... Baca selengkapnyaSebagai mom yang dulu juga sering pusing karena anak emosi tidak stabil, aku pelan-pelan belajar kalau kadang bukan anaknya yang "bermasalah", tapi lingkungan di rumah yang terlalu ramai stimulasi. Dari pengalaman, tiga hal yang aku kurangi di rumah: mainan, jatah screentime, dan jadwal sosialisasi.
Untuk mainan, dulu hampir tiap minggu aku beli mainan baru. Hasilnya? Anak malah gampang bosan, sulit fokus, dan kalau mainan hilang sedikit saja langsung meledak emosinya. Akhirnya aku mulai sortir mainan: pilih beberapa yang benar-benar dia suka dan bermanfaat, sisanya disimpan atau didonasikan. Ternyata ketika pilihan mainannya lebih sedikit, anak jadi lebih tenang, bisa main lebih lama dengan satu mainan, dan nggak terlalu drama kalau ada yang rusak atau hilang.
Soal screentime, ini jujur paling berat buat aku. Layar itu kan solusi instan kalau anak rewel. Tapi efeknya, anak jadi gampang overstimulated, susah tidur, dan emosinya naik turun. Aku nggak langsung stop total, tapi bikin aturan jelas: jam berapa boleh nonton, berapa lama, dan kontennya apa. Di luar jam itu, aku ajak dia main dapur-dapuran, baca buku, atau bantu aku di rumah. Awal-awal memang banyak protes, tapi setelah beberapa minggu, tantrum berkurang dan anak mulai bisa menghibur dirinya sendiri tanpa harus selalu nonton.
Tentang sosialisasi, dulu aku berpikir makin sering diajak main ke luar makin bagus. Ternyata kebanyakan jadwal main dan jalan-jalan juga bikin anak capek dan sensitif. Sekarang aku lebih pilih quality over quantity: nggak setiap hari harus keluar, dan aku perhatikan dia lebih cocok main dengan siapa. Kalau habis main di luar aku lihat dia gampang marah atau rewel, berarti aku kurangin dulu intensitasnya.
Hal yang paling penting menurut aku: kita sebagai orang tua juga harus jaga emosi. Anak itu peka banget, kalau kita mudah meledak, mereka ikut belajar cara yang sama. Aku coba banyak tarik napas, istighfar, dan ingat pesan di QS. At-Tahrim: 6 tentang menjaga diri dan keluarga. Pelan-pelan, ketika aku lebih tenang, anak juga ikut lebih stabil.
Buat moms yang lagi struggle dengan anak emosi tidak stabil, boleh banget coba cek: apakah mainan di rumah terlalu banyak, screentime kebablasan, atau jadwal sosialisasi terlalu padat? Nggak harus berubah drastis, tapi mulai dari langkah kecil. Yang penting konsisten dan sabar, karena setiap anak punya ritme dan batas energinya masing-masing. Semoga pengalaman ini bisa jadi insight, bukan aturan baku, karena kita sama-sama lagi belajar jadi orang tua yang lebih baik setiap hari.
yg paling berpengaruh banget di anak ku yg nmr 3 , stiap abis main seharian di luar, pasti tidurnya jd mengigau dan marah2, emosinya pun jd gak stabil, gak mau di kasih main susah, krn yg bawa main kakek neneknya (ibu dan bapak mertua ku), aku jd bingung 😩
𝙰𝚔𝚞 𝚓𝚐 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚎𝚗𝚎𝚔 𝚋𝚞𝚗, 𝚌𝚞𝚌𝚞 𝚙𝚎𝚛𝚎𝚖𝚙𝚞𝚊𝚗𝚔𝚞 𝚞𝚖𝚞𝚛 4 𝚝𝚑𝚗. 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚕𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊𝚔𝚞 𝚐𝚊𝚔 𝚔𝚞𝚋𝚎𝚛𝚒 𝚑𝚙, 𝚔𝚞𝚊𝚓𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛 𝚖𝚊𝚜𝚊𝚔, 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚌𝚒 𝚖𝚘𝚋𝚒𝚕, 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚙𝚞, 𝚙𝚒𝚔𝚗𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑, 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚢𝚐 𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜². 𝚙𝚘𝚔𝚘𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚗𝚎𝚗𝚎𝚔 𝚑𝚎𝚙𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚞𝚗 🤩