Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • ๆ—ฅๆœฌ
    • เน„เธ—เธข
    • Viแป‡t Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Rp50 ribunya mungkin kecil. Tapi idenya bisa jauh lebih besar. Rencana WNI usia 17 tahun mendapatkan rekening bersamaan dengan KTP bukan sekadar soal saldo awal Rp50 ribu. Yang lebih menarik adalah financial inclusion: bagaimana sejak memasuki usia dewasa, masyarakat sudah punya pintu masuk k
DRP

DRP

0 suka

Rp491 miliar. Angka yang langsung membuat banyak orang bertanya: apakah itu cukup untuk menghadapi bencana di Indonesia? Pertanyaan itu wajar. Indonesia adalah negara dengan risiko bencana tinggi. Banjir, gempa, erupsi gunung api, hingga karhutla menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir s
DRP

DRP

0 suka

Rp491 miliar. Angka yang langsung membuat banyak orang bertanya: apakah itu cukup untuk menghadapi bencana di Indonesia? Pertanyaan itu wajar. Indonesia adalah negara dengan risiko bencana tinggi. Banjir, gempa, erupsi gunung api, hingga karhutla menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir s
DRP

DRP

0 suka

Gunung meletus itu proses alam. Tapi cara kita merespons dampaknya tetap bisa dinilai.
Anak Krakatau sebenarnya sudah dipantau. Sejak 2 Juli 2026, statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga) berdasarkan pemantauan PVMBG. Lalu muncul narasi di media sosial: โ€œJepang aja bisa prediksi Krakatau.โ€ Padahal yang dilakukan Jepang adalah memantau potensi dampak tsunami setelah erupsi ter
DRP

DRP

0 suka

Demo itu bukan cuma soal turun ke jalan, teriak paling keras, lalu pulang.
Aksi 27 Agustus kemarin menunjukkan satu hal penting: aspirasi bisa disampaikan, didengar, dan diperjuangkan tanpa harus kehilangan ketertiban. Massa Pati datang membawa tuntutan, melakukan audiensi dengan DPR, mendapat respons, lalu membubarkan diri dengan tertib. Setelah itu, aksi dilanjutkan
DRP

DRP

0 suka

siapa yang pertama kali menyalakan apinya?
Karhutla sering disebut karena cuaca ekstrem. Tapi kalau cuaca cuma memperparah, siapa yang pertama kali menyalakan apinya? Jawabannya nggak selalu sederhana. Kemarau panjang, angin kencang, vegetasi kering, dan lahan gambut memang bisa membuat api lebih cepat menyebar dan jauh lebih sulit di
DRP

DRP

1 suka

Pengangguran nasional turun ke 4,65%, terendah sejak 1994. Jumlah orang yang bekerja juga bertambah sekitar 522 ribu dibanding Februari 2026. Kabar baik. Tapi ada satu angka yang masih perlu jadi perhatian: tingkat pengangguran usia 15โ€“24 tahun masih 17,37%. Ini menunjukkan bahwa tantangan an
DRP

DRP

0 suka

Koruptor dihukum mati. Setuju atau tidak?
Belakangan, MUI melalui Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor yang merugikan negara dalam skala besar dan berdampak luas. Usulan ini memunculkan satu pertanyaan penting. Apakah memperberat hukuman otomatis membuat korupsi berkurang? Ada yan
DRP

DRP

0 suka

"Banyak kasus korupsi terungkap. Apakah itu berarti korupsi semakin banyak?"
Belum tentu. Sering kali kita langsung menyimpulkan bahwa semakin banyak kasus yang terungkap berarti korupsinya semakin parah. Padahal, jumlah kasus yang berhasil diungkap dan jumlah korupsi yang sebenarnya terjadi adalah dua hal yang berbeda. Coba bayangkan... Dulu hanya ada sedikit CCTV
DRP

DRP

0 suka

"Kalau seorang maling dipukuli sampai meninggal"
Apakah itu berarti keadilan sudah ditegakkan? Pertanyaan ini sering memicu perdebatan. Di satu sisi, mencuri adalah tindak pidana dan pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di sisi lain, main hakim sendiri juga bukan jalan keluar. Yang perlu dibedakan adalah: โœ… Mengamankan
DRP

