... Baca selengkapnyaBelakangan ini aku lagi sering banget pesan iced aren latte kalau mampir ke coffee shop, termasuk di Di'Kopian COFFEE & MATCHA. Segelas Iced Aren Latte mereka itu bener-bener menggoda: bagian bawahnya agak kemerahan dari gula aren cair, tengahnya putih susu, bagian atasnya cokelat muda dari espresso. Ditambah es batu dan tutup hitam di gelas plastik, kelihatan super aesthetic kalau difoto di atas meja atau kain abu-abu.
Dari situ aku jadi kepikiran: ternyata bikin iced aren latte aesthetic di rumah tuh nggak sesulit itu. Kuncinya di layering. Biasanya aku mulai dari membuat sirup gula aren dulu. Gula aren dipotong kecil, direbus dengan sedikit air sampai larut dan agak kental. Aku simpan di botol kaca di kulkas, jadi tiap pengen kopi tinggal tuang, nggak perlu ribet masak lagi.
Untuk versi klasik aren latte coffee, aku pakai espresso shot atau kopi tubruk yang disaring. Kalau nggak punya mesin espresso, pakai coffee dripper atau mokapot juga oke. Yang penting kopinya agak strong supaya nggak kalah sama manisnya gula aren dan creamy-nya susu. Setelah sirup gula aren dituang ke dasar gelas, baru aku tambahkan es batu penuh. Di atasnya baru aku tuang susu full cream yang sudah dingin pelan-pelan, supaya nggak langsung bercampur dengan layer gula aren di bawah.
Terakhir baru deh aku tuang kopi panas atau suhu ruang secara perlahan lewat belakang sendok. Teknik ini bikin layer atasnya jadi cokelat muda yang cantik, mirip banget sama yang di foto-foto iced aren latte aesthetic yang sering seliweran di sosmed. Kadang kalau pengen lebih sehat, aku ganti susu sapi dengan oat milk atau susu almond. Rasanya tetap enak, cuma karakter creaminess-nya agak beda.
Aku juga lagi suka eksperimen matcha aren latte. Caranya mirip, cuma bagian kopi diganti dengan matcha yang sudah dikocok dengan sedikit air panas. Gula aren ternyata cocok juga sama rasa earthy matcha, jadi rasanya unik, nggak terlalu pahit, dan tetap wangi. Biasanya aku bikin dua versi: satu pakai coffee (aren latte coffee) buat pagi hari, dan satu lagi matcha aren latte buat sore kalau lagi pengen yang lebih ringan.
Kalau soal penyajian, gelas transparan itu wajib banget kalau tujuanmu pengen iced aren latte yang fotogenik. Gelas plastik bening bertutup hitam kayak di Di'Kopian juga bisa jadi pilihan kalau mau dibawa pergi. Aku suka taruh di dekat jendela biar kena natural light, lalu alasin kain abu-abu atau talenan kayu. Hasil fotonya langsung kelihatan lebih niat, padahal bikinnya di rumah.
Satu hal yang kupelajari, takaran gula aren itu selera banget. Kalau kamu nggak suka terlalu manis, mending mulai dari 1–1,5 sdm per gelas dan nanti tinggal ditambah kalau kurang. Dan jangan lupa, kalau es batunya banyak, rasa minuman bakal sedikit lebih ringan seiring es mencair, jadi di awal bisa dibuat sedikit lebih kuat.
Buat yang baru mulai ngopi, iced aren latte ini cocok banget karena rasa kopinya nggak terlalu keras dan tertolong sama manis dan aroma khas gula aren. Sementara buat yang sudah terbiasa minum kopi, minuman ini bisa jadi variasi kalau bosan sama es kopi biasa. Menurutku, kombinasi kopi, susu, dan gula aren ini salah satu minuman paling aman diajak nongkrong, karena hampir semua teman yang kucoba suruh icip selalu suka.
Kalau kamu punya coffee shop lokal langganan, coba deh pesan iced aren latte mereka dan bandingkan sama versi buatanmu di rumah. Dari situ kamu bisa dapat inspirasi baru, misalnya soal takaran kopi, jenis susu, atau cara mereka menyajikan minuman biar terlihat lebih menarik. Seru banget kalau bisa nemu resep favorit sendiri dan bikin iced aren latte aesthetic versi kamu setiap hari.