saat ini aku mash pengangguran, dan menolak sebuah pekerjaan yg aku bisa dg mudah masuk ke dalamnya menurutku adalah Rizki dan kesempatan emas🥹
namun ternyata takdir berkata lain, semuanya tdk mendukungku untuk mengambil pekerjaan ini dg berbagai konsekuensi dan pengalaman² org² sebenernya 🥺
menurutku mencari pekerjaan itu susah, dan pilah pilih pekerjaan itu sangat tidak dianjurkan, namun jika mmg pekerjaan itu tdk Allah pekernankan untukmu, maka Allah beri tau melalui sekitarmu, aku percaya itu, semoga aku ikhlas melepas bakal pekerjaan ini.
doakan aku yaa, semoga anak pertama yg diamanahi adik² jika org tua sdh tdk sanggup lagi ini, bisa segera mendapatkan pekerjaan lain yang Allah dan semesta ridho terhadapnya.
.
untuk kalian semua para wanita tangguh, supermom yg msh sempat²nya berkarier bahkan berbisnis, atau para wanita yg masih merintis bahkan masih menjadi jobseeker, semoga Tuhan mudahkan Rizki yg halal, berkah serta melimpah ruah dtg menjemputmu, bahkan mengejar²mu, semoga lingkungan kerja atau lingkungan bisnis kalian sehat, tdk ada kedzaliman di dalamnya, aamiin ya rabbal alamin 🤲🏻✨
... Baca selengkapnyaSebagai jobseeker, dapat info lowongan kerja yang “jaminan keterima” di tempat resmi kayak MBG atau Badan Gizi Nasional itu rasanya campur aduk banget. Di kasusku, posisi yang ditawarkan mirip-mirip seperti ahli gizi atau bagian pemorsian/masak di instansi gizi. Di atas kertas kelihatan ideal: ada poster lowongan jelas, syaratnya bisa dibilang standar (CV, surat domisili, dsb), dan banyak teman alumni yang bilang, “Udah, masuk aja dulu.”
Tapi makin digali, makin banyak hal yang bikin galau. Aku sempat tanya-tanya di grup alumni soal suka duka kerja di MBG, termasuk jam kerja, sistem shift, dan bagaimana budaya di dapur atau bagian pemorsian. Ada yang bilang seru karena ilmunya kepakai, tapi ada juga yang cerita capek fisik, tekanan kerja lumayan besar, dan isu-isu di internal yang bikin aku mikir dua kali. Aku jadi kebayang kalau sudah terlanjur tanda tangan kontrak, pasti nggak gampang juga kalau nanti harus buat surat pengunduran diri ahli gizi MBG atau surat resign di tengah jalan.
Di fase bimbang itu, aku juga sempat cari-cari contoh surat lamaran MBG bagian pemorsian dan surat lamaran MBG bagian masak. Bukan cuma ingin tahu formatnya, tapi juga untuk meyakinkan diri: “Aku beneran mau nggak sih kerja di sini?” Bahkan sempat kebayang kalau suatu hari nggak kuat, aku harus belajar bikin surat pengunduran diri ahli gizi MBG yang baik dan sopan supaya tetap profesional. Dari situ aku sadar, kalau dari awal aja sudah banyak keraguan, mungkin memang bukan tempat yang tepat.
Faktor lain yang cukup berat adalah restu orang tua, terutama ibu. Lokasi kerja lumayan jauh dari rumah, sementara aku anak pertama yang ikut bantu adik-adik ketika orang tua sudah nggak sanggup lagi. Ibu jujur bilang nggak rela kalau aku kerja terlalu jauh dan lingkungan kerjanya masih abu-abu infonya. Beberapa teman menyarankan untuk istikharah, dan setelah aku jalani, jawabannya pelan-pelan datang lewat penolakan halus: keluarga kontra, teman banyak mengingatkan, sampai hatiku sendiri yang nggak tenang.
Buat yang lagi cari lowongan kerja ahli gizi di BPOM atau instansi lain semacamnya, menurutku nggak ada salahnya ambil waktu untuk riset dulu. Coba cari testimoni suka duka kerja di tempat itu, cek bagaimana sistem lembur, jenjang karier, dan apakah nilai-nilai di instansi tersebut sejalan dengan value pribadi kita. Jangan cuma fokus ke gaji atau status “kerja di instansi bergengsi”, tapi pikirkan juga kesehatan mental, jarak dengan keluarga, dan apakah kamu siap berkomitmen.
Kalau kalian lagi proses menyusun contoh surat lamaran kerja MBG atau instansi sejenis, boleh banget sambil tulis juga list harapan pribadi: lingkungan kerja yang sehat, atasan yang adil, dan sistem kerja yang manusiawi. Jadi sejak awal, kalian sadar apa yang sebenarnya kalian cari dari sebuah pekerjaan.
Pengalamanku menolak pekerjaan ini mungkin terdengar “sayang banget”, apalagi statusku masih pengangguran. Tapi aku belajar bahwa menolak pun bisa jadi bentuk melindungi diri. Tidak semua lowongan yang kelihatannya menjanjikan harus diambil kalau ternyata bertabrakan dengan restu orang tua, kondisi keluarga, dan suara hati sendiri. Semoga yang lagi bingung pilih kerjaan, entah di MBG, BPOM, atau tempat lain, diberi kejelasan jalan terbaik dan rezeki yang lebih baik lagi setelahnya.
di tempat aku ya kak, yang kerja di sana itu rata rata mereka pake orang dalem, jadi aku juga yang mau join jadi gak bisa karena ya gitu dehh, semangat kakkk❤️❤️
semoga lekas dapat pekerjaan baru ka. ditempat aku G ada berita loker MBG, soalnya yg kerja org terdeket dr aparat desa aja. yg ga punya kenalan gabisa ehehe
di tempat aku ya kak, yang kerja di sana itu rata rata mereka pake orang dalem, jadi aku juga yang mau join jadi gak bisa karena ya gitu dehh, semangat kakkk❤️❤️