... Baca selengkapnyaKalimat "haus kasih sayang adalah" itu sering banget lewat di kepala aku tiap lihat berita atau curhatan soal anak yang masih SD tapi sudah naksir om-om, gampang baper ke laki-laki dewasa, atau lebih nurut sama orang luar daripada orang tua sendiri. Buat aku pribadi, anak yang haus kasih sayang adalah anak yang tangki cintanya di rumah nggak pernah benar‑benar terisi, jadi dia nyari ke mana saja yang mau ngasih.
Tanda yang paling sering aku lihat, selain yang sudah aku tulis di postingan, adalah anak jadi haus validasi. Dia senang banget dipuji laki‑laki dewasa, padahal pujian biasa aja. Kalau nggak ada yang merhatiin, dia bisa merasa dirinya nggak berharga. Lama‑lama, merendahkan diri sendiri jadi kebiasaan: ngomong, "Aku mah jelek", "Aku mah gak pinter", cuma supaya ada yang buru‑buru bilang, "Enggak kok". Buat aku, ini salah satu bentuk haus kasih sayang juga.
Haus kasih sayang adalah juga ketika anak terlihat terlalu dewasa sebelum waktunya. Misalnya, masih SD tapi cara ngomongnya soal pacaran sudah jauh banget, suka chat diam‑diam dengan orang dewasa, atau nyaman curhat hal pribadi ke orang luar dibanding ke orang rumah. Kadang ini dikira "anaknya dewasa", padahal bisa jadi dia nggak ngerasa aman cerita di rumah, jadi pindah ke tempat lain yang kelihatan mau dengerin.
Yang paling bikin ngeri, menurut aku, adalah waktu anak mulai punya rahasia dengan orang dewasa. Apalagi kalau rahasianya bikin dia gelisah, takut ketahuan, atau dia bilang, "Jangan bilang Mama ya". Di titik ini, haus kasih sayang adalah pintu yang bisa dimanfaatkan orang salah. Makanya, menurutku penting banget rumah jadi tempat paling aman buat cerita. Biar anak tahu: apa pun yang dia alami, orang tua tetap jadi pelabuhan pertama.
Dari sisi orang tua, haus kasih sayang adalah alarm pelan buat kita. Bukan berarti kita orang tua yang jahat, tapi mungkin capek, sibuk kerja, atau kebiasaan masa kecil kita sendiri bikin kita jadi pelit pelukan, pelit validasi. Pelan‑pelan aku belajar: memeluk anak tanpa alasan, mendengarkan sampai selesai tanpa menghakimi, memuji usaha bukan cuma nilai, dan mengajarkan anak berkata TIDAK ke orang dewasa sekalipun.
Di akhir hari, buat aku pribadi, anak yang cukup dicintai di rumah bukan berarti hidupnya bebas masalah. Tapi setidaknya, haus kasih sayang adalah perasaan yang bisa lebih dulu terisi oleh kita, bukan oleh orang asing yang niatnya belum tentu baik.