. Dan buat diri sendiri, aku pegang satu kalimat: jangan memihak siapapun sebelum mengetahui cerita lengkapnya, karena hidup itu jarang hitam-putih. Selalu ada sisi yang nggak kita lihat.












