DRP

0 suka

"Harga naik disebut inflasi. Harga turun disebut deflasi. Lalu, apa itu resesi?" ๐Ÿค”
Tiga istilah ini sering muncul di berita, tetapi masih banyak yang menganggap artinya sama. Padahal, ketiganya memiliki makna yang berbeda: ๐Ÿ“ˆ Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum. ๐Ÿ“‰ Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum. ๐Ÿญ Resesi adalah perlamba
DRP

DRP

0 suka

"Kenapa harga rumah terasa semakin sulit dijangkau?" ๐Ÿ 
Banyak orang mengira penyebabnya hanya satu: pengembang menaikkan harga. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks. Harga rumah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari harga tanah yang terus meningkat, biaya material bangunan, upah tenaga kerja, inflasi, suku bunga KPR, hingga lokasi dan ting
DRP

DRP

0 suka

"Kalau pemerintah mau, kenapa harga BBM tidak langsung diturunkan?" ๐Ÿค”
Pertanyaan ini sering muncul ketika harga minyak dunia berubah atau muncul wacana penyesuaian harga BBM. Faktanya, menentukan harga BBM tidak sesederhana menekan satu tombol. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bia
DRP

DRP

0 suka

PHK bukan sekadar angka di berita. Di balik setiap kasus, ada pekerja yang kehilangan penghasilan dan keluarga yang menghadapi ketidakpastian. Karena itu, solusi tidak cukup hanya menghitung berapa orang yang terkena PHK. Yang lebih penting adalah bagaimana negara mampu mencegah PHK, melindungi
DRP

DRP

0 suka

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bayangkan kalau Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Itulah salah satu tujuan besar di balik penerapan B50. Bukan sekadar mencampur biodiesel dengan solar, tetapi membangun ketahanan energi dari sumber daya yang kita miliki sendiri. Jika targetnya tercapai, Indonesia berpotens
DRP

DRP

0 suka

Satu kalimat bisa viral. Tapi apakah kita sudah memahami konteksnya?
Belakangan ini, potongan pernyataan Presiden Prabowo tentang "Indonesia gelap, silakan pindah ke negara lain" ramai menjadi perdebatan di media sosial. Dalam era media sosial, potongan video beberapa detik sering kali lebih cepat menyebar daripada pidato lengkapnya. Padahal, memahami konteks sam
DRP

DRP

0 suka

Benarkah DPR Menghentikan RUU Perampasan Aset? Belakangan ramai beredar narasi bahwa DPR menghentikan pembahasan RUU Perampasan Aset. Faktanya, klaim tersebut tidak tepat. Hingga saat ini, RUU Perampasan Aset masih tercantum dalam Prolegnas Prioritas 2026 dan tidak pernah ada keputusan Rapat
DRP

DRP

0 suka

"Kenapa setiap dunia sedang tidak baik-baik saja, harga emas justru sering naik?" ๐Ÿค”
Saat perang, krisis ekonomi, atau ketidakpastian global terjadi, banyak investor memilih memindahkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman. Salah satu yang paling sering menjadi pilihan adalah emas. Dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai safe haven, yaitu aset yang dinilai mampu menjaga
DRP

DRP

0 suka

"Kalau RUU Perampasan Aset belum disahkan, apakah aset koruptor tidak bisa dirampas?"
Jawabannya: tetap bisa. Hukum yang berlaku saat ini sudah mengatur penyitaan dan perampasan aset hasil tindak pidana, termasuk dalam perkara korupsi. Namun, mekanisme tersebut pada umumnya dilakukan setelah ada proses pidana dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Lalu, mengapa m
DRP

DRP

0 suka

"Uang Koruptor Disita, Terus Pergi ke Mana?"
Banyak yang mengira uang hasil sitaan korupsi langsung dibagikan kepada masyarakat. Faktanya, mekanismenya tidak sesederhana itu. Sebelum menjadi milik negara, aset hasil korupsi harus melalui proses penyidikan, persidangan, hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Setelah itu
DRP

DRP

0 suka

Lihat lainnya
DRP
0Mengikuti
3Pengikut
2Suka dan simpan

DRP