Al-Baqarah 2:77-83
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Surah 2:77-83 Al-Baqarah (Sapi)
Sholawat semoga senangtiasa tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.
Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa sallim. Semoga shalawat menjadi bagian dalam keseharian kita.
Quran Everyday (Ngaji setiap hari)
Belajar ngaji al qur'an
Learn to read the Quran
Doa untuk Indonesia tercinta:
رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا
Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini yang aman
Alhamdulillah,
Semoga Allah SWT membuka pintu HidayahNya, aamiin
Dengan mengharap ridho Allah SWT semata mari kita semangatkan membaca al-Quran setiap hari, jadikanlah Alquran membumi dalam diri kita.
Doa untuk saudara-saudara kita di Palestina
Allahumma najji ikhwanan al mu'mininal mustadhafina fi Falisthin wafi kulli makan.
Ya Allah jadikanlah kami, istri-istri kami, anak-anak kami dan keturunan kami selalu mencintai mu ya Allah, mencintai nabi Muhammad SAW dan nabi lainnya, mencintai Al-Qur'an dan Islam serta sesama mahlukMu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تُحْيِي بِهَا رُوحِي، وَ تُوَفِّرَ بِهَا فُتُوحِي، وَ تَرفَعَ بِهَاحَاجَاتِ ، وَتُنَوْرَ بِهَا قَلْبِي
"Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammadin Sholatan tuhyi biha Ruhi, wa tuwafiru biha futuhi wa tarfa'u biha hajati, wa tunawwiru biha Qolbi"
Prophet Muhammad never said he was Sunni, he only gave us the Sunnah. Prophet Muhammad never said he was Shia but through his daughter Fatimah gave us Hasan and Hussein, the Prophet never said he was Hanafi, Sufi, it's all made up, so be yourself first as a Muslim who submits only to Allah Azza wa Jalla
Semoga Allah tambahkan rezekinya dan limpahkan kesehatan dengan memutar dan ikut bertilawa Al-Qur'an, selalu bershalawat kepada baginda nabi Muhammad SAW, serta membagikan video ini, juga semoga para Qari' dan pembuat aplikasi mendapat pahala disisi Allah SWT aamiin🙏"
Waktu pertama kali coba tadabbur ayat Al-Baqarah 77-83, aku baru ngeh kalau rangkaian ayat ini saling nyambung banget. Bukan cuma cerita Bani Israil, tapi juga jadi cermin buat kita sebagai Muslim sekarang. Di ayat-ayat sebelumnya (sekitar 77-79), ada peringatan keras: “فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ…”. Intinya, celaka orang yang menulis “kitab” dengan tangan mereka sendiri lalu ngaku-ngaku itu dari Allah, hanya demi keuntungan dunia yang murah. Waktu baca terjemahannya di mushaf (kadang ada catatan MUFTI TAQI USMANI), aku merasa ini bukan cuma tentang ahli kitab dulu, tapi juga teguran buat kita supaya jangan sembarangan ngatasnamakan agama demi kepentingan pribadi. Lalu ada kalimat Bani Israil yang merasa neraka cuma akan menyentuh mereka sebentar, “لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً”. Di sini aku refleksi: jangan-jangan kita juga kadang suka merasa aman karena status "Muslim" saja, padahal ayat berikutnya tegas bilang, siapa yang tenggelam dalam dosa, mereka penghuni neraka, dan yang beriman serta beramal shalih, mereka penghuni surga dan kekal di dalamnya. Ayat-ayat ini bikin aku lebih hati-hati, nggak mau terlalu pede soal akhirat tanpa memperbaiki amal. Masuk ke ayat 83, bagian yang paling nempel di hati: janji yang diambil dari Bani Israil, "لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ" – jangan menyembah selain Allah. Lalu langsung disambung dengan perintah berbuat baik kepada orang tua, kerabat, yatim, dan orang miskin, serta berkata yang baik kepada manusia, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Buatku, ini seolah mengajarkan bahwa tauhid itu bukan cuma di lisan, tapi harus tercermin dalam akhlak dan ibadah sosial. Sejak sering membaca Al-Baqarah 77-83, aku coba praktik hal-hal kecil: lebih lembut sama orang tua, lebih peduli kalau ada teman yang lagi kesulitan, dan menjaga lisan supaya nggak gampang nyakitin orang, sesuai ayat "وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا". Nggak selalu berhasil, tapi ayat ini terus jadi pengingat. Ngaji surat Al-Baqarah, apalagi juz 1 bagian ayat 77-83, akhirnya jadi rutinitas kecilku dalam program "Quran Everyday". Biasanya aku mulai dengan baca arabnya, lihat terjemahan Indonesia di samping, kadang baca juga penjelasan bahasa Inggris yang ada di mushaf (seperti yang dicetak oleh SABEQ COMPANY). Setelah itu baru aku tutup dengan shalawat, misalnya: "Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammadin sholatan tuhyi biha ruhi…" supaya hati terasa lebih tenang. Buat teman-teman yang juga lagi belajar ngaji Al-Qur'an, menurutku bagus banget kalau sesekali fokus khusus ke potongan ayat seperti Al-Baqarah 77-83 ini. Kita bisa jadikan sebagai bahan renungan tentang: - Bagaimana menjaga kejujuran dalam menyampaikan agama. - Jangan merasa aman dari azab hanya karena identitas, tapi lihat kualitas iman dan amal. - Pentingnya berbakti kepada orang tua, membantu yatim dan miskin. - Menjaga lisan dengan berkata baik pada semua orang. Semoga dengan sering mengulang ayat-ayat ini, Al-Qur'an makin membumi dalam diri kita, bukan cuma dibaca tapi juga dihidupkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Aamiin.






















